Santri Mafia

Santri Mafia
aku yang menyelamatkanmu


__ADS_3

"e.. ehh..., dokter... dokter... " teriak suster itu heboh setelah melihat zoya sadar,


beberapa saat setelahnya, dokter masuk keruangan di mana zoya sedang berbaring. dokter itu kemudian memeriksa keadaan zoya.


"keadaannya membaik, ini cukup bagus, kabari nona hani sekarang" kata dokter itu pada sang suster


"baik dokter" ucap suster itu kemudian pergi untuk mengabari "nona hani" yang si maksut dokter


"dok,, berapa lama saya disini?" tanya zoya pada dokter itu


"sudah dua bulan, kamu terlihat masih sangat muda kenapa sepertinya memiliki masalah yang cukup besar? kesalahan apa yang kamu buat hingga seseorang mencoba membunuhmu?" tanya dokter itu pada zoya


"....... " zoya tidak menjawab apapun, saat ini yang zoya pikirkan adalah gino dan anak buahnya yang mungkin masih sedang mencarinya di sungai


"dokter.... siapa yang membawaku kemari?" tanya zoya


"namanya nona hani, dia yang menemukan mu di pinggir sungai, sepertinya kamu terbawa arus, kamu kehilangan banyak darah, luka di dada kanan mu juga sudah sangat membengkak ketika di bawa kemari, darahmu bergolongan A- kami kehabisan stok darah dengan golongan yang sama dengan darahmu, sebelumnya kami dapat pendonor, tapi masih belum cukup untuk menggantikan darahmu yang hilang begitu banyak, luka mu tidak terlalu besar, tapi darah keluar begitu banyak. " kata sang dokter


'masih ada orang yang mau membantuku, apa aku pantas untuk menerima kebaikan setelah begitu banyak orang yang mati sia-sia di tangan ku?' batin zoya dengan tatapan sendu dari mata lesu nya


"dok, boleh aku bertemu dengan.... nona hani itu?" tanya zoya pada dokter yang setia berdiri di sampingnya itu


"tentu saja, saya sudah menyuruh orang untuk mengabarinya, seharusnya dia akan datang sebentar lagi" kata dokter itu


"...... " zoya masih memikirkan kenapa ada orang yang mau membantu dirinya manusia kejam itu.


ceklek....


suara pintu terbuka, suster itu masuk bersama seorang gadis yang umurnya mungkin sama dengan zoya saat ini


"dokter, bagaimana keadaannya?" tanya nya pada dokter


"sudah lebih baik, luka nya juga sudah akan kering, tapi rasa sakitnya masih ada" jawab dokter itu


"hmm?? apa kau sudah merasa baik?" tanya nya pada zoya


"kau yang membawa ku kemari?" tanya zoya balik


"iya.. aku melihatmu tergeletak dengan luka yang sudah membengkak " kata nya sambil menyentuh tangan zoya


"apa masih terasa sakit?" tanya nya lagi

__ADS_1


"aku Baik-baik saja, kenapa kamu menolongku?" tanya zoya balik


"ck, siapa yang melahirkan putri bodoh sepertimu? kamu masih nanya kenapa aku nolongin kamu?" gerutu wanita itu


"....... Terima kasih" kata zoya pelan


"hah... kamu sangat aneh, kenapa malah heran karna diri sendiri di bantu? sudah lah panggil aku hani, namamu siapa" tanya hani pada zoya sambil tersenyum manis


"zoya... sylfia zoya" jawab zoya


"hmm.. ? namamu sangat bagus, oh ya di mana keluarga mu? akan ku panggil kan nanti" kata hani lagi


"aku... keluarga ku sudah tidak ada.. " kata zoya dengan suara pelan sambil memalingkan wajahnya


"maksut mu.... dokter, boleh kami bicara berdua?" tanya hani pada sang dokter.


"tentu saja" kemudian dokter dan suster itu keluar meninggalkan mereka berdua dalam ruangan itu


"kamu....udah gak punya keluarga lagi? kemana mereka?" tanya hani pada zoya


".......... " zoya diam, teringat bagaimana kenangannya 6 tahun lalu, suara teriakkan, rintihan tangis, dan saudara sepupunya yang terbunuh tepat didepan matanya.


bagaimana dia akan menceritakan semua itu pada orang yang baru di kenalnya?


