Santri Mafia

Santri Mafia
drama di perpus


__ADS_3

Zoya yang sedang duduk di depan gurfahnya sambil membolak-balikan bukunya tanpa membacanya. Zoya berniat menyelinap keluar besok, karena besok juga hari jum'at jadi Zoya akan lebih leluasa untuk keluar.


"zo.. Hani.. aku lupa ngasih tau kamu. aku udah ngelakuin sesuai rencana kamu. tapi.. aku makasih hawatir papa akan tersinggung" kata Hani yang baru datang dan langsung duduk di samping Zoya


"om abbas tidak akan marah. dari yang aku lihat saat di rumahmu, dia begitu menyayangimu. bahkan dia melindungimu dari santi, hanya saja caranya yang diam-diam" kata Zoya sambil memainkan pulpennya.


"aku tau papa baik, tapi aku masih terluka dengan sikapnya dulu. dan meskipun begitu, aku selalu merindukannya.. waktu aku kerumah tante Lara, aku gak sengaja liat papa di jalan. itu cukup buat melepas sedikit rinduku padanya" kata Hani dengan senyum nya


"hm. kamu masih beruntung bisa melihatnya, aku bahkan tidak tau ayahku di kuburkan dimana" kata Zoya yang kemudian masuk ke gurfahnya. Hani merasa sedih dengan ucapan Zoya, benar memang dia harus bersyukur untuk itu.


******


"Lance, apa kau menemukan sesuatu?" tanya Diky yang sedang menyiapkan makan malam untuk nya dan Lance. kini mereka berada di rumah Diky, dan Lance tinggal di rumahnya. hari ini Lance pergi untuk menyelidiki tragedi yang di alami Zoya


"hm. ya, aku menemukan beberapa hal, hanya saja itu belum jelas" kata Lance yang sudah duduk di sana


"apa yang belum jelas?" tanya Diky heran


"malam itu, selain BLACK DEMON ada klan misterius juga disana. bisa di bilang ada orang selain Gini yang mengincar keluarga Zoya. tapi entah mereka mengincar atau tidak itu belum jelas" jawab Lance


"mengejutkan! apa Gino tidak tau hal itu?" tanya Diky lagi


"mungkin tidak, karena jika dia tau dia tidak akan membiarkan hal itu!" kata Lance


"hm.. benar juga. baiklah, kita makan malam dulu" kata Diky sambil memulai makan malamnya


"'Zoya harus tau tentang hal ini' batin Diky yang sedang menyuapi makanannya


*****


"Hani.. malam ini kita gak ada Diniyah malam, gimana kalau kita belajar ngaji, kamu kan belum lancar ngaji nya" ajak Alya yang baru turun dari musholla bersama Zoya dan Hani setelah selesai sholat isya'


"tentu! aku juga mau ngaji.. !" jawab Hani, sedangkan Zoya hanya manggut menanggapi

__ADS_1


.


.


.


sudah pagi, Zoya kini baru selesai mandi setelah mengantri begitu lama. karena Zoya berniat untuk kabur, jadi Zoya menghindari Alya dan Hani sejak subuh tadi. tapi bukan Alya namanya jika tidak berhasil nempel pada Zoya, Alya mengajak Hani dan Zoya untuk ke perpustakaan. karena ini hari libur jadi mereka punya banyak waktu untuk membaca buku di perpustakaan.


selain Alya, Hani juga adalah seorang kutu buku. Zoya sangat malas mengikuti kemauan Alya tapi juga tidak bisa menolaknya, jadi mereka bertiga menuju perpustakaan. sampai di sana, Alya dan Hani tidak memperhatikan ada sebuah papan yang di pajang di samping pintu perpus, Zoya menyadari tapi tidak sempat membacanya karena Alya menariknya untuk cepat masuk kedalam.


saat sampai di dalam, mereka terkejut karena ada beberapa santri putra yang sedang menyusun Buku-buku di rak.


