
Zoya kembali ke ruangan ummi setelah kembali mendapat hukuman membersihkan musholla dan jeding santri wati sendirian. membutuhkan waktu tiga jam lebih untuk menyelesaikannya, usai sholat ashar Zoya kembali ke ruangan ummi karena sebelumnya Zoya sudah di pesan ummi jika pekerjaan nya sudah selsai dan sholat juga sudah di kerjakannya dia harus kembali ke ruangan ummi
"Assalamu'alaikum.. ummi" ucap Zoya di depan pintu menghentikan langkahnya melihat seseorang juga ada di samping sang ummi, dia adalah ustadz pagi tadi yang membentak nya di ujung gedung perpustakaan
"wa'alaikumussalam.. sudah selesai? ayo sini masuk" ajak ummi lembut pada Zoya. Zoya masuk dengan kepala menunduk, bukan karena dirinya hormat hanya saja dia begitu kesal melihat orang di samping ummi mengingat bentakannya pagi tadi
"ayo duduk.. Zoya, kemarin kalau gak salah Ustadz Alfaeza laporin kamu atas nama Hanifa Miftahul Jannah ya? tapi waktu ummi tanya nama kamu, kamu jawabnya Syilvia Zoya.. nama kamu yang benar yang mana nak?" tanya ummi dengan lembut tapi terkesan sangat berwibawa
"Syilvia Zoya ummi.. Hanifa Miftahul Jannah adalah nama samaran.. ada sedikit hal.. yang menyangkut masalah pribadi, itu sebab nya disini saya di kenal sebagai Hanifa ummi" jawab Zoya tenang dan masih menunjukkan rasa hormatnya pada sang ummi
"hmm.. begitu ya.. ya sudah, ummi memaklumi nya jika menyangkut masalah pribadi. ummi harap kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.. ummi sedikit kecewa dan ummi butuh alasan yang masuk akal kenapa kamu kabur malam kemarin" kata ummi dengan menatap Zoya yang masih menatap ke bawah
"rindu rumah, tapi Zoya gak benar-benar pulang dan hanya berada di luar kawasan asrama" bohong Zoya
ummi hanya manggut-manggut menerima penjelasan Zoya, bukan langsung percaya hanya saja ummi sudah sering mendengar alasan itu dari santri santri lainnya yang juga pernah bolos seperti Zoya
"ya sudahlah.. ummi cuma tidak ingin kamu mengulangi kesalahan itu lagi. jika sampai ummi tau kamu mengulangi nya lagi, hukumannya akan dua kali lipat dari ini faham! sekarang kamu kembali ke asrama, ingat!! ummi tidak mau mendengar satu pelanggaran lagi! jangan sampai ummi hukum kamu lagi!!" kata ummi tegas tapi masih dengan suara yang sopan masuk di telinga.
"iya ummi" kata Zoya tanpa mengubah posisinya
'tentu.. tidak akan ku ulangi lagi.. kecerobohanku! lain kali akan kulakukan dengan baik!' Batin Zoya
"permisi ummi, Assalamu'alaikum" Zoya kemudian berjalan menunduk keluar dari ruangan ummi.
