Santri Mafia

Santri Mafia
pertengkaran lagi


__ADS_3

keesokan harinya, zoya masih berbaring di tempat tidur nya selesai mandi, karna setiap harinya zoya menggunkan hijab jadi zoya juga merasa sedikit terbiasa dan tidak ribet lagi.


zoya memikirkan bagaimana pergerakan gino selanjutnya setelah dia mengirim "hadiah" istmewa untuk mereka. karna penasaran timbul niatnya untuk mengintip kegiatan mereka saat ini


"masih ada satu hari ini doang, mungkin kalo udah masuk pesantren susah keluarnya, jadi gunain waktu ini baik-baik" gumam zoya sambil memutar-mutar hpnya dengan berbaring


zoya Bangkit dari tidurnya, zoya berniat untuk keluar lagi hari ini. kebetulan papa abbas juga sedang bekerja, sedangkan santi dan sania pergi keluar untuk shopping seperti biasanya


tapi zoya mengurungkan niatnya, zoya akhirnya masuk ke ruang kerja abbas, disana zoya menggunakan komputer abbas untuk meretas beberapa nomor telfon yang zoya tau, setidaknya zoya bisa mendapatkan informasi sedikit dari pergerakan gino.


berhasil meretas nomor milik lance, zoya langsung mencari informasi disana, Yaa.. zoya mendapatkan beberapa informasi dari pesan di sana, gino menyuruh lance untuk meretas nomor yang di pakai zoya sebelumnya untuk mengirim pesan foto pada gino, tapi zoya juga mendapatkan sebuah informasi di mana ternyata lance sudah menyebarkan foto nya pada rekan yang ada di seluruh negara, bahkan di Indonesia juga, zoya tau jika klan black demon memang sangat besar, markas dan anggotanya tersebar di banyak negara, termasuk juga indonesia


'ternyata diam-diam mereka mencariku, hmm.. aku juga harus lebih hati-hati, tapi.. aku sampai lupa jika gino memang orang yang sangat tidak bisa di ganggu, harus nya dulu.. aku juga bunuh dia biar masalahnya gak jad..... eiiitt zoya tunggu! kamu udah tobat,, istifar.. istifarr' batin zoya sambil menggelus dadanya


"karna udah dapet informasi ini, seenggaknya aku tau harus lebih hati-hati sekarang, sembunyi di pesantren emang cukup aman, tapi hani... ahhh entar aja pikirin itu lagi, sekarang harus hilangin jejak dul... eh buset, lance tau data nya di retas" kata zoya dengan cemas


dengan cepat zoya mengahapus semua jejak, zoya juga membuat system keamanan pada komputer abbas, hingga lance akan sulit untuk meretas nya balik


"hah... astaga.. hampir aja!! tapi kalo kayak gini, lance dan gino akan lebih waspada! ck, aarrgghh harus nya tadi aku gak pake komputer nya om abbas, gini kan jadinya" pekik zoya menyalahkan diri sendiri


zoya kembali memandang komputer milik abbas, zoya memperkuat system keamanan yang di buatnya tadi. zoya merasa cemas dengan hani yang masih di singapur bersama nenek, zoya berencana membujuk hani agar mau pulang, tapi zoya juga masih bingung sebenarnya apa yang membuat abbas begitu takut pada santi? bahkan sampai menyembunyikan dimas yang di jodohkan dengan hani, dan bahkan sebelumnya dimas juga mengatakan jika sampai santi tau tentang perjodohan itu santi tidak akan tinggal diam, ada maslah apa sebenarnya? zoya ingin menyelidiki tapi waktunya mana cukup, besok adalah hari di mana dia akan pergi ke pesantren.


"cukup rumit, tapi juga tidak akan membuat ku merasa sangat kesulitan, untuk menyelidiki semua itu emang gak harus buru-buru, tapi hani harus aman" kata zoya


tiba-tiba suara santi dan sania pulang, zoya segera kembali kekamarnya. zoya berpura-pura sedang menyiapkan pakaian yang akan di bawanya besok saat santi dan sania masuk kekamarnya


"eh.. anak buangan, kamu tau gak tadi aku ketemu calon suami kamu lho... " kata sania yang berdiri di pintu

__ADS_1


'calon suami? dimas?' batin zoya menebak


"hahaha..... dia cocok banget sama kamu, om farhan emang cocoknya sama kamu hahah... " kata sania tertawa kencang


