Santri Mafia

Santri Mafia
ketemu calon suami hani


__ADS_3

malam hari nya, keluarga kecil itu makan malam bersama, tentu saja papa abbas tidak me lewat kan sedikit pun percakapan dengan zoya atau bisa di bilang Hani.


"ni.. minggu depan kamu papa masuk kan ke pesantren nurul istiqomah, papa sudah suruh seseorang daftarin kamu, minggu depan sudah harus masuk, kamu baik-baik jaga diri di pesantren ya nak" kata papa abbas di sela obrolannya dengan zoya.


"I.. iya pa.. itu.. Hani mau nanya, sebenarnya di pesantren ada latihan gak?" tanya zoya


papa abbas malah ke bingung an mendengar pertanyaan putri nya itu, latihan? maksut nya apa?


"eh... haha.. papa jangan kerutin dahi, Hani salah ngomong, bukan itu yang Hani tanya maksut nya di pesantren ada apa aja?" kata zoya buru-buru menyalin topik pertanyaan nya


"oh.. tentu saja kamu akan tau kalau udah di sana, intinya kamu jangan buat hal senonoh atau yang melanggar aturan, hukumanya gak tanggung tanggung lho.. " kata papa abbas menjelaskan


"ohhh.. gitu ya.. mm.. zo... Hani masih bingung, di pesantren kenapa gak boleh keluar bebas?" tanya zoya yang hampir menyebut namanya


"tentu saja tidak boleh, itu peraturan di pesantren nanti juga kamu bakalan tau, besok papa bawa kamu ke kantor ya, soal nya papa mau ajak kamu beli kebutuhan di pesantren, ingat kamu harus bisa mandiri" kata papa abbas


"papa pilih kasih, masa hani doang yang di ajak, sania gak?" kata sania yang lelah ternisatakan dari tadi, santi hanya mendengar tanpa berniat ikut bicara


"sania juga dong, sania kan juga anak papa, oh ya papa lupa kasih tau kamu, sania juga masuk pesantren kalian bisa satu kamar di asrama nanti" kata papa abbas pada zoya


'aku menolak !!!' batin zoya berteriak keras


"oohh.. iya pa, Hani seneng kalok bisa satu kamar dengan sania" kata zoya sambil mengeluarkan senyum terpaksa nya


"anak baik, ya sudah habis makan kamu pergi istirahat, papa ada sedikit kerjaan mau keruang kerja dulu" kata papa abbas yang sudah selesai makan dan pergi ke ruang kerja


"baik pa" jawab mereka bertiga serempak


"kamu juga gak bakalan bisa nyaingin aku, aku kesayangannya papa, kamu cuma anak buangan yang dipungut lagi, jadi kedepannya kamu jangan belagu" kata sania tiba-tiba


zoya tak menggubris, zoya terus makan dengan lahap tanpa peduli ocehan sania, zoya menganggap mereka tidak lebih penting dari angin lewat


"ck, kamu jangan sok budek deh" kata sania yang emosi karna di abaikan


"San... kamu kan tau, dia anak yang pernah di buang, mungkin pernah hidup di jalanan, jarang mandi dan member sih kan telinga makanya jadi budek, kamu gak perlu peduli sama dia" kata santi yang sengaja memprovokasi zoya


zoya malah tak peduli, zoya meneguk air lalu pergi meninggalkan mereka, sebelum keluar dari ruang makan zoya sampai sempatnya mengorek emosi mereka


"oh ya... jangan lupa untuk mencuci piringnya ya... bik astri udah aku suruh tidur jadi para penumpang yang baik, kalian bersihkan sampai mengkilat ya~ hooaaamm.... " kata zoya yang kemudian pergi

__ADS_1


brakk..


santi menggebrak meja dengan keras, rasa nya sangat ingin menelan zoya bulat bulat saat ini juga


"silan! an****g!!! bre****k!!!" umpat santi yang sangat kesal


"ma.. aku pengen dia sengsara, aku mau dia mati, aku gak sudi liat dia, aku.. aku mau buat dia menderita!" kata sania dengan menekan penuh kata-katanya


"mama akan pikirin cara gimana caranya biar dia menderita di rumah ini!!" kata santi dengan sangat Marah


"ops... hehehe.... kira-kira mereka lagi ngomong apa ya? jangan-jangan lagi baca mantra buat kutuk aku jadi keong mas lagi, hehehe... " kata zoya yang sudah di kamarnya


