Santri Mafia

Santri Mafia
panggil aku tuan Z! . (perubahan Zoya di mata Lance)


__ADS_3

"paman kau tau? meski aku tak bisa membaca pikiran orang tapi aku bisa membaca mimik wajah. aku tau saat ini hanya ingin keluar dari situasi itu sebabnya kau menyetujui ku. tapi aku bukan orang yang baik paman.. aku tau kau tidak benar-benar ingin mematuhi ku" kata Zoya sambil menyilangkan kakinya


"ck! di saat kau membuatku terluka seperti ini apakah aku masih harus mengunjungi mu?!! apa kau pikir aku juga sebodoh itu!!" kata Boby dengan menggertak kan giginya


"ya... seharusnya begitu! paman kau tidak sayang nyawamu? bagaimana dengan nyawa Santi? atau.. Sania? kau ingat kenapa anak buahmu pernah gagal saat akan menculik Hani? itu karena mereka sama payahnya dengan mu paman.. haihh... seharusnya dari saat aku kembali, aku membunuh mereka berdua jadi tidak harus berurusan dengan mu yang sangat payah ini paman... !" kata Zoya kembali dengan wajah me nyesal yang di buat-buatnya


"siapa kau!! jangan pernah menyentuh mereka berdua!! jika kau berani melukai Santi ataupun Sania maka aku akan membunuh mu!!!" teriak Boby dengan mata merahnya


Zoya mengambil pistol milik Diky di sampingnya dan..


dorr..


dorr..


Aakkkkhh..


"membunuhku? kau yakin paman? kalau begitu coba berdiri dan bunuh aku sekarang, aku tidak akan pindah tempat. ayo berdiri!" kata Zoya setelah menyumbangkan dua pluru pada kedua kaki Boby


'Santi? Sania? dan.. Hani? siapa mereka? apa hubungannya dengan mu Zo?' batin Lance yang tengah meremas kerah baju Aliador yang sebelumnya ingin kabur setelah di tembak Zoya.


"bang***!! anj*** sia***!!!!! kau benar-benar berani!!" teriak Boby yang saat ini terduduk menahan panas di kakinya. Zoya kembali menodongkan pistol kearah kepala Boby lalu berkata..


"tidak hanya dirimu paman, bahkan kedua virus itu juga ada dalam genggamanku! paman jangan mengubah kesombongan ku menjadi amarah!! aku bisa saja membunuhmu dan mengambil markas mu paman. tapi aku memberi mu satu kesempatan! beri aku jawabanmu dalam lima detik atau kau tau akibatnya.. satu! dua! tiga! em.. "


"baik!! akan ku serahkan semuanya pada mu! bahkan.. diriku!! aku menyerah. aku salah karena meremehkan mu!" kata Boby dengan pasrah meski sangat kesal dan menahan amarah


"hm. tidak buruk juga! setidaknya kau seorang kakak dan paman yang baik" kata Zoya berdiri dan mendekati Aliador


"ku pikir kau orang yang hebat dan kuat. tapi ternyata aku salah ternyata kau adalah boneka Barbie berkumis! mulai sekarang kau harus mengantarkan senjata terbaik setiap malam minggu! jika aku menemukan satu saja barang yang berkualitas rendah maka kau harus menggantinya dengan kepalamu! kau mengerti yang aku katakan kan?!" kata Zoya sambil menatap tajam Aliador


"baik! asal kau jauhkan pistol di tanganmu dariku!!" kata Aliador kesal

__ADS_1


"heh!! kau bahkan takut dengan benda yang sedang kau perjual belikan? lucu sekali!!" ejek Zoya dengan wajah menyebalkannya.


Aliador hanya diam mendengar ejekan Zoya. Aliador tidak takut dengan pistolnya, dia takut jika Zoya tiba-tiba menyumbangkan nya peluru lagi. Aliador memang tidak bisa bela diri karena dia hanya orang yang mengantar barang saja, meski begitu dia juga orang yang dapat di percaya.


"bukankah kau harus memanggilku dengan sopan paman?" kata Zoya pada Boby yang sedang melilitkan perban pada lengan dan kedua kakinya.


"Bos! mulai sekarang aku akan memanggilmu Bos" kata Boby dengan suaranya yang mulai merendah


"no! panggil aku tuan Z! aku suka panggilan itu.. ! hm.. panggil dia kakak besar.. dan kau.. kau harus mematuhi semua perintah ku! jika tidak ada aku maka dengarkan dia! aku tidak menerima satu kesalahan pun!!" kata Zoya sambil menunjuk Diky untuk di panggil kakak besar dan dengan menekan Kata-kata nya di akhir kalimat.


.


'


"zho!"


Zoya berbalik ketika Lance memanggilnya. awalnya Zoya sangat malas menanggapi tapi entah kenapa tubuhnya malah berbalik ketika namanya di panggil boleh Lance


sett..


