SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
TOLONG


__ADS_3

Clarissa yang masih kurang mengerti kembali menanyakan hal tersebut kepada dokter Rena.


"Ah aku hanya bercanda, mana mungkin cinta mu bisa berpaling, betul kan nona Clarissa?"


Dengan cepat Clarissa langsung menganggukkan kepalanya.


"Ya, sampai kapanpun hati ku ini adalah milik Richard dokter."


Dokter Rena yang mendengarkan jawaban dari Clarissa kini mengalihkan pandangannya kepada Edward yang sejak tadi hanya diam saja.


"Ah ayo Edward, nona Clarissa habiskan makanan ini, semua aku sengaja buatkan untuk kalian berdua."


"Terima kasih dokter Rena."


Dan Clarissa pun kembali terbuai dengan makanan yang ada di depannya.


"Terima kasih dokter Rena untuk jamuan makan malam hari ini."


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil menjabat tangan dokter Rena sebelum kembali masuk ke dalam mobil.


"Sama - sama nona Clarissa."


"Aku pulang dulu Ren."


Terakhir Edward hanya mengatakan hal tersebut kepada dokter Rena dan setelah itu langsung masuk ke dalam mobil.


"Edward ada apa dengan mu?"


Di dalam mobil Clarissa kembali mengatakan hal tersebut kepada Edward yang saat ini sedang berkonsentrasi dengan kemudinya.


"Aku? ah tidak ada apa - apa dengan ku Clarissa."

__ADS_1


"Clarissa hanya bisa menatap tajam ke arah Edward mencari kebenarannya."


"Edward apakah Cambodia itu sepanas ini sewaktu malam?"


Clarissa Mengatakan hal tersebut sambil mengusap tengkuknya.


"Panas? udara malam ini dingin Clarissa."


Edward yang saat ini sedang bingung mencoba mencari tau apa yang sedang dialami oleh Clarissa.


"Tapi ini sungguh panas sekali Edward."


Wajah Clarissa memerah karena merasakan hawa panas di dalam tubuhnya.


"Tenang lah sebentar lagi kita akan sampai di rumah, setelah sampai aku akan menyalakan pendingin udara untuk mu."


Edward melajukan kemudi dengan lebih kencang supaya cepat sampai di rumah.


"Clarissa tunggu."


Edward yang khawatir melihat keadaan Clarissa langsung ikut berlari mengejar Clarissa masuk ke dalam kamarnya.


Dan begitu masuk ke dalam kamar Clarissa Edward mendapatkan pemandangan yang tidak biasa.


"Edward ini panas sekali."


Ya Edward melihat dengan sangat jelas bagian atas tubuh Clarissa yang saat ini hanya menggunakan pakaian dalam.


"Clarissa Tutup tubuhmu dengan ini."


Dengan cepat Edward mengambil selimut dan menutup tubuh Clarissa.

__ADS_1


"Aku tidak mau memakainya, ini panas."


Dengan cepat Clarissa melempar selimut tersebut ke lantai.


"Baiklah, baiklah aku akan pergi mengambil pendingin udara."


"Jangan tinggalkan aku Edward."


Deg


Langkah Edward terhenti ketika salah satu tangan Clarissa menariknya dengan kuat.


"Tolong, aku sudah tidak kuat lagi."


Clarissa mengatakan hal tersebut dengan nafasnya yang berat dan wajahnya yang memerah.


"Kau, ah kau tidak mungkin sedang mengalami hal itu kan Clarissa?"


Edward yang pada akhirnya menyadari perubahan Clarissa langsung mendekati Clarissa


"Aku tidak tau Edward, namun gairah ku saat ini sangat memuncak, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan, aku mohon tolong aku."


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil memeluk tubuh Edward.


Sungguh saat ini Edward seperti sedang melihat sisi lain dari Clarissa.


Ya beberapa jam yang lalu dengan lantang Clarissa mengatakan bahwa hatinya hanya untuk Richard, namun sekarang Clarissa yang sudah kehilangan kesadarannya begitu memohon kepada Edward.


"Baiklah apa yang bisa aku lakukan kepada mu?"


Dengan berpura - pura tidak tau Edward kembali mengatakan hal tersebut kepada Clarissa yang kini nafasnya semakin berat.

__ADS_1


__ADS_2