
Malam yang telah datang, dan saat ini Clarissa yang sudah berada di dalam apartemennya untuk bersiap tidur, namun semua aktivitas itu terhenti ketika malam ini Clarissa kedatangan satu laki - laki penting di dalam hidupnya.
"Sayang, kau datang lagi untuk bertemu dengan ku?"
"Kenapa? apakah aku tidak boleh sesuka hati untuk bertemu dengan calon istri ku sendiri?"
"Bukan seperti itu maksudku Richard, apakah kau tidak lelah dengan semua kegiatan mu hari ini?"
"Aku tidak akan pernah lelah jika harus bertemu dengan kekasih hati ku sendiri."
Richard mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Clarissa.
Deg
Tiba - tiba saja ada hal aneh yang terbesit di dalam diri Clarissa ketika Richard mendaratkan ciuman di keningnya.
"Ada apa sayang?"
Richard yang melihat terjadi perubahan raut wajah Clarissa langsung kembali menanyakan hal tersebut.
"Ah tidak ada apa - apa, ayo duduklah."
"Tidak perlu sayang."
Richard mengatakan hal tersebut sambil masih menciumi kening Clarissa.
"Sayang ada yang ingin aku katakan kepada mu malam ini."
"Harus malam ini?"
__ADS_1
"Ya sayang malam ini."
"Baiklah apa yang akan kau katakan Richard?"
"Esok hari aku akan pergi lagi."
Deg
Seketika itu Clarissa terdiam.
"Pergi lagi? kemana?"
"Barcelona sayang ku Rissa."
"Richard apakah tidak ada orang lain yang bisa menggantikan mu pergi ke negara itu? kita baru bertemu sebentar dan kau harus pergi lagi."
"Ya, aku tau keberatan mu di dalam hal ini dan sudah aku duga sayang, namun..."
Richard tiba - tiba saja menghentikan kata - katanya.
"Namun apa Richard?"
"Aku tidak bisa begitu saja menolak permohonan dari keluarga Chandradinata bukan? karena bagaimanapun juga mereka adalah keluarga ku yang saat ini masih utuh, Edward ya Edward yang meminta tolong kepadaku untuk pergi ke Barcelona."
Deg
Clarissa hanya terdiam ketika Richard menyebutkan nama laki - laki itu.
"Apakah Edward tidak bisa pergi sendiri kesana Richard?
__ADS_1
"
Kali ini Clarissa seperti sedang merajuk kepada Richard untuk dirinya tidak di tinggalkan lagi.
"Hei Rissa sayang ada apa dengan mu? biasanya kau sangat tenang ketika aku meninggalkan mu pergi ke luar negara?"
"Bukan seperti itu Richard, sebentar lagi kita akan menikah, dan aku ingin lebih dekat dengan mu lagi."
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil menenggelamkan dirinya di dalam pelukan Richard.
"Aku mengerti sayang, ini adalah kepergian ku yang terakhir, ya terakhir, setelah ini aku berjanji kepada mu akan menetap di negara W, dan mempercayakan hal ini kepada orang lain."
Richard mengatakan hal tersebut dengan kembali mencium kening Clarissa.
Rasa yang aneh kembali Clarissa rasakan ketika Richard dengan sengaja mendaratkan ciuman tersebut ke keningnya.
"Baiklah Richard, aku akan memegang kata - kata mu, ini adalah kepergian mu untuk yang terakhir kalinya."
"Ya sayang aku berjanji, dan akan melakukan janji ku ini."
Richard mengatakan hal tersebut sambil mengangkat dagu Rissa dan bersiap untuk mendaratkan ciumannya.
Dengan cepat Richard menyambar bibir satu wanita yang sangat dia cintai saat ini.
Dengan permainan lembut Richard memainkan bibir yang seksi tersebut sambil pada akhirnya permainan berubah menjadi semakin panas dan tangan Richard mulai menjelajahi bagian - bagian sensitif Clarissa.
"Hentikan Richard, cukup hentikan!"
Clarissa mengatakan hal tersebut dengan mendorong Richard.
__ADS_1