
"emang dia ngomong apa?" tanya zoya pada hani
"besok kayaknya aku bakalan di jemput pulang ke Indonesia, buat di jodohin" kata hani lesu
'hani meskipun sangat ingin melawan tapi sepertinya dia tidak berani' batin zoya
zoya duduk di dekat nenek dan mulai bertanya pada hani lagi
"ni... kamu kayaknya enggan banget ya pulang ke indonesia?" tanya zoya sengaja untuk memastikan lagi keputusan zoya
"sebenarnya iya... tapi aku malah gak bisa ngebantah mama santi" jawab hani
"kamu pernah gak setelah berunur 16 tahun ini ketemu dia, maksutnya dia pernah liat kamu gak? mungkin lewat foto atau apa... ?" tanya zoya lagi
"gak" jawab hani sambil menggelengkan kepala nya
"kok kamu nanya gitu? ada apa?" tanya hani balik
"gak papa, karna mama kamu gak pernah liat kamu gimana kalok aku yang gantiin kamu" kata zoya berinisiatif
"hah?" hani terkejut dengan ungkapan zoya, bahkan nenek juga sama terkejutnya dengan hani
"kenapa? toh juga mereka belum pernah liat kamu setelah gede, aku gantiin kamu juga gak akan ada yang tau, kamu tenang aja aku gantiin identitas kamu bukan karna apa, aku cuma mau bales kebaikan kamu doang dan.... sekalian sih mau sembunyi dari orang-orang jahat yang nyariin aku sekarang" alasan zoya
benar,, zoya memang ingin menggantikan identitas hani untuk mengubah pandangan mama tirinya agar tidak menindas hani lagi, mungkin... hani terlalu baik hingga mudah di manfaatkan tapi berbeda dengan zoya. zoya berniat untuk membalas sedikit dendam hani pada mama tirinya itu meski hani tidak akan menyetujui nya tapi zoya tetap akan melakukannya
"hah?? zoya gak perlu sampai harus gantiin aku balik ke Indonesia buat Terima kasih, tapi buat sembunyi itu cukup masuk akal" kata hani
sengaja zoya menggunakan alasan "sembunyi" agar hani tidak menolak inisiatifnya untuk menggantikan hani
"tapi nak.... mama tiri hani itu sangat kejam, bagaimana jika kamu di buat sengsara oleh-Nya" kata nenek hawatir pada zoya
'apa... ini rasanya di khawatirkan? karena aku sudah kalian anggap teman dan keluarga maka aku tidak akan menyia-nyia kan kebaikan ini, manggantikanmu adalah hal sepele, aku akan membuat mereka yang berani membuatmu merasa takut untuk pulang agar mereka tak berani mengingat dunia' batin zoya
"iya.. nenek bener.. zoya.. kamu... "
"jangan hawatir, aku gak akan kenapa napa kok, besok biar aku aja yang gantiin kamu hani, oh ya... kamu juga bisa tenang ngelanjutin study kamu disini, buat yang di Indonesia serahin aja ke aku, tapi... kamu ganti nama ya, jangan pakek nama hani, karena hani akan kembali ke Indonesia besok" kata zoya sambil tersenyum
__ADS_1
"tapi.... " hani masih ragu dengan keputusan zoya, bagaimana mungkin dia akan menggantikan dirinya? kalau diingat ingat mama santi adalah orang yang cukup kejam bahkan papanya juga sudah di bawah kendalinya dan saudara tirinya sama dengan mama tirinya itu, sama sama kejam dan licik, juga egois.
"aku sudah putuskan gak ada tapi tapian... besok aku yang berangkat ke indonesia" kata zoya
"Mmm.... tapi kamu Hati-hati ya..., kalok ada apa apa hubungin aku.. " kata hani masih dengan berat hati
"yah.. tentu saja,, oh ya aku baru bangun sekarang laper banget" kata zoya yang begitu enteng karna merasa kehangatan mereka sudah di adaptasi dengan baik olehnya, zoya seakan merasa kalau dirinya sudah tidak sungkan lagi pada hani dan neneknya
"eh... kamu sih... baru bangun udah ajak ngobrol kan lupa jadinya, ayo kedapur sekalian kamu aku ajari masak" ajak hani pada zoya sambil menarik tangan zoya
'aku masih suka disni, akan ku buat mama tiri hani mengurungkan niatnya untuk menjemput hani' batin zoya
di dapur zoya benar-benar belajar memasak pada hani, keterampilan memasak hani cukup hebat. menu yang mereka masak hari ini adalah udang goreng vanila, kangkung tumis, dan ikan goreng menu yang sangat nikmat
selain itu zoya juga menanyakan apa saja nama-nama bumbu rempah yang ada di depannya pada hani. hani benar-benar tidak habis pikir jika zoya tidak tau nama benda yang ada di depan nya itu. tidak sepenuhnya zoya tidak tau, hanya saja di sedang ingin mendengar hani menjelaskan satu persatu peran benda-benda itu untuk makanan.
