
"hani kau begitu baik... " kata zoya
"sudah, jangan memujiku lagi, aku juga gak selalu baik, kadang aku juga gak peduli sama orang lain" kata hani sambil mengambil tisu
"mm... hani, tadi kamu sempat cerita mama tiri mu sangat kejam?" tanya zoya
"akan ku ceritakan, di umur 2 tahun ibu ku meninggal dunia, aku asli orang Indonesia, papa nikah lagi, mama santi tidak menerima ku sebagai anaknya, dia juga punya anak tapi papa menerimanya dengan baik, aku di perlakukan seperti pembantunya saat itu aku baru berumur 3 tahun dan sudah di suruh mencuci piring dan pakaian, aku di suruh untuk melakukan semua pekerjaan rumah, aku juga jarang di kasih makan, kadang satu kali sehari kadang juga tidak, nenek tau soal itu dan menjemput ku kesini saat aku umur 9 tahun, selama ini tidak pernah bertemu mereka lagi, aku rindu papa tapi aku juga gak berani pulang ke Indonesia karna mama santi" cerita hani
"kau tidak melawan?" tanya zoya pada hani
"waktu itu aku masih kecil, dan tidak punya keberanian untuk melawan" jawab hani
"sekarang,, apa kamu pernah bertemu, atau menelfon dengan nya?" tanya zoya lagi
"yahh dia sering menelpon ku dan menyuruhku pulang, alasannya bukan karna rindu tapi ingin menjodohkan ku dengan seorang laki-laki kaya pilihannya, tapi untuk bertemu atau bertatap muka tidak pernah sama sekali setelah aku datang ke sini" jawab hani lagi
"lalu... apa kau mau di jodohkan?" tanya zoya untuk ketiga kalinya
"tidak,, aku... aku masih punya nenek disini jika aku pergi bagaimana dengannya? aku juga masih ingin melanjutkan pendidikan ku disini, tanpa gangguan dari mereka" kata hani
"hani boleh aku tau nama panjangmu?" kata zoya
"hanifa miftahul jannah" jawab hani sambil tersenyum
zoya tertegun mendengarnya, hani memiliki nama yang sangat indah
"nama mu sangat indah, apa artinya?" sanjung zoya sambil bertanya arti nama hani
"mm... miftahul itu berasal dari kata miftah yang artinya kunci, sedangkan jannah artinya syurga, tapi untuk Hanifa nya... aku masih belum faham hehe... " cengir hani
__ADS_1
'kunci syurga..... ' zoya hanya tersenyum mendengar arti dari nama indah hani
"kamu kenapa zoya?" tanya hani
"gak kok... aku gak papa... "kata zoya sambil tersenyum manis
"ahh... sudahlah, kamu juga sudah hampir sembuh, bagaimana kalau besok kita pulang, sisanya kamu dirawat di rumah"
"rumah?" tanya zoya kebingungan
"ck, kamu kan mau tinggal di rumah ku bareng nenek, nenek juga pengen ketemu sama kamu, kamu semenjak aku temukan sudah ku anggap teman, jadi anggap saja besok kamu pulang kerumah mu juga" kata hani menjelaskan
'teman.... ' batin zoya yang mengingat sosok lance yang selama ini selalu ada untuknya
"zoya.. kenapa kamu diam? kamu masih mau dirawat ya" tanya hani
"ah.. ng.. nggak kok, aku cuma kepikiran aja, selama ini aku gak punya temen, karna selama ini aku gak pernah keluar rumah" bohong zoya
"eh... kamu beneran gak punya temen? kalok gitu aku temanmu yang pertama dong, bagus kita jadi temen" kata hani dengan girang
"hani... kamu terlalu baik, apa kamu gak takut di manfaatin orang? contohnya.... aku" kata zoya dengan tatapan yang sulit di artikan hani
"ck, aku percaya orang baik bertemu dengan orang baik, udahlah... aku percaya sama kamu. oh ya hari ini aku pulang dulu ya, besok aku jemput kamu pulang bareng nenek" kata hani sambil berdiri
"iya... " kata zoya.
