Santri Mafia

Santri Mafia
debat


__ADS_3

zoya sudah ada di luar saat ini, zoya berada di dalam angkot, seumurnya ini untuk pertama kalinya zoya naik angkot, banyak orang yang juga berdesak desakkan. zoya sudah hampir tidak tahan dengan bau badan yang bercampur baur itu.


zoya meminta sopir untuk berhenti, zoya turun di pinggir jalan, dia berniat akan jalan kaki saja karna benar-benar tidak bisa tahan dengan bau badan orang sebanyak itu


"hah... kalok bukan karna gak mau si dua monster itu ngikutin Aku, mana mau Aku naik kendaraan brengsek itu, Aku hampir aja muntah, bener-bener deh" gerutu zoya dengan kesal saat angkot itu sudah pergi


"mending sekarang tanya jalan aja dulu, atau... Aku naik ojek aja kali ya.. " kata zoya yang melihat di seberang jalan tempat nya berdiri ada beberapa tukang ojek yang sedang parkir menunggu lengganan


zoya berjalan menuju para tukang ojek, tapi saat menyebrang zoya malah tidak hati-hati dan hampir membuat dirinya di tabrak mobil.


pemilik mobil itu langsung keluar, zoya malah merasa gugup. bukan karna apa tapi ini untuk kali pertama dia merasa sangat ceroboh


'zoya... kamu mikirin apa sih, ck' batin zoya


"ma'af... adek gak papa? ada yang luka gak? saya bawa ke rush sakit ya... " kata orang itu buru-buru takutnya zoya akan Marah pada nya


"gak usah gak papa, Aku juga salah gak liat jalan" kata zoya sambil kemudian meninggalkan orang itu


'heh... gak nyangka, ternyata Aku bisa memaafkannya? sejak kapan? sejak kapan Aku bisa sebaik ini?' batin zoya yang terus merasa heran dengan kelakuannya


skip sore hari nya..


zoya baru pulang, dan langsung masuk ke kamarnya. beruntung dua monster itu tidak di rumah karna mereka keluar untuk shoping dan jalan-jalan, seperti kebiasaanya di hari-hari sebelumnya.


"huft... untung mereka gak disini, karna udah buat rekening sekarang mending nyolong dulu, kebetulan papa nya Hani punya komputer, bisa Aku pakai" kata zoya


zoya beranjak keruang kerja papa abbas, di sana zoya memulai aksinya.


"bentar bentar.... kalau nanti gino tau Aku retas rekening ku sendiri terus dia lacak keberadaan ku gimana? ck, pikirin cara lain dulu" gumam zoya saat akan membuka komputer


"udahlah, hilangin aja jejaknya, lagian kalok iya gino tau Aku disini emangnya kenapa? dia juga gak bakalan mungkin langsung ngapa-ngapain Aku, tapi... bisa bahaya buat keluarga Hani.. ck udah ah.. colong uang aja dulu" kata zoya membulat kan niat

__ADS_1


dua jam kemudian zoya sudah selesai dengan aktivitasnya, sebenarnya dia sudah selesai dari satu jam yang lalu, tapi zoya mencari beberapa informasi tentang keadaan di perusahaan ANDORR GROUP, perusahaan milik gino, sekalian dia juga mencari informasi perkembangan dari pencarian gino terhadap nya.


ternyata benar, gino masih mencari keberadaanya, gino menyatakan jika zoya tiba-tiba hilang, bahkan gino mengekspos wajah nya di medsos dan beberapa saluran TV. kegigihan gino benar-benar patut di acungi jempol


zoya berniat membuat replika kematiannya, zoya sudah punya rencana untuk itu. zoya menghapus jejaknya, zoya bahkan memblokir rekening nya yang sebelumnya.


"oke.. sekarang yang harus di lakukan adalah memberikan kejutan istimewa untuk kakak besar tersayang ku, GINO ALBERT SUNANTA!" kata zoya dengan senyum devil nya


"dan... tentu saja untuk para saudara tercintaku yang menunggu ku di klan black demon, heh... saudara-saudaraku itu sudah sangat merindukanku, jadi... bukankah harus mengirimkan hadiah besar untuk mereka?" lanjutnya


"Hani... Hani.. ! di mana kamu!" teriak santi dari ruang keluarga


"ck, dasar mulut an***g! berisik!!" umpat zoya dengan kesal


zoya keluar dan langsung menuju ruang keluarga di mana para monster kelaparan itu mengamuk


