Santri Mafia

Santri Mafia
perdebatan di perpustakaan


__ADS_3

"ngapain kamu disini" kata Alya judes


"memang nya kenapa? lagian juga Hani sendiri gak keberatan" kata Sania dengan gaya nya


"tapi aku yang keberatan! kayak gak punya tempat lain aja" kata Alya yang kesal karena sahutan Sania


"gak mau. kenapa? kalo gak terima kamu aja yang pergi!" kata Sania dengan nada sombongnya


makanan yang mereka pesan datang saat Sania selesai bicara. Alya menarik tangan Zoya dengan membawa makanan nya juga


"ya tentu.. aku yang akan pergi! puas??" kata Alya dengan tersenyum semanis mungkin


Sania yang melihat mereka pergi begitu saja. Alya dan Zoya benar-benar pergi begitu saja, Nurul yang melihat Alya dan Zoya pergi merasa tidak enak. karena Nurul pikir Zoya dan Alya sangat membenci Sania atau mungkin mereka bermusuhan. Nurul merasa canggung dengan keadaan itu, tapi Sania tak peduli dia hanya kesal karena Alya yang begitu menjengkelkan.


'lumayan. aku menyukai caranya mengatasi Sania' batin Zoya sedikit menyunggingkan senyum setelah duduk di tempat yang sedikit renggang dari Sania dan Nurul.


"San.. kamu gak apa-apa kan? kalian kenapa berantem mulu sih kalo ketemu.. kalian musuhan?" tanya Nurul yang melihat Sania menatap marah Alya dan Zoya.


"gak apa-apa, aku cuma kesel aja sama saudara tiri aku yang gak pernah mau damai sama aku.. padahal aku berusaha baik sama dia.. " kata Sania dengan nada sedihnya


"kami yang sabar ya.. kalo emang dia gak bisa baik ya udah gak usah di baik-baikin.. manusia emang gitu, kalo di baik-baikin pasti ngelunjak!" kata Nurul dengan mengelus pundak Sania untuk menenangkan nya


Zoya mendengar pembicaraan mereka namun mengabaikan nya. Zoya dan Alya lebih memilih menyantap makanannya dengan lahap karena perut mereka sudah demo minta di isi.


.


.


.


satu minggu kemudian.

__ADS_1


hari ini Hani masuk sebagai murid baru, hani memilih masuk di kelas yang sama dengan Zoya. di sekolah pagi Zoya tidak satu kelas dengan Alya, karena dia berada di kelas D, sedangkan Alya ada di kelas B. dan di sekolah umum juga mereka tidak sekelas, Alya di kelas B sedang kan Zoya di kelas A. Alya cukup kesal karena tidak satu kelas dengan Zoya. selain itu, Hani juga memilih kamar yang sama dengan Zoya.


dengan masuk nya Hani, tentu membuat Sania menyadari jika dugaan nya benar tentang Zoya. Sania tidak habis fikir dengan kenyataan itu, meski dia menduganya sekalipun tetap saja kebenaran itu sangat mengejutkannya.


kebetulan saat ini Zoya, Alya dan Hani berada di perpustakaan. kesempatan bagi Sania untuk melabrak Zoya dan Hani. Sania menghampiri mereka yang duduk di bangku pojok membaca buku, Zoya tau itu akan terjadi tapi memang itulah yang di harapkannya.


"Hani boleh aku bicara bertiga dengan mu dan Indah?" tanya Sania dengan nada di sopankannya


"tumben banget ngomongnya lembut gintu. kerasukan apaan kamu?" tanya Alya yang menutup bukunya lalu pergi meninggalkan mereka bertiga di sana


"hm?" Zoya hanya berdehem malas menanggapi tatapan Sania yang begitu tajam mengarah pada mereka


"kamu benar-benar bukan Hani! jangan pura-pura lagi!! aku tau kamu yang Hani. kenapa? kenapa kamu menyuruh orang lain menggantikan mu? kalau sampai papa abbas tau kamu akan kehilangan kepercayaan papa! ternyata kamu beneran anak durhaka ya.. kamu udah bohongin papamu sendiri!!" kata Sania dengan menatap Zoya dan Hani secara bergantian


