SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)

SANG PENARI TUAN MUDA ( I LOVE MY CEO 3)
DUKUNGAN


__ADS_3

Sungguh saat ini hati Clarissa mengalami dilema yang besar, bagaimana tidak dengan perlahan rasa kebencian itu mulai muncul, ya rasa kebencian kepada satu nama CEO dari Chandrawinata Corp.


Nama yang membuat Clarissa tidak bisa melakukan banyak hal untuk melawannya.


"Mungin jika aku berendam air dingin akan jauh lebih baik, ya lebih baik aku segera kembali ke rumah dan berendam."


Dan Clarissa pun pada akhirnya beranjak dari tempe duduknya.


Sementara itu di dalam satu ruangan di Chandrawinata Corp.


"Sial, sepertinya aku mulai mencandu akan tubuh mu!"


Edward mengatakan hal tersebut sambil memukul - mukul meja.


"Kau tau aku sama sekali tidak berkonsentrasi di dalam pekerjaan ku."


Dengan mengacak - acak rambutnya Edward terus mengatakan hal tersebut.


Sungguh saat ini dirinya begitu kesal dengan dirinya sendiri karena tidak bisa untuk sejenak meninggalkan Clarissa dari dalam pikirannya.


"Tuan muda Edward, ada yang ingin bertemu dengan anda."


Sejenak Donny sang asisten pribadi masuk ke dalam ruang kerja Edward


"Siapa Don?"

__ADS_1


"Tuan muda Richard, tuan."


Seketika itu juga Edward hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Katakan kepada ku, apakah saat ini aku wajib untuk menemuinya?"


Edward yang sudah tidak ingin berpikir lebih dalam meminta pendapat dari sang asistennya sendiri.


"Lebih baik tuan muda menemui tuan Richard, jika sampai tidak, maka itu akan menjadi hal yang sangat aneh bagi tuan Richard."


Edward terdiam mendengarkan perkataan dari Donny.


"Kau benar Don, jika aku tidak menemui Richard maka dia akan bertanya -tanya ada apa dengan ku, dan itu akan lebih sulit untuk menjelaskannya, izinkan saja dia masuk ke dalam ruangan ini Don."


"Baik tuan muda ."


"Hei Edward ada apa dengan mu? kenapa kau lama sekali mengizinkan aku untuk masuk ke dalam ruangan ini?"


"Ah maafkan aku Richard, tadi aku tertidur karena pekerjaan ku yang semakin banyak."


Richard melihat ke meja sambil tersenyum ketika Edward mengatakan hal tersebut.


"Ya aku mengerti, semua terlihat dari meja mu yang semakin penuh dengan berkas - berkas, maafkan aku yang beberapa Minggu ini tidak ada di kantor."


"Tak masalah Richard, kita berdua punya tanggung jawab yang sama, ayo duduklah, sudah lama kita tidak berbincang."

__ADS_1


"Ya kau benar Edward, akhir - akhir ini kita terlalu sibuk dengan segala sesuatunya."


Richard mengatakan hal tersebut sambil duduk di kursi.


"Jadi apa yang membuat mu kemari Richard?"


"Aku ingin kau membantu ku Edward."


"Membantu mu?"


Edward mengatakan hal tersebut sambil mengernyitkan dahinya.


"Ya membantu ku untuk mengurus pernikahan ku dengan Clarissa."


Deg


Edward sangat tersentak dengan perkataan yang telah di sampaikan oleh Richard.


"Menikah? dengan Clarissa?"


"Ya tentu saja Edward, aku akan menikah dengan Clarissa, hubungan kita sudah cukup lama, dan sudah saatnya aku memberikan status yang jelas untuk dirinya.


Seketika itu juga Edward hanya bis terdiam mendengarkan perkataan Richard.


"Edward apakah kau baik - baik saja?"

__ADS_1


"Ah maafkan aku Richard, tentu aku akan membantu mu Richard, kau dalam saudara laki - laki yang aku miliki, tidak mungkin aku tidak akan membantu mu."


"Kau benar, sebagai saudara kita pasti akan tetap saling membantu, dan tetap akan saling mendukung bukan?"


__ADS_2