
Ah aku hampir melupakan sesuatu, lihat ini."
Richard langsung memberikan satu album untuk Clarissa.
"Untuk apa ini Richard?."
"Bukalah dan coba lihat di dalam album tersebut berisi koleksi baju pengantin dari negara - negara di Asia tenggara, aku ingin kau memilih satu untuk pesta pernikahan kita nanti."
Deg
Hati Clarissa seakan - akan seperti di tikam oleh pisau saat dirinya mendengarkan perkataan Richard.
"Sayang apakah kau baik - baik saja?"
Richard yang melihat Clarissa terdiam langsung mengatakan hal tersebut.
"Ah aku baik - baik saja Richard."
"Syukurlah aku hanya tidak ingin calon istri ku sampai sakit, jadi tunggu apa lagi, silahkan pilih, ini adalah gaun - gaun pengantin terbaik dari berbagai negara, aku ingin pada saat hari pernikahan kita nanti, kau tampil secantik mungkin."
Kini Clarissa hanya bisa memaksakan senyum palsunya ketika kembali mendengarkan Richard.
"Ah ya kau benar, aku harus tampak cantik di depan satu tuan muda yang tampan ini."
__ADS_1
Clarissa mencoba untuk membalas candaan Richard agar Wajahnya tidak menjadi semakin tegang.
"Silahkan di pilih calon pengantin ku yang cantik."
Richard mengatakan hal tersebut sambil memegang tangan Clarissa.
"Aku pilih yang ini saja."
Dengan cepat Clarissa menunjuk satu gaun yang cukup terbuka namun terlihat sangat elegan.
"Ah kau sungguh calon istri yang pintar memilih, gaun ini adalah gaun paling langka di dunia."
"Paling langka?."
Clarissa langsung menganggukkan kepalanya.
Iya indah sekali Richard, namun aku akan mengatakan hal ini dengan bahagia sebelum aku mengalami hal itu Cambodia.
Clarissa mengatakan semua hal tersebut di dalam hati, sambil diam - diam memandang Richard yang saat ini sibuk menciumi ke dua tangannya.
Satu laki - laki yang sudah sangat lama mencintai dirinya, namun satu laki - laki ini yang juga menjaga dengan baik hidupnya dan menjadi dengan baik kesuciannya.
"Baiklah sayang terima kasih untuk waktu yang singkat ini, aku harus segera kembali ke kantor, karena pasti Edward akan menunggu ku."
__ADS_1
Deg
Hati Clarissa tersentak ketika mendengarkan nama itu disebut, akhir - akhir ini Clarissa seperti tidak ingin mendengarkan nama itu di sebut hingga terdengar oleh ke dua telinganya.
"Aku akan menghubungi mu lagi setelah sampai di kantor, maafkan aku yang tidak bisa mengantarkan mu kembali ke sanggar tari."
Richard mengatakan hal tersebut sambil mencium puncak kepala Clarissa.
"Hati - hati Richard."
"Pasti sayang."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Clarissa yang masih duduk dengan perlahan melihat punggung Richard yang semakin menghilang.
"Pernikahan? apakah aku masih pantas untuk menikah dengan mu Richard, setelah semua hal yang terjadi dengan ku di Cambodia, hal yang saat memalukan yang sama sekali tidak mau aku ingat."
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil melihat satu album foto gaun pengantin yang telah di bawa oleh Richard.
Sungguh saat ini hati Clarissa mengalami dilema yang besar, bagaimana tidak dengan perlahan rasa kebencian itu mulai muncul, ya rasa kebencian kepada satu nama CEO dari Chandrawinata Corp.
Nama yang membuat Clarissa tidak bisa melakukan banyak hal untuk melawannya.
"Mungin jika aku berendam air dingin akan jauh lebih baik, ya lebih baik aku segera kembali ke rumah dan berendam."
__ADS_1