"hani kamu hebat banget, udah cantik pandai masak lagi.. " sanjung zoya pada hani
"haha... kamu gimana sih, kan wanita emang harus pandai masak, kalok gak pandai gimana kita bisa jadi istri dan ibu bagi anaknya nantinya?" kata hani sambil tertawa kecil
"oh ya... kamu.. sebelumnya kamu tinggal di mana?" tanya hani pada zoya
"aku ya.. aku... " zoya bahkan tidak ingat alamat rumahnya sebelumnya, karena selama ini dia tinggal di mansion milik gino, kadang juga dia tinggal di markas utama
"eh... kalok gak mau cerita juga gak papa kok. udah nih,,,, ta.. ra... semuanya udah selesai, yuk makan" ajak hani
"iya... " jawab zoya
hani, nenek dan zoya makan bersama siang itu.
selesai makan zoya membantu hani untuk mencuci piring kotor, awalnya zoya tidak tau cara dan harus memulai mencuci piring itu seperti apa, karena dia tidak pernah mencuci piring sebelumnya. yang dia tau hanya mengangkat pistol dan belati.
zoya memperhatikan cara hani, begitu lihai saat menggerakkan tangannya. zoya terdiam memperhatikan hani yang mencuci piring. zoya merasa sedikit malu memikirkan dirinya yang juga seorang wanita tapi bahkan cuci piring pun dia tidak tau caranya.
selesai dengan kegiatannya itu, zoya dan hani kemudian beranjak menuju ruang keluarga. saat sedang berjalan menuju ruang keluarga telpon rumah itu berbunyi, zoya merasa yang menelfon itu adalah mama tiri hani.
hani mengangkat telfon itu, dan benar saja telepon itu dari mama tirinya. sebenar nya hani punya telfon gengganm, tapi hani tidak ingin banyak berhubungan dengan mama tirinya yang kejam, jadi dia hanya menggunakan telpon rumah itu saja untuk berinteraksi dengan mama tirinya itu.
__ADS_1
"apa lagi sih ma.. " suara hani yang berusaha untuk tegas tapi tetap terkesan lembut
'hmm.... apa lagi yang ingin mama tirinya hani omongin?' batin zoya yang diam mendengarkan di samping hani
sebelum itu zoya sudah membesarkan volume telfon itu agar dia juga bisa mendengarnya, hani hanya diam saat zoya menekan pembesar volume itu
*kamu siap-siap, besok mama dan sania akan ke Singapura buat jemput kamu, jadi kamu gak boleh nolak!* kata seorang di balik telpon yang bukan lain adalah mama santi
hani menatap kearah zoya mengingat Kata-kata zoya sebelumnya yang ingin menggantikan identitasnya. zoya mengambil telpon itu dari tangan hani segera
"aku menolak, aku gak mau pulang ke indonesia" kata zoya dengan lantang. hani cukup terkejut mendengar kata zoya
*gak ada penolakan!!! kalok kamu nolak mama akan bilang ke papa kamu kalau kamu sudah tidak mengingin kan keluarga ini lagi, dan nama kamu akan di coret dari daftar ahli waris papa kamu!!* ancam mama santi di balik telfon
'apa sih ni orang, malah ngancem gini' batin zoya
"kalok gitu, kasih aku waktu dua minggu lagi, setelah itu aku baru pulang" kata zoya
*gak!! mama gak setuju, pokoknya besok kamu balik ke Indonesia bareng mama, mama akan jemput kamu titik!!* kata mama santi tegas
"kalau aku menolak?" kata zoya ketus
*mama sudah bilang, nama kamu akan di coret, dan sania akan menjadi ahli waris harta papa kamu!!* ucapnya dengan tegas
'aku tidak akan membiarkan hani kehilangan haknya' batin zoya
"baik!! kalau begitu besok aku akan menunggumu di bandara" kata zoya yang langsung menutup telfon itu tanpa basa basi karena memang itulah kebiasaan zoya saat masih berada di bawah kendali gino
hani hanya melongo dengan sikap zoya pada mama tirinya itu. hani tidak menyangka jika zoya akan seberani itu
"kamu tenang aja, anggap aja aku ke Indonesia gantiin identitas kamu untuk sembunyi. oh ya... kamu harus inget buat ganti identitas kamu setelah besok, karena hanifa miftahul jannah akan kembali ke Indonesia" kata zoya
"iya... bagaimana kalau aku jadi kamu aja" kata hani berinisiatif
'jadi aku?? hani kamu gak tau zoya di buru karena apa, astaga untung dia ngomong, kalau gak aku gak tau deh dia akan di jadiin apa sama gino' batin zoya
"gak boleh!! hani kamu tau kan aku lagi di buru sama orang-orang jahat itu" kata zoya mengingatkan hani
__ADS_1