
Kini dengan jelas Edward dapat melihat tubuh Clarissa yang telanjang dengan ke dua tangan dan kakinya yang terikat.
Seketika itu juga gairah Edward meningkat, dengan cepat dia mengambil ikat pinggang dan mulai memukul pelan ke arah Clarissa.
Pukulan demi pukulan pun Mulai Clarissa terima dengan luar. biasa.
Gairah semakin memuncak ketika Clarissa berteriak kesakitan, ya kenikmatan yang bercampur dengan rasa sakit rupanya juga sangat di senangi oleh Clarissa.
Edward langsung menciumi semua anggota tubuh Clarissa dengan kasar, dan Clarissa sangat menikmati apa yang dilakukan Edward kepadanya.
Dengan cepat Edward melakukan penyatuannya terhadap Clarissa dan itu terus terulang sampai beberapa saat.
Edward dan Clarissa sudah tidak peduli lagi akan suara kenikmatan yang mereka keluarkan saat ke dua nya sedang mencapai puncak gairah mereka.
Malam itu, Edward dan Clarissa sudah melupakan segalanya, melupakan orang - orang terdekatnya, melupakan saat ini ada satu orang yang terus memikirkan dirinya
Malam ini Clarissa dan Edward sibuk dengan gairah mereka masing - masing.
Hal yang baru pertama kali Clarissa alami, rasa sakit bercampur dengan gairah membuatnya lupa jika dirinya adalah tunangan dari sahabat Edward sendiri.
Malam ini semuanya telah berlarut.
__ADS_1
Sementara itu di malam yang sama namun dengan negara yang berbeda.
"Tuan Richard apakah tuan Richard baik - baik saja?"
Salah satu pengawal mengatakan hal tersebut saat melihat Richard menjatuhkan gelas kacanya.
"Aku baik - baik saja, tolong kalian bersihkan kaca - kaca ini agar tidak terkena orang."
"Baik tuan Richard."
Setelah Richard mengatakan hal tersebut, Richard kembali masuk ke dalam kamar dan merebahkan dirinya.
"Sebenarnya ada apa dengan ku? apa yang terjadi dengan ku? mengapa rasanya gelisah sekali malam ini? arrrrh."
Sungguh malam ini perasaan Richard sangat gundah, rasa gelisah menyerbu dirinya, dan dirinya sendiri tidak mengetahui apa yang saat ini dia alami.
"Clarissa apa yang saat ini sedang kau lakukan? mengapa sejak tadi aku menghubungi mu, kau sama sekali tidak mengangkat ponselku, ah Clarissa sayang apakah kau baik - baik saja?"
Richard terus mengatakan hal tersebut sampai pada akhirnya dirinya memejamkan mata akibat rasa lelah yang sangat dahsyat.
Malam ini ada satu kegelisahan besar di dalam hati Richard tentang Clarissa, kegelisahan yang sampai saat ini masih menjadi misteri untuk Richard.
__ADS_1
Malam yang panjang dengan permasalahannya masing - masing kini telah berubah menjadi pagi.
"Apa yang terjadi semalam?"
Begitu bangun Clarissa melihat tubuhnya tanpa busana tertutup selimut putih yang tebal.
Edward? astaga aku dan Edward.
Clarissa Mengatakan hal tersebut di dalam hati sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya sendiri.
Tali - tali ini? penutup mata ini?"
Clarissa Mengatakan hal tersebut karena melihat tali dan penutup mata di atas tempat tidur.
Rissa apa yang sebenarnya telah kau lakukan? kau melakukan kesalahan sangat besar dengan laki - laki ini.
Clarissa kembali mengatakan hal tersebut di dalam hati, sambil air matanya yang kini mulai mengalir dan bertambah deras.
Sungguh saat ini dirinya seperti telah kehilangan sesuatu hal yang sangat berharga, yang selama ini dia jaga untuk satu orang
Darah, ada bercak darah di sini, ah sakit sekali."
__ADS_1
Air mata Clarissa semakin menetes dengan sangat deras tak kala dirinya mendapatkan noda darah dan **** ************* yang perih