
"surprise... !!!" teriak Hani Alya dan Sania tiba-tiba ketika Zoya membuka pintu rumah karena kakek yang menyuruhnya. di dalam sudah ada beberapa orang lainnya yang juga mengucapkan selamat datang dengan ruangan yang terhias seperti sebuah pesta.
"aku kembali dari penjara bukan medan perang. kalian ngapain pesta disini? aku juga gak lagi ulang tahun" kata Zoya yang membuat senyum mereka semua seketika turun kebawah
"kamu manusia apa mayat hidup sih! bukannya seneng di sambut.. !! kita capek tau dekor nya, hargain dikit kek!!" kesal Hani yang di angguki Alya dan Sania
"makasih" kata singkat Zoya yang membuat Hai semakin kesal
Hani diam dan masuk, duduk di sofa tanpa sepatah katapun lagi. kekesalannya sudah terlihat jelas di wajahnya, Alya hanya diam karena tak tau harus kembali menyambut Zoya atau menenangkan Hani.
"dasar manusia salju!! dinginnya entar aja di lanjutin sekarang mending kamu senyum terus ikut party ngerayain kedatangan kamu disini!!" kata Sania sambil menarik tangan Zoya, Abbas dan kakek hanya menghela atas melihat sikap Zoya. Zoya menarik nafas dalam, awalnya Alya mengira Zoya sesak nafas tapi sedetik kemudian Zoya malah mengejutkan mereka
"Aaaa.. !! makasih sahabat sahabat baik ku.. kalian ngapain sih repot repot buatin pesta gini.. tapi lucu.. !!" teriak Zoya heboh.
semua orang disana malah menganga karena tingkah Zoya, bahkan Rafendra yang sejak tadi hanya diam dan bersiap ingin memeluk Zoya juga ikut mematung. Hani bahkan lupa jika dia badmood, Santi yang sejak tadi memandang malas dan penuh dendam ikut melotot.
"kalian kenapa diem? jadi party gak sih" tanya Zoya yang membuyarkan keterkejutan semua orang
"selamat datang cantik ku.. " kata Rafendra memeluk Zoya
"makasih... " sambut Zoya membalas pelukan Rafendra sambil heboh menghentak kam kaki kegirangan, Hani semakin menganga dengan tingkah zoya.
"aduh ngapain sih mangap mulu. entar seisi rumah ikut kesedot lagi! sini peluk.. Aaa.. makasih Hani.. baik banget nyambut pake surprise gini.. seneng bangeeettt.. " teriak Zoya memeluk Hani sambil melompat lompat girang
"selamat ya.. Zo.. Zoya... kamu akhirnya balik lagi.. " kata Sania ikut memeluk Zoya yang masih dalam pelukan Hani yang belum berhenti menganga
__ADS_1
"Zo? kamu gak kerasukan kan? kamu gak lagi gangguan jiwa kan? Jagan bilang kamu stres karena kelamaan di penjara!" kata Alya membalik kan tubuh Zoya, Hani tiba-tiba menyentuh jidat Zoya yang dingin
"kok.. aneh.. kamu lupa karakter kamu? tadi kamu masih normal lo.. kok sekarang udah gini" kata Hani memeriksa suhu leher Zoya
"mau aku balik kayak tadi?" tanya Zoya dengan ekspresi datar. Hani dan Alya hanya memandang satu sama lain, seolah mereka sedang berbicara lewat telepati
"Hahaha... Zoya coba liat, mereka sampai buat makanan enak buat nyambut kamu, sebelum lanjut party bagaimana kalau kita makan dulu yuk?" kata Abbas menghampiri mereka berempat
"makanan? kalian masak?" tanya Zoya antusias
"mereka masak banyak buat kamu, udah pulang nak? ayu sini duduk nenek kangen sama kamu" kata Nenek Hani yang juga baru keluar dari dapur dengan membawa jus untuk mereka
dengan tersenyum mekar Zoya menghampiri nenek dan mengambil segelas jus, tanpa bismillah langsung meneguknya hingga habis.
