
"yang lain sudah ada di belakang. apa perlu menyerang secara diam-diam?" tanya Lance setelah lama. teediam bersama Zoya bersembunyi di balik dinding
"ck, aku sedang merekam kegiatan mereka" jawab Zoya dengan nada pelan meski sedikit kesal karena Lance mengajaknya bicara
Lance melihat kancing baju Zoya yang berbeda, ternyata itu kamera kecil yang sejak awal sudah Zoya sematkan disana, pantas saja Zoya hanya diam sejak tadi.
"sekarang waktunya bermain, kita serang mereka dalam kegelapan. sudah lama tidak bermain seperti ini rasanya sedikit rindu" kata Zoya setelah selesai merekam mereka yang tengah melakukan transaksi obat-obatan terlarang, senjata elegan dan juga anak-anak kecil untuk di perbudak.
'ini cukup untuk menaklukan mereka, tapi aku tidak hanya ingin menaklukan mereka aku juga ingin menguasai tempat ini dan menjadikannya markas' batin Zoya yang sudah lupa tentang statusnya sekarang sebagai santri.
Zoya dan Lance berpencar dalam kegelapan. mereka yang menunggu perintah juga mengambil posisi mereka. Diky juga turun setelah sedikit berolahraga, melihat situasi yang masih sepi tanpa pertarungan Diky peka dengan rencana Zoya. Diky juga bersembunyi di balik dinding yang sedikit dekat dengan fas besar tanpa bunga yang juga terlihat retak di mana-mana.
'entah apa alasan Zoya ingin menyerang tempat ini yang tak pernah ada sangkut pautnya dengan nya.. tapi apapun itu, aku akan tetap mendukungnya. dan mengenai Gino.. mungkin memang sudah waktunya juga aku berhianat.. ' batin Lance yang menunggu pergerakan Zoya dalam kegelapan
dor..
brukk..
seseorang yang sedang berdiri dengan senjata di tangannya tumbang dalam satu tembakan Zoya. melihat seseorang tewas, suasana mulai pecah.
"siapa disana!!" teriak pria bertubuh kekar dengan tato di seluruh tubuhnya
dorr..
dorr..
dorr..
tiga peluru lagi menewaskan tiga orang yang bersiap untuk menyerang. kali ini Diky yang melakukannya.
dorr..
dorr..
dua orang lagi tewas oleh Lance. mereka sengaja membunuh para bawahannya hanya untuk membuat mereka panik. permainan ini sering mereka lakukan dulu, Zoya memang sedikit rindu dengan kekejaman nya yang sudah tak dia lakukan lagi beberapa bulan ini meski hati kecilnya sedikit menolak untuk kembali seperti dulu tapi malam ini Zoya tak peduli dengan hati kecilnya.
"keluarlah!! siapa kalian!! biadab!!! jika kalian memang bukan pengecut maka keluarlah!!" bentak pria sebelumnya lagi
dor..
__ADS_1
satu tembakan lagi, kali ini mengenai pria botak di samping orang dengan stelan jas rapi. dia adalah asisten dari orang yang tengah bertransaksi dengan pria kekar sebelumnya. tembakan tepat mengenai kepala yang membuatnya tewas di tempat.
"Boby apa kau serius? kita di sini untuk bernegosiasi! tapi kau malah membunuh asistenku!!" marah pria dengan jas rapinya
"tunggu dulu! ini bukan ulahku. jika ini ulahku aku tidak akan mengorbankan bawahan terbaikku!!" kata pria kekar dengan nama Boby itu tak terima dirinya di tuduh
"lalu apa ini!!" bentaknya tak sabar
"keluarlah!! atau aku akan menembak kalian!!" teriak Boby
Zoya keluar dari balik dinding yang gelap. betapa terkejutnya Boby dengan pria itu melihat yang keluar adalah seorang wanita dengan hijabnya yang melekat begitu rapi di kepala.
"bocah sialan!! siapa yang memberimu izin masuk kemari!! kau anak kecil. ini bukan tempatmu untuk bermain-main!!" tekan Boby dengan suara lantangnya
"paman.. permainan ini sangat asik! seru sekali melihat mereka terbaring di tanah.. tapi kau bilang ini bukan tempat bermain? paman apa kau tidak mau mengajakku bermain permainan seru ini??.. ah.. jahat sekali! coba lihat sibotak itu! dia bahkan setuju ingin mengajak ku bermain.. " kata Zoya sambil memainkan pistol di tangannya
"anak kecil tidak di izinkan untuk berasal disini!! tapi karena kau sudah masuk maka jangan harap untuk kembali!!" kesal pria berkas hitam itu
"tuan Aliador. gadis ini sepertinya bukan gadis biasa! dia masuk tanpa gangguan! bukankah seharusnya di atas ada begitu banyak bawahan kita!" kata Boby waspada pada Zoya
"paman.. di atas para paman yang lain sedang tertidur seperti paman botak itu.. jadi aku masuk untuk mengajak paman bermain.. " kata Zoya lagi yang membuat mereka semakin kesal
dorr..
