Santri Mafia

Santri Mafia
makam ayah


__ADS_3

"kek jagain dia ya, takutnya nanti dia malah kabur terus nyusahin kakek!" kata Rafendra sambil menyalami kakeknya.


"maksudmu aku beban?" tanya Zoya menatap tajam Rafendra


"baru kemarin jadi perempuan sekarang udah balik ke mode preman lagi" sindir Rafendra sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Zoya


"kek!! cucu kakek yang satu ini kayaknya perlu di bawa ke laut buat di ceburin siapa dosa dosanya luntur!" kata Zoya kesal


"udah ah.. aku mau berangkat, nanti di marahin ustadz kalau telat" kata Rafendra


Zoya kemudian menyalami Rafendra, Rafendra berangkat setelah salaman dan memeluk kedua mahluk istimewa di depannya itu. setelah kepergian Rafendra Zoya memandang kakeknya dengan diam, kakek yang merasa terus di tatap Zoya pun menengok ke arah Zoya kemudian mengangkat sebelah alis nya pertanda dia sedang bertanya kenapa Zoya terus menatapnya


"pengen ke makan ayah... mm.. " belum selesai dengan kalimat nya kakek sudah menyambutnya dengan senyuman


"ayo.. kita pergi ke makan ayahmu" ajak kakek yang membuat Zoya tersenyum mekar


'lelah juga dari kemarin bersikap ceria seperti orang normal.. aku normal tapi.. maksutku, seperti orang pada biasanya.. rasanya lebih nyaman jadi diri sendiri' batin Zoya memijat pipinya yang terasa pegal karena sejak subuh dia sudah tersenyum menyambut pagi dengan kakek dan kakaknya.

__ADS_1


.


.


.


kini Zoya menumpahkan semua kerinduan dan rasa sakitnya di depan makam sang Ayah. kakek tak ingin mengganggu Zoya jadi dia mundur beberapa langkah dan memperhatikan Zoya di bawah pohon.


"yah.. Zoya datang.. kado yang udah ayah kasih udah Zoya ambil.. makasih ya yah.. Zoya janji akan jadi anak baik, Zoya janji akan jadi solihah yang ayah inginkan.. Zoya janji akan belajar dan menghafal Qur'an.. Zoya udah bisa baca Qur'an kok ya.. cuma belum fasih aja hehe,, Zoya baru keluar dari penjara yah. Zoya di penjara karena balas dendam atas kepergian ayah dan ibu, Jagan marah ya.. Zoya cuma gak tenang lihat dia masih nafas sedangkan Zoya harus kehilangan ayah dan ibu.. Zoya tau kok Zoya salah, tapi sekarang Zoya janji gak akan balik lagi jadi Zoya yang nakal dan kejam.. hehe.. Zoya sekarang udah tumbuh besar, ayah sih pake ninggalin Zoya duluan.. jadinya kan ayah gak bisa liat Zoya yang udah tumbuh cantik.. hehe... maaf ya sebelumnya Zoya juga gak inget sama ayah dan ibu.. ayah.. Zoya belum nemu makam ibu.. Zoya bakalan nyari, tapi Zoya janji Zoya akan nyari dengan baik-baik bukan dengan menggemparkan seluruh kota lagi hehe.." kata Zoya dengan pipi yang terus basah dan sesekali sesenggukan.


"ayah.. tau gak, Zoya ketemu sahabatnya papa.. ternyata dia ayahnya Hani.. dan tau gak, dia ternyata bukan ayah yang becus untuk Hani sebelumnya tapi sekarang udah berubah.. kok bisa ya ayah punya teman yang modelan nya kayak om Abbas.. dia baik sih, tapi tetap saja sebelumnya dia bukan ayah yang baik sampai membiarkan Hani di bully mama tirinya.. " lanjut Zoya bercerita sambil menabur bunga di makam sang ayah


"udah? gak mau lepas rindu lebih lama lagi?" tanya kakek melihat Zoya menghampirinya


"Zoya gak kuat kek.. takutnya nanti Zoya kumat kalau lama-lama di sini.." kata Zoya dengan suara seraknya


kakek hanya mengangguk dan tersenyum kemudian mengajak Zoya untuk kembali ke mobil. dari kejauhan seseorang memperhatikan Zoya dengan kakek yang sudah pergi, senyum miring tersungging di wajahnya, matanya menatap sinis dan sedikit mengeluarkan tawa mengejek dan merendahkan, setelah Zoya dan kakek tak lagi terlihat dia kemudian pergi dengan kembali menutup wajahnya menggunakan masker dan juga kaca mata hitam menyusuri makam yang begitu luas. berhenti di samping motornya dia kembali menoleh kearah di mana makam tempat Zoya menangis sebelumnya, senyumnya kembali mengembang dan kemudian pergi melakukan motornya meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"kek.. apa kakek juga merasakan hal yang sama dengan Zoya? sepertinya ada yang memperhatikan kita sebelumnya" kata Zoya yang sudah di dalam mobil


"mungkin cuma halusinasi mu saja.. tapi kalaupun benar, memangnya kenapa? kakek tidak takut dengan mereka" ucap Kakek sambil memberikan senyum hangatnya untuk Zoya


"Zoya tidak takut hanya saja rasanya sangat aneh.. " gumam Zoya yang masih terdengar jelas di telinga sang kakek


"sudahlah.. ayo pulang? bagaimana kalau hari ini kakek mengajakmu ke pantai?" tanya kakek mencoba menghibur Zoya


"boleh" kata Zoya sambil tersenyum manis


kakek melajukan mobilnya menuju pantai. Zoya masih berkutik dengan jiwa penasarannya, dia benar-benar merasakan aneh ada sesuatu yang membuatnya terus terpikirkan tapi apa itu? tak biasanya dia sampai merasa begitu penasaran dengan hal sepele seperti ini. ini bukan kali pertama ada yang mencintainya atau mengikutinya, dia hanya merasa di amati seseorang hari ini tapi dia merasa ada sesuatu yang berbeda, dia merasa aneh...


'mungkin kakek benar, aku yang terlalu berlebihan itu semua hanya halusinasi ku saja' batin Zoya berusaha menepis rasa penasaran nya meski sangat sulit kali ini.


🌹🌹🌹🌹


Hai guys.. 👋👋

__ADS_1


jangan lupa like dan komentar ya☺ komen walau cuma titik aja juga gak apa☺👋🤍


__ADS_2