"kenapa berhenti?" tanya zoya


"mm... aku gak seharusnya cerita,,, kamu istirahat aja. oh ya.. karna kamu gak punya tempat tinggal kamu bisa tinggal dengan ku dan nenek nanti, istirahat saja dulu" kata hani


'kapan aku mengatakan tidak punya tempat tinggal?, tapi begini baik juga, jika kembali sekarang bukannya gino dan anak buahnya akan menangkap ku?' batin zoya


"Terima kasih" kata zoya pada hani


"gak perlu bilang makasih berkali-kali, eh iya.. kamu kan belum makan, aku ambilin bubur ya" kata hani yang kemudian mengambilkan bubur untuknya


"bubur? jangan-jangan... makanan lembek itu... " gumam zoya dengan ekspresi tidak suka saat membayangkannya


beberapa saat kemudian hani datang dengan membawa bubur ayam buatan neneknya yang sempat di bawa sebelumnya


"zoya ayo makan" kata hani


"mm... " zoya hanya melihat bubur itu, sebelumnya belum pernah mencobanya karna zoya tidak suka dengan tampilannya

__ADS_1


"ayo.. coba dulu, kamu mau sehat apa enggak?" kata hani memaksa zoya untuk makan


'sehat? aku ingin, dendam ku belum di selesaikan' batin zoya


"zoya jika kamu gak mau makan, aku akan memaksamu untuk memakannya nanti" paksa hani terus menerus karna zoya hanya diam dari tadi


"baik baik... aku makan" kata zoya


hani kemudian menyuapi nya makan. sebelumnya zoya tidak pernah ada yang memaksanya untuk melakukan apapun, karna tidak ada yang berani memaksanya, sekarang gadis di depannya malah memaksanya untuk makan, anehnya zoya malah tidak bisa menolaknya ntah apa yang zoya pikirkan saat ini


'hmm?? rasanya lumayan, enak... ' batin zoya setelah mendapat suapan pertama dari hani


"bagaimana? enak kan? ini nenek ku yang memasaknya" kata hani sambil tersenyum manis


"hani... boleh aku bertanya?" kata zoya


"apa?" tanya hani sambil bersiap menyuapi zoya


"itu.... di.. di mana kau menemukanku?" tanya zoya


hani menghentikan gerak tangan nya saat mendengar pertanyaan zoya


"aku menemukanmu di sungai, waktu itu kamu parah banget, jadi aku tolong. tapi waktu itu ada beberapa orang-orang aneh yang menelusuri sungai, mereka.... aahh... aku ingat mereka terus bilang harus menemukan zoya, zoya itu namamu kan? tapi mereka keliatannya bukan orang baik, waktu itu aku gak berani ngambil resiko ngasih tau mereka kalok aku nemuin kamu, karna keadaan mu sangat buruk takutnya mereka berniat jahat, jadi aku sembunyiin kamu, setelah itu aku gak pernah ketemu mereka lagi" cerita hani


'bahkan menyelamatkan ku dari orang-orang nya gino, ini untuk pertama kalinya aku melihat sisi lain dunia, hani.... Terima kasih,,, kau sangat baik' batin zoya


"mm... kamu kenal mereka?" tanya hani pada zoya


"mereka... mereka yang telah membunuh seluruh keluarga ku, mereka juga yang sedang mengejar ku" cerita zoya


'lucu sekali... aku malah begitu entengnya bercerita dengan orang yang baru ku kenal, tapi... mungkin hani cukup bisa di percaya' batin zoya


"apa.... ! mereka... jangan bilang merek juga yang menembak mu.. !?" tanya hani dengan sangat terkejut


"bisa di bilang begitu... " kata zoya sambil tersenyum kecut


"zoya.. berapa umur mu?" tanya hani dengan nada pelan


"16" jawab zoya singkat


"umur mu sama dengan ku.... " kata hani pelan

__ADS_1


"zoya kamu jangan nyerah!! kamu harus bangkit!! kamu jangan takut, aku akan membantumu!!" teriak hani tiba-tiba menyemangati zoya


zoya terkejut dengan teriakan hani, tapi dia juga hampir tertawa karna hani yang begitu bersemangat saat berteriak menyemangatinya.


__ADS_2