Aaaakkhhh....
"upss.. paman apakah sakit? seharusnya tadi tidak meleset! bagaimana kalau ku ulangi??" satu tembakan Zoya layangkan pada lengan kanan Boby yang meleset dan merobek daging berotot nya.
"biadab!! kau sengaja!! serang!!!" teriak Boby pada para bawahannya
dorr.. dorr.. dorr..
para bawahan Diky mulai menembak sebelum mereka menyerang Zoya. suasana benar-benar pecah. mereka bertarung dengan tanpa senjata, Zoya tidak melewat kan kesempatan untuk beduel dengan Boby karena tujuannya memang Boby sang kakak dari Santi itu.
Diky dan Lance juga ikut bertarung. kekuatan musuh juga tak dapat di remehkan! mereka sama-sama kuat dan pertarungan semakin sengit ketika beberapa dari mereka tumbang.
bugg.. bug.. bugg!!!
pertarungan terus berlangsung meski beberapa kali Zoya terhempas dan terkena pukulan keras dari Boby. Lance dan Diky juga hampir kualahan menghadapi mereka semua. tapi mereka membalikkan keadaan, dengan tenaga yang tersisa mereka mulai membuat para musuh bertekuk lutut. di saat-saat terakhir Zoya membiarkan Boby untuk mengambil kesempatan untuk menyerangnya. sebelum Boby akan melayangkan tinju Zoya kembali menembak lengan Boby lagi. kali ini tidak meleset karena Zoya memang ingin melumpuhkan nya.
__ADS_1
Aaakkhh.. !!
Boby teriak karena kesal dan sakit. Lance dan Diky juga tak membiar kan satupun dari mereka hidup, Aliador yang tak ikut bertarung karena tak bisa beladiri hanya menonton kegaduhan di depan mata. Aliador juga tak bisa keluar karena pintu sudah di blokir beberapa bawahan Diky.
selesai dengan pertarungan nya, Zoya duduk di sofa mengistirahatkan diri. Boby begitu kesal dengan tingkah Zoya, Zoya mulai membuka HP nya dan memperlihatkan video yang sebelumnya direkam olehnya pada Boby yang sedang kesakitan menahan darah dari lengannya
"hanya luka tembak kau sudah mengaduh kesakitan? paman tau tidak.. aku juga pernah tertembak tapi juga tidak selemah dirimu.. aih.. sudahlah! sekarang mari kita tonton film yang baru saja aku buat!" kata Zoya sambil mengarahkan layar halnya pada Boby
"apa yang kau inginkan!" tanya Boby dengan penuh penekanan
"kau.markas. dan semua anak buahmu" jawab Zoya dengan terus terang
"heh.. apa kau gila" tanya Boby sambil tertawa mengejek
"anggap saja begitu. aku akan mengirimnya pada polisi sekarang.. paman akan ku beri satu kesempatan bagaimana? kau jadi bawahan ku dan video ini tidak akan ku kirim pada polisi.. paman tertarik? jika tidak, aku akan mengirimnya pada polisi dan bersiap lah membusuk di neraka.. hmm satu lagi! aku nyawa santi ada di tanganku!" kata Zoya yang membuat aliador juga merasa hawatir. dia juga akan membusuk ke penjara jika Zoya melaporkannya pada polisi.
"tidak tertarik ya? ya sudah lah.. kalau begitu paman mati saja bagaimana? aku juga butuh markas ini.. "
"apa yang bisa ku lakukan untukmu.. " kata Boby tiba-tiba memotong kata-kata Zoya
"sebelum itu aku ingin lihat ketulusan paman.. "
dorr..
usai mengatakan itu Zoya juga menembak aliador yang masih berdiri di kelilingi bawahan Diky
Aaakkhh... !
teriak Aliador memegangi pahanya yang tertembus peluru. Boby begitu terkejut melihat Aliador yang kesakitan saat ini.
"baiklah.. katakan aku harus membuktikan bagaimana" kata Boby setelah Zoya kembali menatapnya
🌹🌹🌹🌹
Hai guys.... 👋👋
jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya supaya mimin lebih rajin up dan nulisnya~
SALAM HANGAT DARI AUTHOR.. 👋🙏
__ADS_1