
"pelan-pelan.. kalau udah tau huruf-huruf nya, bacanya juga bakalan mudah.. kamu ini aneh! kamu bisa bahasa Arab tapi gak pernah belajar Al-Qur'an.. bener-bener aneh!!" kata Alya yang sedang mengajari zoya melafalkan bacaan Al-Qur'an. Zoya hanya diam mendengar omelan Alya yang tak ada henti-hentinya semenjak dirinya membuka Al-Qur'an.
"aku bisa menggunakan bahasa Arab, tapi yang di AL-QUR'AN berbeda!! hah... ajari aku pelan-pelan jangan mengomel terus!" kesal Zoya yang malah berdebat dengan alya
Shodaqallah hul 'aziim...
satu jam berlalu semenjak Zoya di ajari Alya membaca AL-QUR'AN. kini mereka menutup AL-QUR'AN nya dan beristirahat sejenak, meski begitu Alya masih protes karena Zoya yang pandai akan bahasa Arab tapi malah tidak bisa baca qur'an. yang di pikir Alya, Zoya adalah gadis biasa seperti dirinya yang kapan saja bisa belajar AL-QUR'AN. tapi sayangnya yang dipikirkan Alya salah, karena Zoya juga belajar bahasa Arab bukan karena keinginannya sendiri melainkan perintah dari Gino.
"gara-gara ngomelin kamu terus perut aku juga ikut ngomel-ngomel nih.. beli beli yuk!!" ajak Alya sambil mengelus perutnya karena merasa lapar.
"ya" jawab Zoya singkat sambil melipat mukenah nya.
.
.
.
"eiihh... aku kira di pesantren gak akan ada MOS.. ternyata ada.. " kata Alya yang kini duduk di bangku yang tentunya bersebelahan dengan Zoya
"tidak suka MOS?" tanya Zoya tanpa menatap Alya
"gak suka!! udah capek, panas lagi.. apalagi MOS nya ntar siang!!! ahhh.. kenapa gak pagi aja sih, kenapa juga sekolah agama sama umum di pisah.. " jawab Alya sambil menggerutu
__ADS_1
ceklek.. pintu di buka dan menampak kan guru cantik dengan hijab warna moca yang menambah keindahan rupanya.
"assalamu'alaikum... " sapanya pada semua santri
"wa'alakumussalam ustazah.. " jawab serempak mereka kecuali Zoya yang diam lupa untuk menjawab salam
"nama ustazah adalah Halimaturrahmah, panggil aja ustazah Halimah. pagi ini sebenernya kita belum aktif belajar.. dari pagi ini sampai lima hari kedepannya kita bakalan tes. tes ini untuk pembagian kelas kalian dan karena kemaren ustazah gak sempet kasih tau kalian jadi ustazah kasih taunya sekarang.. selain tes ada kuis juga buat kalian.. " kata ustazah Halimah yang sudah duduk di bangkunya
"han.. kamu harus Siap-siap ya.. pokoknya aku mau kita barengan kelas.. kamu harus bisa jawab seenggaknya 50% dari soal yang di kasih.. aku juga bakalan berusaha!! pokoknya kita gak boleh pisah kelas ya.. " kata Alya dengan berbisik-bisik pada Zoya
"hmm" jawab Zoya hanya berdehem. karena dirinya merasa kurang yakin, entah sejak kapan kepercayaan dirinya turun hingga dia merasa takut untuk mengahadapi tes.
ustazah menyerahkan lembar demi lembar ke semua santri di sana, Zoya menatap diam lembar kertas didepannya. rasanya cukup menakutkan untuk menyentuh kertas didepannya..
