
Edward mengatakan hal tersebut sambil mengenggam tangan Clarissa.
"Aku akan menyiapkan baju mu Edward, kau pergilah mandi."
"Terima kasih Rissa."
Edward mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Clarissa.
Dengan cepat Edward beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju ke dalam kamar mandi.
"Edward kau sudah banyak berkorban hal untuk ku, aku tidak tau lagi harus berkata apa."
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil melihat punggung Edward yang saat ini sudah memasuki kamar mandi.
Dengan cepat Clarissa langsung beranjak dari tempat duduknya dan menyiapkan apa yang menjadi kebutuhan Edward.
"Hati - hati Edward."
Selesai bersiap - siap Clarissa mengatakan hal tersebut kepada Edward ketika hendak berangkat.
"Pasti sayang, aku pergi dulu."
Edward mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Clarissa.
Setelah melakukan hal tersebut, Edward keluar dari dalam apartemen dan menuju ke parkiran mobil.
"Selamat pagi tuan Edward."
__ADS_1
Satu orang laki - laki sudah siap di samping mobilnya, satu laki - laki mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badannya.
"Don kau masih di sini?"
"Betul tuan Edward."
"Ah jadi seperti itu, alangkah lebih baiknya untuk kau segera mencari pengganti ku, karena setelah aku keluar dari Chandrawinata,Corp, mungkin aku hanyalah sebagai seorang gembel, jika kau masih bekerja dengan ku, makan kemungkinan besar aku tidak akan bisa memberikan gaji yang fantastis kepada mu."
Edward membayangkan hal tersebut sambil menikmati perjalanan yang sebentar lagi tidak atau akan di lewati olehnya..
Sementara itu di Chandrawinata Corp.
"Bagaimana pa apakah Richard bisa untuk di hubungi?"
Pagi ini tuan Adrian menanyakan keadaan Richard, sejak semalam Richard tiba - tiba saja menghilang dari peredaran setelah mendapatkan kebenaran yang membuat hatinya terluka.
"Adrian apakah kau tidak mengetahuinya kemana bisanya Richard jika sedang ada masalah?"
"Sama sekali tidak pa, Richard termasuk laki - laki yang sangat tertutup dan kami tidak pernah mengetahui kepergiannya."
"Yang mengetahui keberadaan Richard mungkin hanya Edward saja, karena sejak dulu Richard sangat dekat dengan Edward."
Tuan Adrian kembali mengatakan hal tersebut kepada tuan Jaya yang sejak tadi mencari keberadaan Richard.
"Ya, semoga Richard baik - baik saja Adrian dan dia bisa mengendalikan dirinya dengan baik untuk setiap hal yang sangat mengejutkan hatinya ini."
Dengan cepat tuan Adrian langsung menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Semoga saja pa,aku berharap Richard bisa segera memulihkan keadaan hatinya."
Dan setelah mengatakan hal tersebut satu orang pengawal masuk ke dalam ruang kerja tuan Adrian.
"Ada apa?
"
"Selamat pagi tuan Adrian, ada tuan Edward ingin bertemu."
Deg
kini tuan Adrian dan tuan Jaya hanya saling pandang ketika mengetahui Edward ingin bertemu dengan mereka.
"Bagaimana tuan - tuan sekalian?"
"Katakan saja bahwa Kami ada di dalam ruangan Adrian, biarkan Edward masuk ke dalam."
"Baik tuan besar Jaya."
Setelah mengatakan hal tersebut pengawal segera menghampiri Edward.
"Untuk apa Edward datang kemari pa?"
Tuan Adrian kembali bertanya karena sejak pertengkaran semalam tuan Jaya mengeluarkan keputusan yang terkesan bagi keluarga ini.
"Mungkin ingin menemui kita Adrian, mari kita dengarkan saja apa yang akan Edward sampaikan, papa berharap bisa meninggalkan wanita itu."
__ADS_1
"Karena meskipun wanita itu di samping Edward cucu ku, aku tidak akan pernah memaafkan diri ku sendiri."
Tuan Jaya mencoba untuk mengatakan hal itu.