'oh.. aku kira dimas' batin zoya lega


sania merasa kesal karna zoya yang hanya diam tidak mau menanggapi, sania kemudian memancing emosi zoya


"ni tadi loh.. aku bilang sama om farhan kamu itu gak sabar nikah sama dia, terus dia bilang dia akan ngelamar kamu di tahun depan, eitss cuman ngelamar loh ya.. gak sabaran banget sih kamu, nikah nya ya nanti waktu kamu udah lulus SMA, jadi kamu sabar ya hahaha" kata sania yang happy sendiri memancing emosi zoya, tapi zoya malah diam melipat baju dan memasukkan nya kedalam koper tanpa peduli dengan ucapan sania.


sania semakin marah, sania masuk dan berteriak pada zoya yang cuma diam tak menanggapi nya dari tadi


"hani!! kamu denger gak sih!!" teriak zoya


"aduhhh... siapa sih yang bawa anjing masuk rumah! berisik!!" teriak zoya di depan wajah sania membuat sania terkejut bukan main karna mendapat serangan tiba-tiba dari zoya


"apa! kamu bilang apa?! kamu bilang aku anjing??" kata sania dengan menjambak rambut zoya karna terlalu emosi


'berani banget pegang rambut seorang syilvia zoya?' batin zoya yang merasa sangat kesal


plakk..


plakk..


brukk..


zoya menampar dua kali wajah sania sampai ambruk ke lantai, santi yang melihatnya langsung marah dan berteriak pada zoya

__ADS_1


"hani!!!" bentak santi sambil membatu sania berdiri


"apa? kalian gak capek apa gonggong mulu dari kemarin, aduhhh aku takut banget... tante.. tante jangan teriak dong, tante teriak kayak kuntilanak sereeemmm... " kata zoya berlagak sok lemah dan takut


santi merasa sangat kesal, karna gak terima sania di tampar zoya santi juga ingin membalas tamparn zoya, saat santi mengangkat tangannya zoya tidak sengaja melihat papa abbas yang baru sampai di pintu, zoya tak melawan untuk tamparan itu dan..


plakk..


satu tamparan medarat di pipi kanan zoya, yang terlihat sangat jelas di depan mata abbas. zoya memegang pipi kanan nya dengan ekspresi seolah sedang di tindas


"santi!!" bentak abbas yang melihat zoya di tampar oleh nya


"p.. pa.. papa! papa sejak kapan di sana" tanya santi yang panik


"pa.. papa dengerin mama dulu, hani yang duluan nampar santi tadi, papa jangan salah paham ya.... " kata santi yang sangat panik


"pa... mama bener tadi hani yang mukul aku duluan" kata sania menjelaskan pada abbas


"kebenarannya ada di depan mata, papa juga bukan orang bodoh yang mudah kalian tipu aku percaya papa gak akan salah marahin orang" kata zoya dengan wajah yang di buat sedih


'heh! mau melawanku? harus nanya author dulu!! *hehe... author juga sesekali pengen masuk novel, boleh dong ya😁*' zoya


"papa liat ada keributan apa lagi! papa capek liat kalian berantem terus, ma.. papa liat mama nampar hani tadi tapi papa gak liat hani nampar sania, papa gak salahin mama juga gak belain hani pokok nya papa gak mau tau kalian harus saling baikan!! cukup ya papa pulang kerja malah liat kalian yang kayak kucing dan tikus terus gak pernah akur! besok hani dan sania kan mau kepesantren jadi ma.. papa mau mama jangan ribut terus sama hani, kamu juga hani jangan berantem terus sama mama kamu, kalian harus akur kalian ini ibu dan anak kenapa gak bisa ngasih sedikit ketenangan buat papa sih!!" kata abbas yang marah marah pada mereka


"akur? ogah" gumam sania


"sania cukup!! sudahlah sudah hampir magrib kalian balik kekamar masing-masing shalat magrib sana, hani sania kalian siapkan pakaian kalian dan kebutuhan lain nya besok pagi kita udah berangkat ke pesantren!" abbas dengan tegas

__ADS_1


"iya pa... " ucap mereka bertiga hampir serentak.


"ma.. papa gak tau mama punya dendam apa sama hani, tapi mama juga gak harus mukul hani gitu dong, kasian kan hani udahlah ayo balik kekamar papa masih mau ngomong sama mama" kata abbas lagi dengan nada yang sedikit marah


__ADS_2