
"eh gimana ya kabarnya yang nyasar kemaren? pasti mereka malu banget mana kita tau nya juga dari ummi lagi hahha.. "
"iya bener.. tapi aku juga pengen nyasar mana tau ketemu jodohku haha.. jadi penasaran deh mereka pasti seneng banget bisa liat ikhwan ikhwan ganteng ahh.. jadi pengen ikut nyasar haha.. "
"iya ya.. bisa liat mereka aja mustahil kalau udah disini. kecuali kalau ada acara tapi itu pun gak boleh angkat kepala.. mereka beruntung banget pasti haha.. "
gosip gosip itu didengar alya dan zoya yang melintas di samping mereka. zoya dan alya saling memandang menahan tawa mengingat betapa konyolnya mereka kemarin. saat ini mereka ingin ke pasar yang terletak masih di dalam kawasan pondok, mereka ingin membeli sarapan karena hari ini masih tidak aktif karena ini adalah hari kedua mereka masuk pesantren
"tapi kalau dipikir-pikir lucu juga ya kita.. untung ada ustadz ganteng yang nolongin kalau enggak kita udah jadi badut dadakan kemarin" kata alya sambil terkekeh
"gak lama di sana juga kita udah jadi badut, noh buktinya sampe sekarang kita di ketawain" kata zoya dengan wajah malasnya
"haha.. iya.. han kamu sebelumnya pernah tersesat gak? kalau aku sih ini yang kedua kalinya" tanya alya yang membangkitkan rasa penasaran zoya
"kapan kamu pernah tersesat?" tanya zoya balik
"waktu SMP haha.. waktu itu aku murid baru terus mau nyari kantor KEPSEK eh malah nyasar masuk ruang BK. bapaknya sampe kaget terus bilang gini *kamu siapa! kamu hantu ya.. ? bapak gak pernah liat muka kamu disini! jangan-jangan kamu kuntilanak penunggu gedung?! kalau emang iya pergi sana! jangan gangguin saya.. ! kalu kamu gak pergi nanti saya goreng kamu jadi oseng pete!!* katanya sambil gemeteran haha.. mana muka bapaknya lucu banget lagi kumis nya ampe ikut gemeteran hahaha... " cerita alya sambil mempraktikkan gaya guru BK nya
"iya sih kamu kayak kuntilanak penunggu gedung, pucet. " kata zoya sambil menahan sedikit tawanya
"ihh.. hani! jahat kamu.. !! kok kamu ngomong gitu sih! jangan-jangan kamu jodoh lagi sama guru BK ku, kalau emang bener wahh hahaha.... " tawa alya semakin menggelegar di telinga zoya
pltakk.. !!
__ADS_1
"aduh.. " zoya menjitak kening alya hingga alya meringis kesakitan sambil mengelus keningnya
"enak?" tanya zoya dengan wajah tak berdosanya
"hehe iya enak! rasanya kayak lagi makan anggur campur coklat! enak bangeuutt~" kata alya dengan kesalnya
phuftt...
zoya malah tertawa dengan suara dan gaya centil alya. sampai di pasar pondok, alya mengajak zoya membeli mie dan es susu. dua hal itu tidak pernah zoya makan bahkan sentuh sebelumnya, meski sempat memakan mie di rumah hani sebelumnya tapi yang ini teksturnya sedikit berbeda, jadi zoya kurang yakin dengan rasanya. zoya sangat membenci susu karena baginya susu terlalu amis sedangkan mie dia memang tidak suka karena tekstur, dan tampilan nya. zoya beberapa kali menolak tapi alya memaksanya terus hingga alya membelikan untuk zoya meski zoya tidak mau. sudah ada dua Mika mie dan dua bungkus es susu di tangan alya kini alya kembali mengajak zoya membeli cemilan untuk cuci mulut. zoya hanya ngikut saja, menolak juga tidak ada gunanya sungguh alya sangat menjengkelkan baginya pagi ini.
alya membeli telur lilit untuk di makan dengan mienya, kemudian membeli gorengan dan terakhir jajanan kelepon. zoya hanya membeli dua botol air karena alya sudah banyak membeli makanan untuk mereka berdua meski zoya tidak tau apa yang alya beli.
