
seperti biasa, sore jum'at para santri di izinkan keluar asrama. Alya, Hani Zoya dan tentunya Sania mereka berjalan bersama. Sania yang sudah mulai akrab dengan mereka juga sangat antusias saat di ajak keluar oleh Hani, meski Alya masih sedikit tidak suka tapi tetap menerima keberadaannya
Zoya yang ikut keluar karena ingin bertemu Rafendra hanya mengikuti langkah mereka dari belakang. tak ada niatan untuk Zoya bergabung pada keasyikan mereka yang tengah mengobrol tentang santri putra yang dilihatnya sore jum'at minggu lalu
"zo.. Hanifa.. !" panggil Ummi yang berada sedikit jauh di belakang mereka, Zoya menoleh dengan cepat karena mengenal suara itu. dengan sopan Zoya menghampiri ummi.
"iya Ummi.. " kata Zoya setelah sampai di samping ummi
"temenin Ummi ke butik sebentar" kata Ummi sambil mengajak Zoya melanjutkan jalannya
Zoya manggut dan mengikuti Ummi dari belakang, Zoya sedikit menghela nafasnya karena niatnya bertemu sangat saudara kembar malah harus di urungkan nya. apalagi tiga cecunguk yang didepannya tadi malah menghilang begitu saja dari pandangan.
Ummi dan Zoya sampai di depan butik yang di tujunya. Zoya melihat butik itu lengkap, dari baju pria sampai wanita, dari sarung sampai hijab. Zoya melihat gamis-gamis yang cantik dan elegan terjejer rapi disana, dan bahkan ada gamis Abaya juga tapi Zoya malah tidak tau namanya Zoya hanya melihat gamis abaya itu begitu indah.
'ntah sejak kapan, tapi yang pasti aku merasa bingung dengan selera ku akhir-akhir ini.. bahkan baju-bajuh yang seharusnya aku anggap heboh ini malah terlihat cantik sekarang' batin Zoya
mata Zoya tak sengaja menangkap dua orang yang tengah memilih koko dan sarung. awalnya Zoya ingin menghampirinya tapi dia ingat situasi dan tempat, tidak menguntungkan baginya jika di endekati dua ikhwan itu. meski yang satunya cukup mengesalkan Zoya ketika melihat wajahnya, siapa lagi kalau bukan Ustadz Alfaeza dan Dimas. entah sejak kapan mereka saling kenal, Zoya hanya merasa penasaran sebelumnya Dimas bersama dengan Rafendra dan sekarang Alfaeza. apa Dimas mengenal semua orang yang Zoya kenal? entah kenapa juga Zoya berfikir begitu.
__ADS_1
"Hani.. ngapain kamu disini? ayo ikut masuk" ajak Ummi yang menghampirinya karena dia yang tk untung masuk sejak tadi
"ma.. maaf Ummi"
Zoya kemudian ikut masuk kedalam. Zoya menunggu Ummi di sampingnya yang tengah berbicara pada orang butik itu, tentu saja Zoya mendengar semua yang Ummi dengan orang butik itu bicarakan. ternyata butik itu milik Ummi sendiri Zoya merasa iri dengan Ummi yang begitu rendah hati, siapa yang tau Ummi adalah pemilik butik yeng besar itu sedangkan sebelum masuk tadi Ummi begitu sopan seperti sorang pembeli.
"Zoya.. mm Hani.. tunggu Ummi sebentar di luar ya" kata Ummi dengan lembut pada Zoya
"baik Ummi" awan Zoya yang kemudian keluar dari ruangan itu. Zoya tidak lagi melihat dua orang sebelumnya, Zoya tidak ingin lama-lama disana dan keluar butik untuk menunggu Ummi dari luar. ketika Zoya akan duduk di bangku yang tersedia di depan butik Lagi-lagi mata Zoya menangkap sesuatu yang mengejutkan. jantung Zoya terasa hampir berhenti karena terkejut dan lagi yang di lihatnya kali benar-benar kejutan bagi jantungnya. Zoya menetralkan keterjutannya dan segera balik badan masuk ke butik lagi.
