
zoya hanya diam terkejut mendapati dirinya yang di peluk erat oleh seseorang
'apa dia papa hani.. ' batin zoya
"hani, akhirnya kamu mau pulang nak, papa kangen banget sama kamu, gimana kabar kamu selama ini sayang.. " kata papa abbas yang sambil meneteskan air matanya
"hani baik kok pa, papa jangan nangis lagi" kata zoya yang menenangkan papa abbas, meski dengan wajahnya yang masih terlihat datar
"ah.. kamu pasti capek kan nak, ayo pulang.. papa sudah mempersiapkan kamar kamu, kamu harus langsung istirahat ya nak" kata papa abbas yang merangkul zoya dan mengajak nya ke mobil sambil mengusap sudut matanya yang basah
'papa nya hani cukup baik kelihatannya, tapi... kenapa hani malah menghindari papanya?' batin zoya
"pa.. kok cuma hani aja sih yang di ajak pulang, mama sama sania enggak?" kata santi dengan nada manja nya
'merinding.. ' batin zoya sambil memutar bola matanya
"kalian juga dong, kalian kan sayangnya papa juga" kata papa abbas yang kemudian merangkul santi juga
'ih.. jijik' batin zoya sambil melepas tangan papa abbas yang merangkulnya sebelumnya
"hani kamu kenapa sayang.. " tanya papa abbas yang merasa hawatir mungkin hani marah padanya
"pa.. hani capek" jawab zoya sambil menarik kopernya
"oh.. ayo ayo.. kita pulang, hani anak papa sudah capek, butuh istirahat, ayo sayang" kata papa abbas dengan semangat membukakan pintu mobil untuk zoya
zoya masuk ke mobil sedangkan santi hanya berdecak kesal melihat abbas suaminya yang begitu peduli dengan hani
sania diam-diam bergumam kesal karna selama ini dia selalu di manjakan papa tirinya itu, tapi sekarang dia merasa jika zoya sedang mengambil posisi nya.
'aku gak akan biarin dia ngerebut kasih sayang papa selama ini, aku emang bukan anak kandung papa tapi aku kesayangan papa' batin sania sambil masuk ke mobil
__ADS_1
zoya duduk di depan, dekat papa abbas. ini untuk pertama kalinya papa abbas melihat putrinya itu setelah 6 tahun. (walau yang sedang ada di depan nya sekarang adalah zoyağŸ¤).
skip sampai di rumah, karna selama perjalanan zoya hanya diam jadi papa abbas merasa dia sedang capek makanya hanya diam.
mereka masuk kerumah. sebelum masuk kerumah zoya memperhatikan rumah besar itu. ternyata hani adalah anak dari orang kaya raya, tidak heran jika santi dan anak nya menginginkan kekayaan papa abbas. pikir zoya.
di dalam rumah, zoya di sambut hangat oleh bik astri. bik astri adalah orang yang mengasuh hani waktu kecil, bik astri juga yang sering membela hani ketika di tindas ibu tirinya, tapi karna astri juga adalah hanya seorang pembantu jadi dia tidak bisa selalu membantu nona kecilnya itu, karna santi selalu mengancamnya untuk di pecat. astri tak pernah takut jika dia tidak menjadi pembantu lagi di rumah itu, tapi dia takut jika dia di pecat tidak ada yang akan menjaga nona kecilnya lagi. itu sebabnya stri sedikit menjauh dari hani waktu kecil.
"bik astri?" kata zoya pada bik astri yang memeluk hangat dirinya
"iya non.. ini bibik, maafkan bibik karena bibik tidak bisa menjagamu sebelumnya.. " kata bi astri dengan sangat sedih pada zoya
"tidak apa, hani juga gak nyalahin bibik kok" kata zoya yang menenangkan bik astri
'lagi pula hani udah cerita cukup banyak kemarin, bik astri ini termasuk yang dia rindu in dan selalu baik padanya, jadi... harusnya aku akan memperlakukan nya dengan baik.. ' batin zoya
"ayo...biar bibik anterin kamu ke kamar" ucap bik astri
papa abbas yang melihat zoya tersenyum pada bik astri merasa iri dan sedikit bersalah pada zoya.