"rasanya atihan selama tiga tahun lebih baik dari menerima selembar kertas ini" gumam Zoya sambil menatap kertas putih itu
"siapa yang ngomong sama kamu! sana jauh-jauh.. jangan nyontek!" ketus Zoya yang membuat Alya manyun seketika
"haih.. kata-kata yang menusuk tulang ekor!!" kata Alya dengan menggerutu. seketika Zoya teringat dengan Hani yang sudah beberapa tak diingatnya. astaga! apa Hani sudah sampai di Indonesia? apa dia juga aman? ahh.. Diky memang bisa di andalkan tapi Gino juga tidak bisa dia remehkan! Zoya harus memikirkan cara untuk keluar dari tempat ini dan memastikan Hani pulang dengan selamat. tapi sebelum itu kertas didepannya seakan memanggil Zoya untuk mengambilnya. dengan menghembuskan nafas kasar Zoya mulai membaca setiap soal di kertas putih itu. ada sekitar lima belas soal, tapi semua itu cukup membuat Zoya pusing karena isi dari soal-soal itu semua tentang akhlak, fiqih dan sejarah islam. baru kali ini Zoya merasa garuk-garuk kepala karena soal yang berada di luar nalarnya. bagaimana dia akan menjawab semua pertanyaan ini? rasanya saat ini Zoya ingin merutuki Hani yang tidak sempat mengajari nya tentang agama.
"Han.. kamu bisa jawab gak?? kasih bocoran dong satu.. " bisik Alya di samping Zoya. Zoya yang sudah pusing tujuh keliling itu malah di buat gagal fokus oleh bisikan Alya
"dilarang nyontek!!" ketua Zoya menjauhkan diri sedikit dari Alya, Alya yang kesal karena Zoya yang menjauh darinya merasa tak terima dan terus menendang kaki Zoya pelan. tentu Zoya yang benci di ganggu merasa risih dengan Alya yang tidak bisa diam dan menahan kaki Alya dengan menginjaknya. Alya memberontak tapi juga tak ada gunanya karena kekuatan Zoya jauh di atasnya.
__ADS_1
'akhlak yang baik bagi wanita saat berbicara dengan yang bukan mahrom? apa itu mahrom?.. haha.. Hani harus bertanggung jawab karena membuatku terjebak di sini!!' batin zoya sambil memijat keningnya
'apa lagi ini? niat mandi setelah haid? hah?? memangnya mandi juga harus dengan niat?.. ' batin Zoya lagi yang tambah pusing
'huftt... rasanya lebih baik aku terjebak di hutan pelatihan selama dua tahun dari pada harus berurusan dengan kertas ini meski dua menit!!' batin Zoya menggerutu
sesuatu seakan menggelitik Zoya di bawah kakinya, awalnya Zoya tak ingin peduli tapi rasanya sangat risih karena tak kunjung berhenti sejak tadi. Zoya melihat apa yang menggelitik kakinya di bawah, Zoya terkejut karena ternyata Alya memberinya sebuah kertas yang sudah di remas dengan menggesekkan di kakinya. Zoya menatap ke samping untuk melihat Alya, Alya mengedip-ngedipkan matanya seolah memberi isyarat untuk mengambil kertas di kakinya.
Zoya menunduk mengambil kertas itu dengan entengnya, membuat jantung Alya seakan berhenti berdetak, andai ustazah Halimah tak ada disana mungkin Alya sudah menggeplak kepala Zoya.
Zoya membuka kertas itu tanpa tau Alya sedang merutuki nya saat ini. di kertas itu tertulis dua jawaban untuk soal yang saat ini membuat Zoya ingin melepaskan kepalanya. Zoya tersenyum mengembang dengan menatap Alya di sampingnya, Aly6hanya terpaksa menyunggingkan senyum di bibirnya meski hatinya sedang merutuk kesal.
"Terima kasih" kata Zoya dengan senangnya, beruntung ustazah Halimah tidak mendengarnya bicara. Alya semakin kesal di buat Zoya tapi tetap tersenyum dengan terpaksa
Zoya menyalin jawaban yang di berikan Alya di kertasnya. ada satu soal yang membuat Zoya setidaknya tidak merasa terlalu bodoh lagi
'doa qunut? aku menghafalnya.. ini bagus! setidaknya aku masih bisa mempertahankan sedikit harga diriku yang tersisa' batin Zoya dengan senyum indahnya.
'tidak peduli bagaimana hasilnya, yang terpenting adalah jangan sampai si konyol ini terlalu dekat dengan ku, jika tidak.. akan sangat sulit bagiku untuk keluar dari tempat ini.. biarlah aku menjawab tiga soal, ini bisa membantuku untuk lebih mudah bereaksi jika ada sesuatu tak terduga yang terjadi' batin Zoya.
🌹🌹🌹🌹
Hai guys...... 👋👋
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian ya.. supaya author lebih giat up-nya~
semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR☺☺🌹🌹👋