"bagaimana willy dan Gino ada di empat ini? Lance.. apa dia yang memberitahukan semuanya? seharusnya aku tidak mempercayainya! bodoh!! kamu bodoh Zoya!! kenapa kamu memberikan satu kesempatan lagi untuk bajingan itu!!!! tapi.. aku mengenal Lance.. seharusnya bukan dia.. lalu siapa? ah.. aku lupa, kali ini aku berurusan dengan Gino! seharusnya jangan meremehkan Gino! lalu sekarang bagaimana? apa aku akan keluar? tidak.. itu akan memancing keributan krena Gino tidak mungkin membiarkanku bernafas dengan tenaga walau sedetikpun.. tapi tidak keluar juga akan membuat keributan bulan.. ? lalu bagaimana ini?" gumam Zoya sambil bolak balik dengan menggigit ibu jarinya.
"Hani ada apa?" tanya Ummi dengan tersenyum ramah
"um.. Ummi.. anu.. bukan.. bukan apa-apa.. " kata Zoya gugup.
Ummi melirik keluar, matanya seolah menunjukkan sebuah keterkejutan yang sangat amat. Ummi juga menunjukkan wajah gelisah nya, Zoya yang awalnya mulai tenang karena Ummi didepannya kini merasa penasaran karena wajah Ummi yang berubah satu detik setelah sedikit melirik keluar. Zoya juga ikut melirik kembali keluar butik dengan sedikit menutupi wajahnya. Gino dengan willy masih berdiri disana dengan posisi yang sama, seolah sedang mengamati sesuatu. Zoya kembali berfikir, jika ada willy maka ada yang lainnya, tunggu! apa Gino datang untuk menyerang? oh shitt.. Zoya semakin cemas dengan itu. ini bukan tempat yang tepat untuknya, meski dia tidak peduli apapun tapi tempat ini sudah di anggap nya rumah dan.. begitu banyak orang tak berdosa disini, Zoya menghawatirkan mereka semua entah sejak kapan tapi itu memang di akui nya.
__ADS_1
"Zoya apa mereka datang untukmu? kamu tau kan ini bukan tempat untuk mereka bermain-main!" kata Ummi tiba-tiba yang membuat Zoya berpaling padanya dengan wajah bingungnya
"aku tau siapa mereka dan aku tau siapa kamu.. sekarang aku tidak ingin ada keributan apapun di tempat ini.. pancing mereka menjauh, aku akan menyusulimu" perinta Ummi yang membuat Zoya semakin bingung dan mulai menerka-nerka.
"Zoya cepat!! aku akan menyuruh para santri masuk dulu! ini bukan waktunya untukmu mencari jawaban! di ruangan ujung kiri ada beberapa benda yang kamu butuhkan. pergi sekarang!!" perintah Ummi dengan suara tegasnya, yang berbanding jauh dengan sebelumnya. tanpa pikir panjang lagi Zoya segera menuju ruangan yang di tunjukkan Ummi, Zoya terkejut, ternyata di dalam sana adalah tempat latihan, jagankan pistol bahkan berbagai macam pisau dan senjata lainnya terpampang bebas di sana. Zoya melirik lemari baju yang berada di balik papan pajangan untuk segala bentuk panah, Zoya masuk kesana dan segera mencari baju untuknya berganti. usai dengan segala pakaian hitam dengan di pasukan hijab dan masker hitamnya Zoya mengambil tiga macam pistol, kemudian dia pisau lipat dan dua lagi pisau terbang. selain itu Zoya juga mengambil pisau beracun dan menyelipkannya di belakang hijabnya.
"tidak sabar bertemu dengan idolamu ini hingga rela datang kemari ya?" ucap Zoya sedikit jauh di belakang Gino dan Willy, mereka berbalik mendengar suara yang begitu familiar di telinga mereka terutama Gino yang sudah menantikan nya begitu lama
"kau berani keluar? apa kau tidak takut aku meledakkan tempat ini?" kata Gino dengan senyum sumringah nya
"takut.itu sebabnya aku rela keluar untuk melihat singa yang sejak lama kepanasan ini" kata Zoya dengan senyum devil di balik maskernya
"heh.. bahkan kau merubah tampilan mulai untuk bersembunyi dariku" kata Gino dengan wajahnya yang berubah datar penuh amarah
"sembunyi? memang begitu. tapi sepertinya aku lupa jika yang mencariku selama ini adalah singa gila! bagaimana kalau kita duel satu lawan satu. berani?" ucap Zoya sambil menodongkan pistolnya tepat ke arah Gino begitupun Gino yang juga menodongkan pistol kearah Zoya. melihat Gino dan Zoya yang seakan meledak, para santri yang masih di gerbang berteriak histeris. karena mereka takut jika keduanya melepaskan tembakan dan keduanya ada yang tewas.
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Hai guys👋👋👋
maaf ya kalau ada yang masih typo🙏 semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR🙏🙏🫂