"hm? kamu ngomong sama siapa? kamu nyebut nama ku tapi malah menatap indah" kata Zoya dengan wajah bingung nya


"berhenti berpura-pura!" kesal Sania pada Zoya


"apa yang membuatmu yakin aku bukan Hani?" tanya Zoya dengan menaikkan sebelah alisnya


"bagus! kamu tidak terlalu bodoh. aku menyukainya! kamu tau? aku sengaja membiarkanmu mengetahuinya karena misiku sudah selesai, yaa.. meski tidak sepenuhnya. sekarang bahkan jika abbas tau segalanya juga tidak akan terlalu buruk" kata Zoya sambil tersenyum miring


"apa maksutmu?" tanya Sania dengan bingung


"Sania.. gimana kabarmu?" tanya Hani yang sejak tadi hanya diam


"aku heran deh sama kamu.. kamu mulung orang ini di mana? kamu malah minta orang lain buat jadi kamu, buat apa? heh.. pantas aja dia sampe berani nampar aku!" kata Sania yang tak peduli dengan Hani yang menanyakan kabarnya


"kamu pantas untuk itu" celetuk Zoya yang membuat Sania kesal


"kalo aku tau kamu bukan Hani mungkin kamu gak akan aku biarin napas dengan tenang!" ucap Sania

__ADS_1


"sekarang kamu sudah tau kan, coba buat aku gak bisa napas dengan tenang. aku pengen tau gimana rasanya gak bisa napas dengan tenang?" kata Zoya yang merasa lucu dengan Sania


"aku akan kasih kalian pelajaran! terutama kamu Hani! aku akan buat papa abbas benci sama kamu!!" kata Sania yang kemudian pergi dari sana.


beberapa saat setelah Sania pergi, Alya kemudian datang lagi dengan wajah yang kusut.


"kamu kenapa?" tanya Hani yang melihat wajah Alya kusut bagai baju kurang setrika


"kesel! aku gak tau kalian ada urusan apa. tapi aku kesel karna kalian gak ikutin aku juga!! kayak ngerasa asing tau gak!" kata Alya sambil melingkar kan tangan di dadanya


"biasanya kamu gak mau ikut campur kalau masalah pribadi, kenapa sekarang merasa keberatan?" tanya zoya dengan wajah datarnya


"karena kamu ngikutin indah tapi gak ngikutin aku! indah kan juga temen baru!!" kata Alya dengan kesal


"Al.. aku sama Sania dan zoya itu saudara.. ini beneran tentang hal pribadi, kamu jangan marah ya.. " kata Hani dengan lembut, takut jika Alya benar-benar marah pada mereka


"huftt.. bilang kek dari kemarin! aku kira kami gak saudaraan sama mereka. ya udah lah gak jadi kesel, aku juga gak punya kebiasaan campurin urusan pribadi orang" kata Alya sambil membuka kembali bukunya


"kamu gak marah kan? " tanya Hani panik


"enggak.. kamu kenapa panik? aduh.. indah kamu jangan terlalu baik jadi orang.. kebaikan kamu bisa di manfaatin orang tau gak! baik boleh.. tapi jangan sampai goblok karena terlalu baik. mending kamu ikutin gaya Hani noh.. ya walaupun kasar, cuek tapi dia punya hati yang baik, buktinya dia temenan sama aku yang orang baik ini" kata Alya sambil mengibaskan hijabnya


"hm ya. aku terlalu baik hingga berteman dengan orang sepertimu!" kata Zoya yang membuat Alya gagal narsis


"maksut kamu ngomong ORANG SEPERTIMU itu apa? aku temen yang baik lho.. !" kesal Alya yang membuat Hani tertawa mendengarnya


"sstt... udah jangan berisik! nanti kita di denda" kata Hani yang masih sedikit tertawa.


🌹🌹🌹🌹


Hai guys..... πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan komen ya supaya mimin lebih giat nulis dan up-nya~


semoga suka dan DAN SALAM HANGAT DARI AUTHOR πŸŒΉπŸŒΉβ˜Ίβ˜ΊπŸ˜‡


__ADS_2