Santri Mafia

Santri Mafia
Nasihat Abah Yai


__ADS_3

dua bulan berlalu sejak Sania meminta maaf didepan semua orang saat pengajian malam dua hari setelah Zoya menyuruhnya untuk meminta maaf. dari hari itu Sania tak pernah jauh dari Hani, Hani tidak memintanya hanya saja Sania ingin benar-benar berubah dan memulainya dari bergaul dengan Hani. meski kadang-kadang Alya akan menunjuk kan ketidaknyamanannya sukaannya pada Sania, tetap saja Sania nempel pada mereka. Zoya malah setuju dengan tindakan Sania, entah mengapa Zoya merasa senang jika melihat Hani dan Sania akur, meski begitu Zoya tak pernah menunjukkan ekspresi lain selain wajah datar bak papan tulis itu.


malam ini adalah malam jum'at. pengajian khusus Abah Yai, jika malam biasa pengajian ummi, maka malam jum'at adalah malam spesial bagi mereka. karena malam jum'at adalah pengajian khusus Abah Yai dan di selenggarakan di aula utama yang berasa di asrama putra.


Zoya duduk tenang di tengah-tengah padatnya santri wati. Zoya menikmati setiap kajian yang Bah Yai sampaikan, di tengah-tengah kajiannya, Zoya terfokus pada sebuah kalimat yang yang Abah Yai sampaikan


"kado terbaik untuk ayah adalah menutup aurat"


'kado terbaik untuk ayah.. adalah menutup aurat?' batin Zoya. Zoya yang sebelumnya hanya duduk tanpa mendengarkan kini mulai mengalihkan fokusnya, Zoya tertarik dengan kalimat yang Abah Yai sampaikan


"kenapa Abah bilang menutup aurat adalah kado terbaik? karena jika anak perempuan menghamburkan auratnya, memamerkan auratnya tanpa malu, maka yang menanggung dosanya adalah ayahnya. sebagai saja rambut anak perempuan terlihat maka ayah lah yang menanggung dosanya! Anak-anak ku.. jika kalian ingin membalas budi ayah kalian yang sudah banting tulang, tanpa peduli teriknya matahari, dinginnya malam dan menerjang hujan demi menafkahi kalain maka buatlah ayah kalian bangga! belum bisa membuatnya bangga? maka setidaknya tutuplah aurat kalian untuk meringankan dosanya!! ingat anak-anak ku.. satu langkah kalian keluar dari pintu tanpa hijab tanpa menutup aurat maka satu langkah pula ayah kalian masuk neraka!! kasihanilah mereka.. mereka rela pergi pagi pulang pagi lagi demi kalian! mereka rela membanting tulang agar kalian tidak kelaparan! mereka rela mengangkat beton demi memberi uang belanja untuk kalian!! maka janganlah kalian menambah beban dan dosanya dengan memamerkan aurat kalian!!"

__ADS_1


Zoya tersentak dengan Kata-kata Abah Yai. Zoya teringat kembali bagaimana dirinya sebelum ini, tidak hanya selalu menggunakan pakaian sexy tapi juga sering dan bahkan senag memainkan darah orang-orang yang di bunuhnya. Zoya merasa tersayat mengingat betapa kejamnya dia sebelumnya. bagaimana dia yang tak kenal belas kasihan menyiksa orang hingga mati, dan bagaimana dia yang tak malu berpakaian ketat super seksi di hadapan para rekan dan bawahan prianya. bahkan Zoya pernah menginap di Bar bersama Gino dan Lance, meski tidak melakukan hal yang aneh tapi di sana dirinya terlibat dalam berniaga barang senjata ilegal. terputar semua kesalahan yang pernah di perbuatnya, bahkan Zoya ingat dengan mimpinya yang melihat sang ayah dan ibu penuh rantai besi yang menyala di seluruh badannya.


