
"masih belum menyerah?" tanya Zoya dengan sombongnya yang duduk gagah di hadapan Genzo yang sudah tersujud lemas penuh luka dan darah
"aku... akan.. membunuhmu!!" kata Genzo dengan terbata. tubuhnya yang lemas sudah tak mampu untuk bangun meski sudah berkali di paksa nya
"cukup! bahkan keras kepala tidak cukup untuk mu balas dendam!! lagi pula yang kulakukan juga bentuk balas dendam pada pamanmu!" kata Zoya yang kemudian berdiri dan melangkah untuk pergi
"cari aku jika kau sudah sembuh! aku ingin lihat bagaimana kau akan membalas dendam padaku!" ucap Zoya sebelum benar-benar keluar dari ruangan itu.
"sial!!! akkhh.. !" teriak Genzo kesal.
****
"bagaimana keadaan kakek" tanya Zoya yang baru sampai rumah sakit
"dia kehilangan banyak darah.. saat ini keadaannya sedang kritis" jawab Hani yang masih disana
wajah Zoya seketika berubah khawatir dan marah. menyadari itu Hani memeluk Zoya dengan erat sambil menenangkannya, Alya juga ikut memeluk Zoya dari belakang.
"jangan sedih.. ada kami disini.. " kata Alya dengan lembut
"kalian kembali saja.. aku akan menjaga kakek disini, takutnya Ummi dan Abah Yai mencari kalian nanti" kata Zoya melepaskan pelukan mereka
"kita udah izin kok.. nanti sore baru balik ke pesantren, dan lagi Ummi juga yang menyuruh kami untuk tetap disini dan menemanimu.. nanti sore Ummi bakalan ke sini lagi" kata Alya sambil tersenyum
"kami juga bakalan tinggal, takutnya kamu akan pergi lagi mencari orang jahat itu" kata Dimas yang baru datang dengan Alfaeza dan Gus Ilham.
"gak perlu.. kalian balik aja. takutnya mereka datang lagi dan melukai kalian" kata Zoya seolah mengusir mereka
"Abah Yai bilang untuk tetap tinggal. kamu cukup diem aja gak usah banyak cincong!" sambut Alfaeza sedikit dengan nada kesal
__ADS_1
Zoya diam tidak lagi menggubris apapun. Zoya teringat dengan kakek dan Rafendra, kini mereka berdua berbaring bersama. dalam hati Zoya sangat hancur, juga sangat hawatir akan kehilangan mereka lagi. meski terlihat tegar dan baik-baik saja, Zoya tetap mengalirkan air mata dalam diamnya.
"zho.. kamu belum makan dari kemarin kan? tunggu di sini ya, kita beliin kamu makanan" kata Hani yang kemudian menarik tangan Alya untuk pergi bersamanya
"tunggu! Gino masih memantau kita semua, jika sampai ada yang melihat kalian itu akan menjadi masalah besar" Zoya menghentikan langkah kaki Hani dan Alya. benar juga, jika sampai ada dari mereka bawahan Gino yang melihatnya, mungkin mereka berdua akan menjadi korban selanjutnya. masalah ini belum selesai jangan sampai mereka berdua menambah nya lagi
"tapi kamu belum makan zho.. apalagi dari kemarin dan kamu juga abis berantem tadi! aku tau kamu kuat tapi juga gak mungkin gak butuh makan kan.." celetuk Alya
"gak usah debat! Ummi tadi sempet nitip makanan buat kita disini.. ada di ruangan tempat Gus Ilham di rawat tadi, biar aku ambilin buat kaian" kata Rafendra yang kemudian mengambil rantang untuk mereka bertiga
"Arya dimana?" tanya Zoya teringat dengan Arya yang sebelumnya juga babak belur
"dia sudah baikan dan saat ini dia sudah balik ke pesantren" jawab Gus Ilham
"dengan keluarga pak Awan?" tiba-tiba Dokter datang menghampiri mereka, Zoya segera berdiri dan menghampiri sang Dokter
"saya dok" kata Zoya dengan wajah Hawatirnya
"golongan darah saya juga A- dok.. saya bisa mendonorkan darah saya untuk kakek Awan" kata Alfaeza yang baru datang dengan rantang di tangannya
"baiklah, kalau begitu silahkan ikuti saya" kata dokter mengarahkan Alfaeza untuk ikut dengannya.
Alya mengambil rantang di tangan Al yang kemudian pergi mengikuti sang dokter. Zoya hampir ingin menolaknya tapi teringat dengan kakek yang saat ini sedang kritis dan lagi Rafendra juga sama yang sebelumnya kehilangan banyak darah tapi beruntung rumah sakit tidak kekurangan stok darah dengan golongan O.
kini hari sudah sore, dan sudah waktunya untuk Alya dan Hani kembali ke pesantren. Dimas ikut mengantar Alya dan Hani karena bagaimanapun mereka harus waspada setiap saat. Ummi juga datang untuk menemani Zoya di sana.