sampai di depan gedung sekolah MA, alya mengajak zoya duduk di teras dan makan di sana. ini untuk pertama kalinya zoya merasa menjadi anak jalanan yang makan di pinggiran jalan seperti tak punya rumah. zoya menolak beberapa kali tapi alya terus memaksa, oh ya Ampun.. zoya kehilangan dirinya yang tak terbantahkan dulu. dan kini dia menjadi penurut yang sangat baik. mereka duduk saling berhadapan, alya membuka semua makanan yang di belinya dan di perlihatkan pada zoya
alya memakan telur lilit itu dengan cepat, zoya hanya menuruti saja. saat telur lilit sudah bersarang di mulut zoya, zoya baru menyadari jika telur lilit itu sangat enak. pantas saja alya menyukainya pikir zoya. habis telur lilit di makan nya, alya mulai memakan mienya. zoya sudah tidak tahan melihat alya yang mengunyah mie dengan senangnya sambil menggoyangkan kepala, zoya ragu-ragu untuk mencoba mie di depannya. tapi melihat alya begitu lahap mungkin mie itu tidak seburuk yang dipikirkannya jadi alya mulai mencoba sedikit.
'tidak seburuk itu.. meski tampilannya sangat jelek keriting tak karuan tapi rasanya sedikit lumayan' batin zoya sambil menyumpit mie nya untuk kedua kali.
"gorengannya juga enak lho.. mau coba?" tanya alya sambil memberikan tempe goreng itu pada zoya. zoya mencobanya tanpa berkata apapun.
kriukk..
benar-benar crispy dimulut zoya, rasanya juga tidak mengecewakan lidah dan malah zoya ketagihan. mie telur lilit dan gorengan ludes mereka lahap, tersisa es susu dan kelepon. zoya berfikir mungkin susu itu juga tidak akan mengecewakannya karena sebelumnya semua yang alya sodor kan tak ada yang mengecewakan jadi zoya yang sedang haus itu langsung menyeruput es susu didepan nya
__ADS_1
'amis!! aku lebih suka bau amis darah dari.. tungu! ah.. aku lupa sudah tobat! tobat zoya tobat... ' batin zoya yang kembali meminum es susu di tangannya karena hausnya masih terasa
"ahhh... segernya.. giliran ini!! hani kamu suka kelepon gak?" tanya alya pada zoya sambil mengambil satu
"belum pernah coba" jawab zoya sambil memperhatikan jajanan itu
"hah? serius?? ini enak tau.. coba deh kamu gigit setengah enak banget.. " kata alya dengan wajah meyakinkannya. zoya nurut saja dan mengambil satu, teksturnya yang kenyal dan warna hijaunya cukup membuat zoya penasaran akan rasanya. zoya dengan ringannya menggigit kelepon itu hinga..
******...
gula merah muncrat ke wajah dan matanya hingga membuatnya diam seperti patung.
"hahaha.... hahaha... haha.. "tawa alya menggelegar tak terkendali melihat eksperi zoya yang begitu lucu dimatanya. zoya masih mematung karena terkejut, itu membuat alya tak mampu menghentikan tawanya. kesalnya zoya dengan gula dan tawa alya yang tiada henti sejak tadi membuatnya gelap mata hingga memakan semua jajanan itu tak tersisa. kini masih ada satu di tangan alya, zoya merampasnya dan memasukkan nya ke mulut dan mengunyah dengan kasarnya berharap jajan itu akan kesakitan terkena gigi-gigi kuatnya.
"hanii!!! itu bagian ku.. !! ih kamu mah rakus!!" kesal alya yang menghentikan tawanya
"sudah puas mengejek ku?" tanya zoya dengan tatapan membunuhnya. bukannya takut alya malah melanjutkan tawanya. zoya semakin kesal dan menyeruput habis es susu miliknya dan milik alya dalam sekejap membuat alya semakin terbahak tertawa karena tingkah zoya yang melampiaskan amarah pada makanan.
πΉπΉπΉπΉ
Hai guys..... ππ
jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya supaya author rajin nulis dan up-nya~
__ADS_1
semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR βΊβΊπΉπΉ