"mm.. enak! nenek cantik juga disini? ahh.. kalau ayo kita makan!" kata Zoya yang kemudian langsung duduk di meja makan
.
.
.
"hari ini dia pulang kan?" tanya Dimas pada Al yang sedang membaca kitabnya
"iya" jawab singkat Al
__ADS_1
"Hani juga pulang buat nyambut dia.. Al.. kapan kamu mau ngelamar dia?" tanya Dimas dengan berbisik
"InsyaAllah mungkin dua bulan lagi, takutnya dia masih belum siap" kata Al menutup kitabnya dan menaruh kembali dengan rapi
"Kamu yang Azan, udah hampir masuk waktu ashar" kata Alfaeza mengajak Dimas kemasjid, Dimas mengangguk dan mengikuti Alfaeza di belakang yang juga seorang ustadz baginya, walaupun terkadang Dimas tidak sopan dan lansung memanggil namanya. usia mereka juga tidak terlalu jauh Dimas yang berusia 17 tahun dan Alfaeza 19 tahun. membuat Dimas selalu menganggapnya teman dan kalau ingat baru manggilnya ustadz, Rafendra juga sama seperti Dimas kalau ingat baru hormat. Alfaeza juga sebenarnya tidak pernah masalah dengan perilaku mereka, dia juga tidak pernah menganggap dirinya ustadz, dia masih sama seperti mereka yang seorang Santri.
.
.
.
kini sudah malam dan Abbas sudah pulang bersama Santi, dan dua putrinya. rencananya Zoya ingin kembali ke pondok besok tapi kakek masih merindukannya dan ingin dia tinggal sedikit lebih lama lagi, jadi dia terpaksa tinggal di rumah selama tiga hari sedangkan Rafendra besok dia akan kembali ke pesantren.
Zoya sangat merindukan pesantren, entah mengapa dia begitu tidak sabar untuk kembali kesana, dia merindukan pelajarn Agama yang selalu membuatnya pusing dan terkadang merenung sendiri karena pelajaran tentang dosa dosa ataupun bahkan sering minder sendiri karena belum tau banyak hal tentang semua pelajaran. terkadang Zoya senyum senyum sendiri mengingat dirinya yang tak pernah taat aturan, sering kabur dan bahkan sampai berurusan dengan ibu Nyai.
sampai pikiran Zoya menuju dimana dia menghentikan senyum karena mengingat seseorang, beberapa saat setelah terdiam Zoya malah tertawa sendiri mengingat bagaimana mereka yang selalu bermusuhan tiada henti, ada sedikit rindu di hati Zoya untuk Alfaeza, yang selalu membuatnya merasa kesal.
"di rindu aku juga gak ya? hufft.. seru juga kalau tiap hari berhadapan dengannya, dia akan seperti tomat kalau marah" gumam Zoya mengingat Alfaeza dengan berbagai ekspresi ketika menghadapi dirinya.
"dia juga aneh. semua laki-laki memiliki ketertarikan pada wanita tapi dia selalu menghindar ketika melihatku, apa dia gak normal? atau imannya yang terlalu kuat? hehe lucu juga kalau ingat dia yang selalu istighfar ketika aku mendekatinya" kata Zoya memikirkan adegan ketika mereka berusaha kabur dari penculikan saat itu.
"seru juga kalau jadi Alya dan Hani.. aku belum pernah se tertawa dan se bahagia lepas seperti pagi ini.. kalau aku bisa aku akan terus seperti itu sayangnya... kebiasaan ku sulit di rubah" kata Zoya lagi berbicara pada dirinya sendiri.
๐น๐น๐น๐น
__ADS_1
Hai guys... ๐๐
jangan lupa semangatin mimin ya.. Jagan lupa komen juga, walaupun komen tanda titik juga gak masalah๐โบโบ