'tadi hani bertemu dengan ku hanya memasang wajah datar saja, tapi sekarang malah tersenyum hangat dengan bik astri, apa... hani masih menyalahkanku yang tidak pernah peduli padanya dulu... aku sebagai ayah memang sudah gagal' batin papa abbas sambil terus memperhatikan punggung zoya yang terus naik ke lantai atas.
sampai di kamar zoya langsung ingin istirahat, jadi bik astri keluar dan meninggalkan zoya untuk istirahat, sebenarnya zoya bukan ingin istirahat, tapi dia ingin menelfon hani. sebelumnya zoya sudah di berikan HP oleh hani untuk mereka berkomunikasi secara pribadi
tuutt...
"iya.. assalamu'alaikum, zoya kamu udah sampe Indonesia belum?" tanya hani langsung pada zoya
"iya,, aku udah sampe dan sekarang lagi dikamar kamu" kata zoya menjawab hani
"zoya.. kalok ada yang ucap salam, kamu wajib jawab karna hukum mengucap salam itu sunnah tapi jawab salam itu wajib" kata hani yang merespon zoya yang menjawabnya tanpa menjawab salamnya
__ADS_1
"ohh... wa'alaikumsalam" jawab zoya
"aduh.. salah zoya, bukan wa'alaikumsalam tapi.. wa'alaikumussalam..itu baru bener" kata hani lagi protes pada zoya
"iya.. ya.. wa'alaikumussalam... " jawab zoya yang pada akhirnya benar
"nah.. gitu dong hehe... oh ya kamu nelfon aku bukan cuma buat ngasih kabar doang kan.. " kata hani dari seberang sana
"gak.. cuman ngasih kabar doang" kata zoya ketus
"yah... " ucap hani seakan kecewa
"rumah kamu gede, oh ya.. papa kamu bukannya baik ya.. tapi belum tentu juga sih.. tapi tadi keliatan banget dia kayak kangen banget sama kamu... kenapa harus menghindar sih, kamu gak pernah ngomong sama papa kamu kenapa?" tanya zoya kepo
"karna.... kepo" kata hani membalas zoya yang sempat membuatnya kesal
"ck, dasar... ya udah deh ntar malem aku telfon lagi, sekarang kayaknya waktunya kurang tepat, lagian aku cuma mau ngasih kabar doang" kata zoya sambil mematikan telfonnya padahal hani belum sempat bicara lagi
zoya memperhatikan keadaan kamar itu, terlihat besar dan luas, sangat nyaman
'ya... karna sekarang aku jadi hani, tapi bukan berarti ini semua milik ku, aku tetaplah zoya dan tempat ini ini tetap lah milik hani, aku gak akan macem-macem' batin zoya
mata zoya tak sengaja melirik kearah sebuah foto yang di pajang didinding, di sana ada seorang Wanita cantik yang menggendong bayinya, siapa lagi kalau bukan mamanya hani. zoya mendekati foto itu, dia melihat ada tulisan kecil di bagian bawah ujung bingkai foto itu *Raudatul jannah & Hanifa miftahul jannah* itu lah yang tertulis di sana
wanita cantik dan berhijab itu terlihat sangat ramah di foto, zoya merasa sangat iri dengan hani, meski ibunya sudah tiada tapi hani masih bisa melihat wajah ibunya yang tersenyum meski hanya selembar gambar di kertas saja, sedangkan dirinya.. bahkan wajah ibunya pun zoya sudah lupa seperti apa.
"hah.... nenek, hani, bik astri dan papa abbas sudah memberiku sedikit perasaan meiliki keluarga... " kata zoya sambil menghela nafasnya dengan tersenyum sendu
zoya kemudian masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya selesai mandi zoya kemudian mengganti pakaiannya. zoya terdiam melihat baju yang sudah di siapkan hani
baju-baju hani semuanya terlihat sangat sederhana dengan warna yang elegan dan juga sangat tertutup, sama sekali bukan tipe zoya. tapi zoya harus memakainya karna saat ini dia sedang berperan sebagai Hanifa miftahul jannah, bukan syilvia zoya
__ADS_1