"Indah.. sebenernya ada apa sih? kenapa semua ini bisa terjadi sama Hani? memangnya Hani punya salah apa sih kenapa dia bisa dapet musibah sebesar ini?" tanya Alya dengan sedih mengingat semua yang terjadi
"Hani.. itu namaku, Hanifa Miftahul Jannah.. Zoya.. dia aku temukan di tepi sungai saat itu.. " Hani menceritakan kebenarannya, kebenaran bahwa dialah Hani yang sebenarnya dan Zoya bukanlah sepupunya. Dimas yang menyetir didepan pun mendengar semua cerita Hani. Alya cukup terkejut dengan semua kebenaran itu, tapi dengan perlahan Alya mulai memahami semuanya. Alya hanya tidak habis fikir jika gadis seanggun Zoya adalah seorang mafia bahkan seorang yang sangat kejam, sedikit merasa takut tapi Alya sepenuhnya percaya jika Zoya bukanlah orang yang benar-benar jahat, dia hanya tersesat dan lupa arah untuk kembali.
__ADS_1
"aku mengerti.. ya.. cukup mengejutkan, tapi aku yakin Zoya juga bukan orang yang selamanya jahat. dia tersesat dan saat ini sedang berjuang untuk kembali.. sebelum kamu datang Zoya bahkan banyak belajar tentang agama, dia belajar mengaji menghafal semua bacaan sholat dan bahkan mempelajari banyak hal tentang fikih wanita, walaupun kadang dia khilaf. seperti beberapa kali kabur dari pesantren kemudian mengunci Sania di kamar mandi saat Sania mendapat giliran untuk menelfon keluarga kemudian juga sengaja membuat ibu kantin untuk tidak menggubris Sania.. haha.. dia cukup kejam tapi juga lucu.. " cerita Alya juga mengingat keseharian Zoya saat Hani belum kembali ke indonesia
"dia bahkan menarik semua properti yang dipegang Sania dan mama Santi.. haha.. dia memang kejam" sambut Hani juga dengan sedikit tertawa
"dia juga tidak sopan, asal ceplas ceplos. pantas saja ustadz Alfaeza selalu kesal melihatnya" sambut Dimas juga yang fokus menyetir
****
"boleh aku tanya sesuatu?" tanya Zoya pada Ummi yang sedang sibuk membereskan mukenah nya selesai sholat magrib
"Zoya.. bukan Ummi mau menyembunyikan semuanya, tapi belum saatnya kamu tau. saat ini emosimu juga tidak stabil tunggu kakek dan Rafendra sembuh Ummi akan jujur sama kamu" kata Ummi yang akan melangkah keluar dari musholla
"aku tau! Ummi adalah bik Maya kan! Ummi... ayah di kuburkan dimana? ayah di bunuh dengan kejam! apa tubuh ayah masih utuh saat Ummi menguburnya?" tanya Zoya sambil menangis membuat Ummi berhenti seketika. Ummi berbalik dan memeluk Zoya yang sudah kehilangan suara karena menangis.
"maaf.. aku tidak bisa sepenuhnya menyelamatkannya.. maafkan aku.. " bisik Ummi yang juga ikut menangis
"ayahmu masih hidup.. " bisik Ummi lagi yang membuat Zoya sangat terkejut, Zoya melepas pelukan dan menatap Ummi dengan diam menahan hatinya untuk tidak meledak lagi
"ya.. Ummi mengatakan yang sebenarnya.. awalnya Ummi dan Rafendra tidak ingin memberi taukan mu sekarang.. tapi kamu juga harus tau dengan cepat agar kamu tidak kembali ke jalan buruk itu nak.. Ummi tidak ingin kamu membunuh orang lagi, sudah cukup.." kata Ummi mengelus kepala Zoya yang masih di baluti mukenah nya.
"lalu diaman ayah.. dimana dia.. " tanya Zoya dengan suara seraknya
"besok Ummi akan membawamu kesana.. tapi sekarang dia sudah berbeda.. dia tidak lagi memiliki kaki, dan sebelah tangan nya juga lumpuh.. beruntung dia masih hidup saat dia kehilangan kedua kakinya, dia juga kehilangan banyak darah.. " cerita Ummi sambil mengelap air mata Zoya.
🌹🌹🌹🌹
Hai guys.... 👋👋
Jagan lupa like dan komentar ya☺
__ADS_1
semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR☺☺☺👋