"aishh.. kan lupa jadi nya, tadi mau kabarin si ha... bukan bukan.. nona indah tentang masuk pesantren, ck, harus cepat-cepat bikin dua lampir itu kalah, biar Hani bisa balik and.. aku bisa bebas.. " kata zoya sambil meraih HP nya yang di taruh di atas meja belajar


"indah.. " sapa zoya pada Hani yang sudah mengangkat telfonnya


"ck, wa'alaikimussalam.... " sahut Hani yang membuat zoya ingat untuk mengucap Salam


"oh lupa, assalamu'alaikum" ucap zoya pada Hani


"hehe.. Wa'alaikimussalam.. ada apa nih, kangen ya... " kata Hani di balik telfon


"ha? phufft... hahaha... aduh.. zoya, kamu pikir pesantren tempat pelatihan militer? yang ada di sana itu al-qur'an, matan jurumiyah, ta'lim muta 'allim dan masih banyak lagi, kamu bikin sakit perut tau" kata Hani masih dengan tertawa kecil


"aku cuma tau al-qur'an, yang lainnya yang kamu sebutin tadi mana aku ngerti" gerutu zoya


"phufft... haha, ntar juga kamu pasti bakalan tau" sahut Hani


zoya dan Hani mengobrol lama, zoya banyak menanyakan hal-hal yang tidak dia tau pada Hani. sampai larut malam, akhirnya mereka masing-masing ngantuk dan tidur.


esok hari nya zoya benar-benar ikut kekantornya papa abbas, di sana zoya malah tidak tau mau melakukan apa, karna merasa sangat bosan zoya meminta izin papa nya untuk pergi ke restaurant dekat perusahaan itu. sedangkan sania sibuk dengan shopping nya di tempat lain


zoya duduk sendiri sambil memainkan hpnya, tanpa sadar ternyata seseorang sudah duduk di depan nya


"khm.. " sapa orang itu pada zoya


zoya terkejut dan langsung mengangkat kepalanya, siapa cowok yang duduk di depan nya itu? apa dia sudah minta izin pada nya? zoya malah diam tak bicara


"boleh aku duduk di disini?" tanya nya pada zoya

__ADS_1


"kalok nanya persetujuanku, jawabannya gak! gak boleh, tapi ngapain harus nanya pantat mu bukannya udah nempel di kursi?" kata zoya datar


"eh.. kamu itu cewek lho.. gak sopan ngomong gitu, kamu.. kamu Hani ya, anak nya om Abbas" katanya yang membuat zoya kembali menatapnya


"iya, kenapa?" tanya zoya balik


"gak papa, kaget aja bisa ketemu cewek cakep kayak kamu hehe.. " katanya sambil cengengesan


'apaan sih' batin zoya dengan tatapan malas nya


"oh" hanya itu yang keluar dari mulut zoya


"itu.. kamu gak mau nanya nama aku apa?" katanya dengan canggung


"gak penting" jawab zoya singkat


"eh.. deketin kamu ternyata susah juga ya, kenalin deh, aku dimas anggara" katanya sambil melirik zoya


"............ "


"ck, kamu kok gak ada reaksi sih" kata dimas dengan kesal


"emangnya perlu aku lari 70 kilo meter buat Meng ekspresi kan nya?" kata zoya yang masih dengan wajah datar


"aduh... jangan bilang deh kamu gak tau aku, aku ini orang yang udah di jodohin sama kamu, masa kamu gak tau, ah elaahh... " gerutu nya dengan kesal


"apa? kamu?" kata zoya yang terkejut


'bukannya si lampir bilang Hani mau di jodohin sama om om? kok... apa mereka gak tau? orang yang di jodohin sama Hani itu cowok ganteng kok' batin zoya sambil berfikir


"woi.. kenapa? tadi perasaan masih datar aja kayak baju habis di setrika" kata dimas menegur zoya yang melamun


"kok aku gak tau, kamu yang di jodohin sama aku?" tanya zoya


"iya lah.. ini kan rahasia, kalok gak mama tiri kamu emangnya bakalan diem aja gitu kalok tau soal ini? yang tau cuma papa aku alias calon mertuamu, calon mertuaku, itu papa mu dan tambah satu lagi kamu, lah aku kira kamu tau, gimana aku ganteng ya.. kamu sampe gak kedip gitu liatin ?aku" kata dimas yang terus mengoceh


'kamu cocok sama Hani, cerewet nya sama' batin zoya


.

__ADS_1


__ADS_2