"apa?" tanya Zoya setelah beberapa saat membiarkan Lance memeluknya


"aku tau kau masih hidup.. aku senang karena juga menemukanmu.. " kata Lance dalam isaknya


"oh? bisa kau lepaskan pelukanmu sekarang? aku benci kontak fisik" kata Zoya masih dengan sikap dinginnya


Lance melepaskan pelukannya. sedikit tersenyum pahit dan mengusap air matanya.


"boleh aku katakan sesuatu" tanya Lance sambil menatap Zoya


"hm"

__ADS_1


"maaf aku mendorong mu sampai titik itu. aku tau itu salah tapi saat itu bahkan hidupku pun bukan atas kendali ku. aku melakukannya agar kau pergi jauh zho! aku ingin kamu pergi sejauh mungkin aku tidak ingin iblis itu menemukanmu sampai kau siap kembali lagi dan membalas semua dendam mu! aku.. aku tak tau harus membantumu bagaimana karena bahkan nyawaku bukan hak ku sekarang.. tapi juga bukan kematianmu yang aku inginkan! aku marah karena kau begitu nekat!! apa kau tidak berfikir jika kau mati maka iblis itu akan menang?!! bagaimana kau akan membalas semuanya jika mati! aku bersumpah akan berada di sampingmu saat kau kembali.. dan aku akan melakukannya saat ini! bahkan jika kau menolak ku.. " kata Lance meluapkan semua yang ingin ia katakan pada Zoya


"hm.. aku harap itu semua benar! tapi saat ini aku tak punya banyak waktu.. aku harus kembali! anggap saja aku mempercayaimu untuk kedua kalinya!" kata yang tak mengubah ekspresi sedikitpun meski hatinya begitu ingin meluapkan kekesalan nya pada Lance, dia juga senang karena tuduhannya pada Lance itu salah.


"biar aku mengantarmu" kata Diky setelah itu


"hm ya. " hanya itu jawaban yang Zoya keluarkan


"kemana?" Lance yang tidak tau tentang Zoya saat ini merasa bingung kemana Zoya akan pergi dan tinggal di mana dia sekarang


"suatu tempat.. kau mau ikut?" tanya Diky yang di balas anggukan oleh Lance.


ada sedikit perubahan yang Zoya miliki saat ini di mata Lance. sikap dan cara berpakainnya. meski terlihat dingin tapi masih menunjuk kan kelembutannya pada Diky. Diky tidak memanggilnya taun dan dia pun tak marah sedikitpun sebaliknya dia seakan menerimanya. Lance perlu mendengar sesuatu dari Diky untuk menjawab rasa penasaran nya.


sebelum itu, Zoya kembali ke rumahnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian nya. tubuhnya penuh dengan bau darah, selain itu wajahnya juga penuh dengan make-up yang membuatnya merasa tak nyaman. 25 menit, Zoya selesai mengganti bajunya, kini dia siap kembali ke pesantren. Lance yang melihat Zoya dengan tampilan yang berbeda begitu terkejut. rok panjang hingga menutupi mata kaki, baju panjang hingga paha dan hijab syar'i membuatnya tampak begitu menawan. Lance berfikir mungkin dia salah melihat orang, Lance hampir saja mengira jika dia salah mengenali orang.


"Z.. Zho.. ini.. ini kau?" kata Lance yang tak berkedip menatap Zoya


"apa kau melihat sebagai hantu sampai harus bertanya!" kesal Zoya


"tidak... kau.. sangat berbeda! kau terlihat cukup.. bagus menggunakannya" kata Lance yang tak tau harus menilai Zoya seperti apa. Zoya terlihat cantik, anggun dan begitu elegan seolah dia bukanlah Zoya yang di kenalnya. jika orang lain yang melihat Zoya seperti ini mungkin tidak akan percaya jika Zoya adalah seorang gadis mafia kejam meski di ceritakan ribuan kali sekalipun.


"sudah hampir jam 2. antar aku sekarang! aku menghilang sejak habis isya' mereka akan mencariku" kata Zoya tak menanggapi kata Lance


"akan ku antar dengan cepat. ayo" ajak Diky


"hm.. terimakasih kak!" kata Zoya sambil tersenyum manis. dan sekali lagi Lance terkejut dengan perubahan Zoya. Zoya benar-benar berubah! dia bahkan berterimakasih dan tersenyum, Lance tau sebelumnya kata terimakasih tidak pernah ada dalam kamus Zoya.


🌹🌹🌹🌹


Hai guys.... πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


jangan lupa komentar dan like kalian ya! mimin akan lebih semangat jika kalian meninggalkan jejak kalian di karya mimin!! terimakasih juga karena kalian menyempatkan waktu untuk mampir di karya mimin.. !😊😊


semoga suka dan DALAM HANGAT DARI AUTHORπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™


__ADS_2