"sudah selesai memandangnya?" tanya ummi pada seseorang yang sedari tadi berdiri di sampingnya
"m.. maaf mi, Ilham ga maksut.. " gugupnya
"haha.. tumben kamu natap santri wati kayak gitu. kamu suka sam zoya?" tanya ummi terus terang pada putra kedua nya itu
__ADS_1
"Astagfirullah ummi.. Ilham gak maksut apa-apa natap dia tadi! Ilham cuma memastikan kalau dia yang Ilham liat di tempat sampah pagi tadi.. " kata Ilham mengelak pernyataan ummi nya
"hm? ngapain Zoya disana?" tanya ummi bingung
"gak tau.. Ilham cuma liat doang.. ya udah, Ilham balik ya mi.. ilham msih harus mengajar. Assalamu'alaikum mi.. " kata ilham sambil menyalami sang ummi dengan dengan penuh hormat
"Wa'alaikumussalam" jawab ummi, setelah itu Ilham keluar dan kembali ke asrama putra. ummi hanya tersenyum-senyum mengingat Ilham yang begitu gugup sebelum nya
"ummi percaya kamu bisa kembali ke jalan yang benar.. hanya saja kamu butuh waktu untuk menemukan jatuh dirimu.. nak" gumam ummi mengarahkan pada Zoya
"Ilham sama Zoya cocok.. kira-kira mereka mau gak ya ummi jodohin.. haha pasti lucu.. " gumamnya lagi sambil tersenyum-senyum
"hah.. ternyata bisa lelah juga.. sudah berapa lama aku tidak olahraga? hanya berjemur sebentar, mengepel musholla dan membersihkan jeding. tidak banyak yang aku lakukan tapi pinggang ku terasa hampir patah.. aih.. apa aku sudah tua di usia muda?" gumam Zoya sambil berusaha memijat pinggangnya dengan kedua tangannya
"biar aku pijitin" Alya tiba-tiba datang dan memijit pinggang Zoya. rasanya pijatan Alya begitu nikmat, pinggang Zoya yang sebelumnya terasa pegal kini mulai terasa lebih baik
"ubah profesi? ntar yang ada aku malah jadi duta pijit buat para omo om! secara kan aku cantik, gemoyy dan incaran para om om.. " kata Alya dengan suara yang di centilkan
"kamu lebih cocok jadi simpanan para duda tua" kata Zoya
"jadi simpanan kakekmu juga oke! kamu mau punya nenek cantik kayak aku gak?" canda Alya dengan senyum lebarnya
"kamu kurang berkualitas!" jawab Zoya yang membuat Alya seketika kesal
"mulutmu dulu sering di kasih cabe ya? pedes amat tu omongan" kesal Alya. Zoya tidak lagi peduli dengan ocehan Alya, dia memilih fokus pada pinggangnya yang di pijit Alya
"udah makan belum?" tanya Hani yang baru datang pada Zoya
"belum" jawab Zoya singkat
__ADS_1
Hani duduk dan membuka bungkus makanan yang di bawanya dan kemudian menyodorkan nya pada Zoya
"nih" hanya itu yang keluar dari mulut Hani. sebenarnya Hani masih kesal pada Zoya atas kejadian semalam
"suapin" satu kata itu berhasil membuat mata Hani dan Alya melotot. hah? suapin? sejak kapan seorang Zoya begitu manja? sebuah kejutan bagi mereka berdua
"gak sala denger kan? kamu yakin mau di suapin?" tanya Hani heran
"Indah.. kamu gimana sih.. gak liat apa muka debay kita ini lagi pengen di manja.. jarang-jarang lho dia manja gini.. biar aku yang suapin!" kata Alya begitu semangat. Zoya malas menggubris, tangan nya begitu mager untuk menyuapi nasi di depannya.
"aaaa... pesawat mau lepas landas aaa.. " kata Alya sambil memainkan kan sendok seperti pesawat terbang. Zoya mangap saja tak peduli apa yang Alya lakukan padanya, perutnya sudah demi minta di isi. Hani yang melihat Alya dan Zoya begitu kekanak-kanakan merasa lucu dan tertawa.
"haha.. debay.. " tawa Hani begitu senang dengan kerandoman kedua temannya itu
"tadi aku ke kelas kamu terus kasih surat buat ketua kelas kamu, kalau kamu gak bisa masuk dan izin karena di hukum. " kata Alya
"makasih" hanya itu yang keluar dari mulut Zoya
"gak ada kata terimakasih dalam peraturan sahabat! kita itu sahabat kan.. " kata Alya yang di respon manggut-manggut oleh Hani
'sahabat? aku harap aku adalah sahabat kalian yang baik.. aku harap kalian tetap menerimaku setelah tau apa yang aku lakukan selama ini. membunuh orang adalah hal biasa bagiku, semoga kalian tidak kecewa.. walau Hani tau tapi aku harap Alya tidak berubah.. ' batin Zoya merasa bersalah
πΉπΉπΉπΉ
Hai guys... ππ
kalian gak minat nyumbangin like dan komentar gitu? mimin butuh support dari kalian nih.. π
SEMOGA SUKA DAN DALAM HANGAT DARI AUTHORππ€π€
__ADS_1