"apa?" kota zoya dengan wajah datarnya


" kalok iya? selama Aku hidup, tidak akan ada orang yang boleh memerintahkan ku, satu lagi kamu yang seorang penumpang tak punya rasa malu kah? sudah me numpang mau ngelunjak? heh.. jika masih ingin me nikmati hidup senang di rumah ku maka kalian harus menuruti perintah ku, mulai sekarang kalian tidak akan keluar rumah sembarangan, piring yang kotor kalian cuci, dan lagi.. mulai sekarang pekerjaan rumah kalian yang Bereskan!" gertak zoya


"apa? kamu bilang apa? enak aja ya kamu, kamu- harus tau saya adalah nyonya di rumah ini! kamu bahkan harus mendengar perintah saya!!" teriak santi


"ma.. Hani.. kalian jangan berantem lagi dong... Hani.. kamu jangan dengerin mama ya.. ? mama cuman bercanda kok, ma.. jangan bentak Hani dong, kan kasian Hani nya.. " kata sania dengan sok lemah lembut di sela-sela perdebatan mereka


"oh? nyonya? kamu? siapa kamu? maaf, ini rumah tempat kediaman manusia, bukan tempat untuk an***g numpang makan dan tidur. Aku bisa membisukan rekening kalian kapan saja, dan lagi.... di dalam kamus tidak ada kata tidak untuk perintah ku. kalian cuma numpang di rumah ku, jadi jangan tidak tau diri, kecuali jika rumah ini atas nama abbas hakiki, maka kalian bisa berlagak, tapi kalian harus kecewa karna rumah ini di atas namakan HANI MIFTAHUL JANNAH!! PAHAM?!!" gertak zoya yang kemudian kembali ke kamarnya


"argghh.... sial!!! dasar ja***g kecil!! lihat saja, Aku pastikan kamu akan di buang lagi! argghh.. !!" teriak santi dengan marah pada zoya


"di buang? Aku balikin kata itu buat kamu" kata zoya dengan wajah datar menaiki tangga


"sialan!!" kata santi dengan sangat kesal

__ADS_1


"ma.. udah yuk kamar dulu, jangan kebawa emosi, dia juga bukan orang yang harus kita takutin dia cuma mau gertak kita doang, mama tenang aja, sania juga gak akan bikin hidupnya! tenang" kata sania pada mama nya


"huh!!" santi benar-benar sangat kesal dengan zoya, dengan langkah kaki yang di hentakkan nya dengan keras, santi kembali kekamarnya.


zoya yang sedang di kamarnya, merogoh HP nya kemudian menelfon hani.


"wet.. " ucap zoya saat Hani sudah mengangkat telfonnya


"budayakan mengucap Salam ya.. hanifa... " kata Hani di seberang Sana


"assalamu'alaikum.. nyonya indah" kata zoya dengan suara yang di buat buat seimut mungkin


"phufft.. haha.. wa'alaikimussalam kak Hani.. haha... " kata Hani sambil tertawa di balik telfonnya


"heh!! demen banget ketawain Aku, oh ya mau nanya, kalian masih tinggal di rumah sebelum nya kan? kalok masih mending untuk sementara kalian pindah dulu deh, soal nya.. " kata zoya yang menggantung kalimatnya


"eh?? pindah.. ? kenapa lagi? kemarin nyuruh Aku ganti identitas sekarang pindah rumah, kenapa sih?" tanya Hani dengan heran


"Anu... kayaknya.. orang yang nyariin Aku udah hampir tau kalok kalian pernah nyelametin Aku deh, eh tapi jangan deh... mereka lebih akan curiga, kalian kalok ada orang yang nanya in keberadaan Aku, bilang aja kalian gak tau, gini... kalian ngaku aja kalok kalian emang pernah nolongin Aku, tapi kalian juga bilang kalok Aku pergi.. atau kabur dari rumah sakit, bisa bahaya kalok kalian ngaku Aku ada di mana" kata zoya


"kalok soal itu jangan hawatir, Aku pandai akting hehe... " kata Hani


"Aku hawatir sama kalian... " kata zoya dengan nada yang hawatir


"udah kamu tenang aja.. oh ya kabar papa gimana? dia baik-baik aja kan?" tanya Hani yang mengingat sang malaikatnya


"ya... papa mu aslinya baik, tapi.. " zoya tidak melanjutkan kalimatnya


"tapi kenapa? jangan bilang kamu di gangguin terus ya sama mama santi... tuh kan.. kamu sih, kan Aku udah bilang mama santi itu orang nya jahat.. kamu malah gak mau dengerin aku" kata Hani dengan suara nya yang hawatir


"ya sih... mama sama saudara tiri mu itu ngeselin, tapi mereka bukan tandinganku, udah ya... aku mau mandi nih, bay.. " kata zoya yang langsung mematikan sambungan telfonnya

__ADS_1


"astaga... gak ada Salam Salam nya.. " gerutu Hani saat zoya langsung mematikan sambungan telfonnya.


__ADS_2