"kyaaaaaa.. !!! maling.. !!" teriak Alya dan Hani bersamaan membuat para santri putra itu terkejut hingga ikut berteriak maling.


"woii!! kalian ngapain di sini!" bentak salah satu di antara mereka pada Zoya, Hani dan Alya.


"harusnya kami yang nanya! kalian ngapain masuk kesini!" bentak balik Alya


'astaga!! ini memalukan!' batin Zoya sambil menutup wajahnya dengan sebelah tangan


"itu.. kami minta maaf, bukan kami gak punya mata, tapi kami tidak memperhatikannya" kata Zoya sambil menarik tangan Alya dan Hani untuk keluar dari sana


"kayaknya aku tau kalian deh! ohh.. aku inget.. kalian yang nyasar sampai musholla putra waktu itu kan?" kata seseorang yang sebelumnya hanya diam saja.


jlebb..


seakan hati Alya dan Zoya tertusuk pedang dari belakang. mereka sangat malu mendengarnya


"bukan!" celetuk Alya sok acuh padahal wajahnya sudah semerah tomat karena malu.


"tunggu! kamu yang waktu itu nabrak aku kan?" kata seseorang lagi yang muncul dari balik rak


Zoya yang sudah melangkah akan keluar dengan Alya dan Hani tiba-tiba berhenti dan menoleh kearah belakang.

__ADS_1


"oh? yang waktu itu aku tubruk sampai jatuh? aku ingat kamu juga jadi ketua panitia kemarin, ada apa? mau balas dendam?" tanya Zoya dengan wajah datarnya


"balas dendam? aku tidak seburuk itu. tapi waktu itu tasbih ku terjatuh di sana, apa kamu menemukannya? jika ia, bisa kamu kembalikan padaku?" kata Alfaeza yang mengingatkan Zoya pada benda yang memang di temukannya


"aku menemukannya, tapi sayangnya aku tertarik pada tasbih mu. dan juga aku yang menemukannya jadi itu milikku sekarang" kata Zoya yang kemudian keluar dari perpus dengan Alya dan Hani


"Hani.. itu gak baik, tasbih nya kan punya ustadz tadi. kamu harus balikin" kata Hani pada Zoya


"tidak mau" jawab singkat Zoya yang berlalu meninggalkan mereka di belakang


"Hani bar-bar juga ya! berani banget nantangin ustadz ganteng, gak takut di marahin apa.. " kata Alya yang sambil memeberikan jempolnya kearah Zoya yang sudah jauh didepan


"astaga! Hani harus di ingetin!!" kata Hani sambil berjalan cepat.


Zoya kini berasal di belakang gedung asrama, karena Zoya berniat kabur, jadi dia tidak akan lewat gerbang. dia memilih untuk memanjat tembok yang tinggi di belakang asrama.


Zoya mulai memanjat melalui lubang-lubang tembok, Zoya merasa senang karena cukup mudah baginya untuk naik. tapi saat sudah berada di atas tembok, Zoya mulai kesal lagi, karena di bawah tempatnya akan melompat bukanlah tanah melainkan sungai yang airnya sudah kering. ketinggiannya bertambah dua kali lipat, tapi Zoya tetap kekeh akan keluar dari sana dengan melompat. Zoya melihat kebawah untuk melihat tempat yang aman baginya melompat


brukk..


Zoya mendarat di tempat yang tidak memiliki batu. tapi karena sedikit licin, kaki Zoya keseleo dan sedikit tergores karena kerikil di kakinya sekarang begitu tajam.


"sshh.. ayolah!! ini bukan waktunya untuk meringis! ini hanya luka kecil" gumam Zoya sambil berusaha untuk berdiri


"ahh.. sial!! aku harus pulang, jika tidak, orang lain akan tau aku disini, aku tidak ingin mendapat kan hukuman" gumamnya sambil berjalan keluar dari sungai kering itu.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hai guys... ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


jangan lupa like dan komen ya supaya mimin rajin up nya


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR ๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜บโ˜บ

__ADS_1


__ADS_2