
Laki - laki sejati tidak akan pernah melakukan hal ini Clarissa, membiarkan wanita tidur di luar dan dirinya tidur dengan enak di dalam ruangan kamar, dan aku tidak akan pernah melakukan hal ini."
"Tapi Edward."
"Sssst, aku harap untuk kali ini kau tidak menolak apa yang telah aku katakan."
Edward mengatakan kembali hal tersebut kepada Clarissa.
Ke dua mata Elangnya menatap Clarissa seakan - akan ingin memberitahukan untuk tidak melawan Perkataannya.
"Baiklah Edward jika memang ini menjadi keputusan mu, aku akan mencoba untuk mengikutinya."
"Selamat beristirahat Clarissa, aku ada di luar, jika kau membutuhkan sesuatu katakan saja kepada ku."
Clarissa pada akhirnya hanya bisa menganggukkan kepala dan segera masuk ke dalam kamarnya.
Hari ini cukup sangat melelahkan bagi Clarissa sehingga Clarissa tetap tidak sadar jika sejak tadi ada yang terus mencoba untuk menghubungi.
Sementara itu di lain Negara.
"Baik pa, Richard mengerti, Richard tidak akan mengkhawatirkan Clarissa bersama dengan Edward."
__ADS_1
Selesai mengatakan hal tersebut di panggilan ponselnya Richard kembali terdiam.
"Entah apa yang aku rasakan saat ini, seharusnya aku tidak berpikir macam - macam tentang Clarissa, aku sendiri yang memberikan dia izin untuk pergi ke Cambodia dan aku sendiri yang pad akhirnya memikirkan hal ini, ayo Richard kau harus percaya kepada calon istri mu sendiri."
Richard mengatakan hal tersebut sambil menatap ke arah jendela kamar hotelnya.
Sungguh saat ini hati Richard sangat dilema, di dalam kesendiriannya Richard mencoba untuk menutup pikiran demi pikiran negatifnya tentang Clarissa.
Hari yang melelahkan untuk semua orang yang ada dan matahari yang telah terbenam dan waktu yang telah berganti membuat pagi ini semua orang melakukan aktivitasnya.
"Selamat pagi Edward."
"Masakan mu harum sekali Clarissa, bau harumnya tercium sampai ke alam mimpi ku."
Edward mengatakan hal tersebut sambil memandang meja makan sederhana yang kini sudah terisi beberapa masakan.
"Ini hanya masakan sederhana saja Edward, tadi pagi aku membuka kulkas dan ada beberapa bahan makanan yang bisa aku olah."
"Ah mungkin Donny yang sudah mengisi bahan makanan tersebut, jadi tunggu apalagi, aku sudah lapar."
Setelah mengatakan hal tersebut Edward langsung duduk di kursi dan mengambil dimsum yang masih panas di meja makan.
__ADS_1
"Clarissa ini sangat enak, apakah selama disini aku boleh meminta mu untuk membuatkan untuk ku?"
Edward mengatakan hal tersebut sambi mulutnya tak berhenti untuk mengunyah.
"Pasti Edward, aku sama sekali tidak akan pernah keberatan karena memasak adalah kegiatan ku sehari - hari."
"Terima kasih Clarissa."
Edward mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dengan mulutnya yang masih penuh dengan makanan.
"Jadi apa agenda kita hari ini Edward?"
"Kita akan pergi ke rumah sakit, dan kita akan bertemu salah satu sahabat terbaik ku di kota ini."
"Sahabat baik?"
"Ya, dia seorang dokter wanita yang mengabdikan dirinya di kota ini."
"Ah baiklah, aku akan segera bersiap - siap Edward, kau tau kan jika wanita memerlukan waktu lebih lama daripada pria untuk bersiap-siap, jadi aku ingin melakukan hal itu terlebih dahulu, apakah kau tidak berkeberatan jika aku tinggalkan?"
"Pergilah Clarissa."
__ADS_1