Santri Mafia

Santri Mafia
penyerangan Zoya


__ADS_3

seperti biasa, ketika memasuki aula utama yang berada di pondok putra, santri putri berdesak-desakan masuk meski sedang di arahkan untuk berbaris dan tertib. mereka begitu antusias untuk memasuki kawasan asrama para pangeran tampan idaman mereka. sebelumnya Zoya sudah memberitau Hani jika dirinya tak terlihat dia dan Alya tak perlu memperdulikan nya, Hani menolak dengan keras tapi Zoya juga jauh lebih keras kepala. Hani hanya bisa kesal tanpa bisa berbuat apa-apa, Zoya benar-benar sangat sulit di hentikan nya. Zoya hanya mengatakannya pada Hani karena hanya Hani yang tau siapa dirinya.


Zoya berhasil ke luar dari kerumunan dan dengan keahliannya juga dia bisa keluar dari kawasan asrama menuju jalan besar. seperti biasa Zoya akan menggunakan ojek untuk menuju tujuannya. meski sebelumnya pernah soal karena menaiki ojek, tapi kata trauma tak pernah ada dalam hidup Zoya. sebelum menuju gudang markas para mafia itu Zoya terlebih dulu pulang kerumah pribadinya untuk mengganti baju, karena saat ini dia menggunakan rok dan hijab syar'i putih. usai mengganti pakaiannya Zoya segera menuju dimana menuju dimana Diky dan Lance berada sekarang.



outfit Zoya.


sebelum sampai ke tempat tujuan, Zoya menggunakan maskernya, Zoya juga sedikit berdandan yang berbeda dari biasanya saat dia masih di markas Gino. Zoya menggunakan makeup tebal dan menyamarkan bentuk alisnya Zoya juga menggunakan soflen coklat. meski Zoya berharap Lance menyadarinya tapi Zoya juga tidak ingin para musuh mengenalinya.


sampai di sana, Zoya tidak langsung masuk. Zoya sebelumnya juga membawa senjata kesayangan nya, pisau yang sudah di selipkan di balik hijabnya. pisau Fairbairn Skykes Fighting, hadiah dari Gino untuknya, sebelumnya Hani menemukan pisau itu masih melekat di pakaian Zoya yang terkoyak arus sungai. namun karena Hani tidak tau itu pisau apa jadi dia menyimpannya sebelum membawa Zoya kerumah sakit, dan memberikannya kembali pada Zoya saat Hani tau siapa sebenarnya Zoya.


Zoya berjalan dengan tenang menuju samping gedung, rupanya setelah penyelinapan nya dengan Diky sebelumnya sangat heboh, kini gedung itu di kelilingi begitu banyak penjaga dengan bersenjata juga. Zoya memasang kaca mata hitamnya kemudian menyelundup ke balik pohon, Zoya juga membawa pistol yang sebelumnya di curinya dari Diky. melihat para penjaga yang berjarak antara sepuluh langkah dengan lainnya membuat Zoya tak merasa kesulitan sedikit pun menghadapi mereka, Zoya merasa ini adalah sebuah keberuntungan baginya.


dorr..


dorr..


dorr..


tiga peluru melesat ke arah tiga penjaga yang berdiri menghadap ke arahnya, sebelum ketiga penjaga itu terjatuh dan membuat penjaga lainnya tersadar Zoya kembali menembak kan tiga peluru pada mereka yang dekat dengan tiga penjaga sebelumnya.


brukk..


enam penjaga tewas dalam sekejap. beberapa yang lain menyadarinya, mereka mulai waspada dan mencari keberadaan Zoya. Zoya mengambil kesempatan itu untuk menyerang mereka dengan cepat tanpa menimbulkan banyak suara. setelah menumbangkan mereka, Zoya kembali berjalan masuk dengan elegan dan santai, begitulah gayanya.


dari atas pohon, Lance dan Diky memperhatikan Zoya dengan mata yang gak berkedip. Diky seolah melihat kembali tuannya yang dulu, tapi Diky cukup berharap Zoya tidak kembali lagi menjadi 01 yang di takuti dunia bawah. Lance yang begitu sangat mengenali Zoya dari langkah dan gayanya begitu terkejut saat ini, dia tau itu Zoya. ada rasa bahagia dalam hatinya karena Zoya masih hidup seperti keyakinannya dan ada rasa sedikit hawatir karena Gino saat ini sedang memperluas pencariannya. sudah beberapa bulan dan Lance begitu merindukan Zoya.