malam harinya, karna bosan dan zoya juga tidak bisa tidur dia memaksakan diri untuk menonton TV yang tersedia di sana
betapa terkejutnya zoya melihat berita di TV malam itu, gino dengan leluasa mengumumkan kan pada publik jika dia kehilangan adik angkatnya yang sangat dia cintai, siapa lagi jika bukan zoya, memang selama 6 tahun ini gino sudah mengasuhnya, jika di luar markas gino akan mengakui zoya sebagai adik angkat yang sangat dia sayangi, tapi di dalam markas zoya adalah boneka tempur yang dia didik dan taruh di tangan kanan nya.
__ADS_1
"heh.. bilang aku hilang? adik angkat kesayangan? ingin menemukanku dengan cara meminta bantuan dari publik? mimpi!!" gumam zoya sendiri
"baik, kau ingin menemukanku bukan? kalau begitu aku akan mengirimkan mayat zoya padamu" gumamnya sambil menggertakkan giginya melihat gino yang penuh air mata dalam layar TV
"benar-benar akting yang sangat bagus, bahkan semut juga ikut berduka melihat air matanya, tapi sayang piala Oscar bukan miliknya" gumam zoya lagi
keesokan harinya, hani dan neneknya benar-benar datang untuk menjemput zoya di rumah sakit itu. zoya merasakan kehangatan keluarga dari mereka, ya.. zoya untuk pertama kali nya merasa haru tapi dia tetap tenang agar tidak di lihat oleh nenek dan hani
setelah mereka sampai di rumah hani, zoya langsung di paksa istirahat di kamar hani, di sana zoya melihat foto-foto hani yang masih kecil, ada juga foto seorang wanita cantik, zoya sempat bertanya dan hani menjawab jika wanita di foto itu adalah ibu kandung hani
zoya merasa iri dengan hani, meski ibunya sudah tiada tapi hani masih bisa menikmati foto ibunya sedangkan dia jangan kan untuk foto bahkan untuk mengingat wajah ibunya pun zoya sudah tidak mampu karna meski ingatannya bangkit saat melihat rekaman CCTV sebelumnya masih ada ingatannya yang belum kembali dan masih terkunci jauh di dalam benaknya.
dua hari berlalu di rumah hani, hari itu zoya sudah bisa aktif seperti biasa, zoya turun dan ingin menemui hani dan nenek, tapi zoya tidak sengaja mendengar pembicaraan hani dan neneknya dengan seseorang dari telfon
"aku tidak mau pulang" gertak hani, volume hpnya hani besarkan supaya nenek juga bisa mendengarnya
*jangan ngebantah!! kamu harus menikah!!* bentak seorang di seberang sana menggunakan bahasa Indonesia
"aku bilang tidak mau, aku masih harus mengurus nenek disini, dan lagi aku mau sekolah disni, mama jangan paksa aku, aku gak mau nikah di umur 16 tahun" kata hani yang sudah sangat ketakutan mendengar suara orang yang di seberang sana
*mama gak mau tau kamu harus pulang, pokoknya kamu harus nikah, dan lagi adik mu mau melanjutkan sekolahnya juga, kamu jangan main-main kamu gak boleh nolak, besok mama akan menjemputmu, kamu tunggu disana* gertaknya lalu mematikan telfon
"nenek gak papa kamu tinggalkan disni jangan biarkan penyihir itu sampai melukaimu jika terus menolak, gak papa kamu turuti saja" kata nenek yang juga tak berdaya
"hani ada apa?" tanya zoya tiba-tiba
"zoya kamu kok bangun?" tanya balik hani
"emang kenapa? tadi aku nanya ada apa? siapa yang menelponmu? kenapa nenek memanggilnya penyihir?" tanya zoya
__ADS_1
"dia.. dia mama santi" jawab hani