
"yeess.. udah beres!! Zoya sayaangg??? ayo dong traktir bakso.. laper nih!!" kata Sania dengan sangat bersemangat merenggangkan tangan nya yang terasa pegal
"beres? sampahnya masih ada" kata Zoya
Sania celingak celinguk mencari sisa sampah, bahkan Sania sampai jongkok untuk mencari sampah di bawah kolong meja tapi sepertinya tidak ada, Sania akhirnya bertanya setelah lelah mencari
"mana sampahnya?" tanya Sania dengan wajah polos
"kamu" jawab Zoya keluar meninggalkan Sania, yang sudah mengeluarkan asap dari kepalanya
"Zoyaa!!!!" teriak Sania dengan kesal, Zoya terkekeh mendengar teriakan Sania yang masih di dalam perpustakaan.
"Zoya!! tungguu!!" teriak Sania berlari menghampiri Zoya yang sudah berjalan menuju kantin
"apa?" tanya Zoya menahan senyumnya
"ipi?? nyenyenyenye... " kata Sania dengan kesal
phuff.. hahaha..
tawa Zoya meledak melihat tingkah Sania yang kesal, Sania menatap sinis kearah Zoya mulutnya bahkan tidak berhenti komat kamit merutuki Zoya yang masih tertawa.
"kalau kamu bukan mantan mafia udah lama kamu aku jadiin rempeyek!!" kesal Sania
"kenapa kalau aku mantan mafia?" tanya Zoya setelah puas tertawa lepas
"takut kamu mengirim ku ke liang lahat" jawab Sania dengan bibir monyongnya
"tapi lebih seru menarik bibirmu seperti karet" kata Zoya melirik Sania yang langsung menutup bibirnya
"udah ah.. laper nih!!" kata Sania mengalihkan topik, Zoya jauh lebih menyeramkan ketika bercanda dengan wajah datar bagi Sania. belum mereka sampai di kantin Hani dan Alya tiba-tiba muncul di depan mereka, hampir Hani dan Alya memeluk Zoya karena tadi pagi tidak sempat, tapi Sania menahan mereka dengan menarik hijab keduanya.
"kalain gak mungkin gak tau kan aku sama Zoya dihukum karena apa? kalian mau Join bersihin toilet? gak takut tulang kalian retak?" kata Sania yang membuat Hani dan Alya mengurungkan niat
"mau lagi?" tanya Zoya menatap sinis Sania
"err... ahaha.. jangan anggap serius dong, aku cuma bercanda doang hehe.. " ucap Sania sambil menggaruk kepalanya yang tertutup Hijab.
"San, tadi udah aku Izinin ke kelas kamu" kata Hani
__ADS_1
"izin? kamu izinin aku? wah Alhamdulillah deh, emang paling bener saudaraan sama kamu hehhe" cengengesan Sania
"ee.. aku bilang kami di hukum karena sebuah pelanggaran, hehe maaf ya" kata Hani lagi
"haiiss.. gak apa-apa deh, yang penting gak Alfa, mau ke kantin nih laper belum sarapan kalian ngapain sih pake ngehalangin jalan segala!" kata Sania menarik tangan Zoya karena tidak tahan perutnya yang sudah dangdutan
"hah? malah jadi kita yang salah? orang kita juga mau nyapa Zoya.., emang dasarnya kalau temenan sama kunti ya gitu.. ngeselin!" gerutu Alya yang mengikuti mereka bersama Hani
.
.
"dia udah masuk kan?" tanya Dimas pada Alfaeza yang baru baru masuk ke perpustakaan
"kenapa?" tanya balik Al,
"lah? malah nanya balik... " keluh Dimas menghela nafas kasar
.
.
"Gus Ilham idaman banget deh.. andai aja jodoh ku Gus Ilham" celetuk Alya sambil menatap penuh harap kearah Gus Ilham terus menunduk sejak tadi
"Gus Ilham gak cocok sama kamu" sambut Sania membuat Alya kesal
"gak dapet Gus Ilham, Gus Lutfi juga gak apa hehe.. " cengir Sania lagi
"Gus Lutfi? bukannya Gus Lutfi lagi belajar di Yaman ya? mana mau Gus Lutfi sama kamu, sadar diri dek.. " sambut Sania lagi
"gak bisa banget ya liat orang seneng?" kesal Alya
"menghayal boleh neng, tapi jangan terlalu tinggi, entar jatuh patah tulang lho.. " kata Sania lagi menahan tawa
"setiap ucapan itu do'a, aku mau do'a suatu hari aku mau jadi bininya Gus. terus pas manggil aku dia bilang 'sayang?' aaakhhh... sksksksk.. " kata Alya lagi sambil salting dengan imajinasinya
"sarap" kata Hani yang tiba-tiba, Alya dan Sania ikut menatap Hani yang diam dengan wajah polosnya
"tumben" kata Sania
__ADS_1
"taukk, tumben banget ikut nyeletuk gitu.. kamu cemburu ya?" sambut Alya
"sstt.. " ....
Zoya membuat mereka terdiam, karena Abah Yai sudah memulai ceramahnya. tak ada satupun dari mereka yang berani berbicara ketika sang panutan tengah memberi nasihat dan pelajaran, tak terkecuali Zoya yang juga fokus mendengar setiap kata demi kata yang Abah Yai sampaikan.
hampir dua jam berlalu, mereka akhirnya bubar dari musholla setelah sang Abah Yai menutup acaranya dengan mengajak mereka semua bersholawat. banyak dari mereka yang berdiam diri di musholla karena ingin lanjut mengaji ada yang langsung tidur juga. Zoya dan yang lainnya kini ada musholla, tapi bukan untuk mengaji mereka hanya rebahan sambil ngerumpi sebelum masuk ke Gurfah dan istirahat.
"besok aku mau puasa guys, kalian ikut gak?" ajak Hani
"hmm, aku ikut so'alnya puasa kemarin banyak yang bolong" kata Sania
"emang kamu halangan sampai berapa hari?" tanya Alya pada Sania
"lima Hari, tapi suka bolong bolong dulu.. yah,, dulu aku puasa kalau aku mau doang" kata Sania yang malu mengingat masa lalunya
"hah? serius? kok bisa?" kaget Alya. Hani malah tidak heran dengan cerita Sania yang walaupun dia dengar baru sekarang.
"aku tidak pernah puasa" celetuk Zoya membuat Sania dan Alya kaget serempak, Hani juga kaget cuma dia diam dan tidak tau harus mengekspresikan nya bagaimana
"apa?" tanya Zoya heran karena ketiga mahluk di depannya menatap heran padanya
"kalian lupa aku dulu siapa? jangan kan puasa bahkan pencipta pun tidak pernah aku ingat sama sekali" kata Zoya lagi yang membuat mereka bertiga geleng-geleng kehabisan kata
"ya tau sih.. kamu dulu bukan Zoya tapi monster, tapi kok bisa ya kamu gak inget sama Allah, lalai ya lalai tapi kamu kelewatan" kata Alya
"aku juga dulu jarang sholat, cuma sholat waktu idul fitri atau idul adha doang" cerita Sania lagi
"whatt??" kaget Alya untuk ke sekian kalinya
"shhtt.. udah ah besok kita puasa bertiga ya deh" kata Hani dengan suara pelan
'puasa ya?' ..
batin Zoya mengingat dia bahkan tidak pernah puasa sebelumnya.
🌹🌹🌹🌹
Hai guys... 👋👋
__ADS_1
maaf ya mimin jarang up, tapi mimin bakalan tetep berusaha biar tetep up setiap harinya ya😊😊😇