__ADS_1


"kau tau dia masih hidup?" tanya Lance pada Diky di sampingnya


"ya" jawab singkat Diky


"seharusnya kau melarangku ikut malam ini, jika kau melarangku ikut aku tidak akan mengetahui rahasia mu ini" kata Lance dengan suara dinginnya


"bukankah ini tujuanmu" jawab Diky yang membuat Lance sedikit melirik nya


"kau tidak takut aku akan membocorkan nya pada Gino?" tanya Lance kembali menatap lurus dimana Zoya sudah tak terlihat lagi


"tuanku menginginkannya" jawab Diky yang kemudian turun dari pohon dan menyusuli Zoya masuk kedalam. Lance juga ikut masuk kedalam


"jadi ini alasanmu tidak langsung masuk. kau sedang menunggunya" kata Lance yang sudah berada di samping Diky


"ya. apa kau akan menyerang kami sekarang?" tanya Diky dengan tatapan sinis nya pada Lance


"aku memang seorang penghianat. tapi juga tidak akan menyerang kalian di saat ini juga. ada alasan kenapa aku menghianatinya, aku juga tidak seburuk itu Diky. kau tau aku seperti apa kau tau aku benci dengan orang yang menyinggung ku tapi kau masih hidup sampai sekarang meski beberapa kali kau membuatku kesal" kata Lance sambil merapikan kembali rambutnya yang sedikit acak.


"aku harap Zoya mempercayainya" ungkap Diky yang kemudian kembali masuk menyusuli Zoya


'tidak peduli apakah Zoya mempercayainya atau tidak. aku hanya berharap jika dia kembali dia sudah siap dengan segala rencananya dan sampai saat itu.. aku akan ada di sampingnya meski dia menolak sekalipun.. ' batin Lance yang mengikuti Diky masuk.


Lance dan Diky kini sampai di samping Zoya yang sedang mengamati keadaan. Zoya tidak terkejut sama sekali melihat Lance yang kini di sampingnya juga, karena sebelumnya Diky sudah mengatakan nya. meski dendamnya pada Lance belum hilang tapi Zoya masih mampu menetralkan perasaan nya saat ini.


Lance tidak berbicara apapun melihat Zoya yang biasa saja dengan kedatangannya. Lance juga merasa tidak pantas untuk menatap Zoya karena dirinya yang begitu merasa bersalah.


"Diky, apa semuanya sudah siap?" tanya Zoya

__ADS_1


"ya.semua menunggu perintah" jawab Diky yang membuat Lance merasa heran, sejak kapan Diky menyiapkan pasukannya sedang kan dia selalu bersama sebelumnya? Lance teringat saat Diky mengatakan tidak jadi mengikutinya siang tadi dan keluar dari rumah. Diky memang orang yang dapat di percaya, benar-benar sigap dalam bertindak.


"bagaimana dengan di dalam" tanya Zoya lagi


"ada sekitar tujuh puluh orang di dalam. meski dari luar terlihat sebuah ruangan yang cukup untuk sepuluh orang nyatanya ada ruang bawah tanah juga di dalam. sebelumnya saat aku masuk ruangan itu seperti terpisah, ada ruangan lain di dalam yang juga menuju ruang bawah tanah" jawab Diky


"kalau begitu serang mereka dulu, ambil kesempatan masuk ke ruang bawah tanah" kata terakhir Zoya yang setelah itu mereka kemudian bertindak. para bawahan yang Diky bawa menyerang tempat itu, ada sekitar tiga puluh orang bawahan yang Diky bawa, tapi meski begitu kekuatan mereka bukan main-main dan cukup untuk meluluh lantahkan tempat itu. sebelumnya Diky juga menyelidiki kekuatan musuh, setelah mengetahui seberapa kuat musuh barulah Diky menyiapkan para bawahannya. di tengah-tengah kerusuhan pertarungan mereka, Zoya berhasil menyelinap ke ruang bawah tanah bersama Lance. sedangkan Diky masih disana menahan mereka yang berada di ruangan.


di dalam ruang bawah tanah, tak ada yang menyadari kerusuhan di luar. karena mereka sibuk dengan kegiatan biadab mereka, Zoya merasa jijik melihat pemandangan yang meski sebelumnya sering Zoya lihat. Lance yang melihat tingkah Zoya yang seakan muak dengan pemandangan di depannya merasa sedikit aneh, tapi Lance tidak bertanya karena saat ini mereka sedang bersiap menyerang secara diam-diam.



Lance



Diky.



Zoya. (anggap aja ini Zoya ya gaes ya🤭)


🌹🌹🌹🌹


Hai guys... 👋👋


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR YA.. 👋👋

__ADS_1


__ADS_2