'apa itu benar-benar azab yang ayah dan ibu Terima karena aku? aku memang anak durhaka!! aku telah menyiksa mereka dengan tindakkanku! bolehlah aku memutuskan hubungan ayah dan anak? aku tidak ingin mereka mendapat siksa karena ku.. bolehkan mereka jangan menganggap ku putri? aku telah membebani mereka.. aku tidak pantas menjadi putri mereka... ya Allah.. bolehkah aku meminta.. aku ingin semua dosa yang ayah dan ibuku tanggung karena ku, aku tarik dan biarkan aku saja yang merasakannya? atau kalau tidak anggaplah aku bukan putri mereka dan dangan menyiksa mereka karenaku.. ya Allah.. memang benar aku seorang pendosa besar.. tapi setidaknya jangan hukum orang tuaku atas semua kesalahan ku.. ' batin Zoya yang tak terasa sudah mengalirkan airmata begitu deras di pipinya.


"kenapa Han? kamu tersentuh ya? sama.. aku juga, tapi sayangnya aku paling susah kalo soal nangis.. gimana sih rasanya nangis abis tersentuh sama sesuatu itu?" celetuk Alya tiba-tiba. Zoya yang sebelumnya menangis akan dosanya hampir saja gagal fokus mendengar pertanyaan random Alya. Zoya sangat kesal karena pertanyaan Alya yang menggangu tangisannya.


"terlebih lagi bagi anak-anak ku yang yatim.. anak-anak ku yang sudah kehilangan sosok sang Ayah atau sosok saudara laki-laki, ketahuilah.. mereka menanggung semua siksa karena aurat dari putri mereka, dari saudari mereka.. maka janganlah anak-anak ku dengan sengaja menghamburkan aurat.. jangan lah memamerkan aurat kalian. jagalah.. karena itu adalah kehormatan kalian.. " lanjut Abah Yai menyampaikan nasihat demi nasihatnya.


'maafkan Zoya ayah.. maafkan putrimu yang tidak berguna ini.. ya Allah.. bolehkah jangan menganggap ku sebagai putri darinya, agar dia tidak perlu menanggung dosa yang aku perbuat? ya Allah.. ayahku tidak salah.. bukan dia yang tidak mendidik ku dengan benar, aku yang salah.. aku tersesat.. sekarang aku kembali, maka kumohon jangan menyiksanya lagi ya Allah.. aku mohon.. ' batin Zoya masih dengan keadaan menangis.


Zoya mengusap air matanya, hatinya sedikit lega mendengar Kata-kata Hani. meski dirinya belum bisa menghafal al-fatihah.. dia akan mengirimkan nya dengan mengaji.

__ADS_1


"ada empat golongan laki-laki yang masuk neraka ketika seorang wanita tidak menutup auratnya. pertama adalah seorang ayah.. kedua saudara laki-laki, entah itu adik ataupun kakak.. lalu ketiga adalah suami, dan terakhir adalah anak laki-laki.. coba lihat, ada berapa banyak yang kalian seret masuk neraka karena tidak menutup aurat.. maka jagalah kehormatanmu wahai Anak-anak ku" lanjut Abah Yai lagi.


'bukan hanya ayah.. tapi Rafendra juga?.. betapa durhaka nya aku selama ini.. '


"udah Han.. jangan nangis.. nanti cantikmu luntur loh.." bisik Alya lagi lagi membuat Zoya hampir marah padanya. niat Alya sebenarnya ingin menghibur, tapi Zoya malah hampir gagal fokus karenanya


Abah Yai terus memberi nasihat-nasihat pada semua anak didiknya. Zoya pun terus membuka hati dan telinga nya, memetik semua yang Abah Yai sampaikan pada mereka. Zoya juga bersyukur karena dirinya yang tanpa sengaja kini berasal di tempat yang begitu indah ini. yang awalnya dia lakukan kerena menggantikan Hani, kini dia merasa senang karena berada tempat ini. dan tanpa sengaja pula Hani adalah malaikat perantara nya untuk sampai ke tempat ini.


🌹🌹🌹🌹


Hai guys..... πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


maaf ya gak bisa selalu up tiap hari.. tapi mimin akan tetap berusaha dan up lebih banyak lagi..


SALAM HANGAT DARI AUTHOR😁😁 πŸ«‚


__ADS_2