Santri Mafia

Santri Mafia
Hampir saja!


__ADS_3

Zoya masih dikamar nya dengan mata sembab. sudah hampir jam 12 dan Zoya masih belum kembali ke pesantren. Zoya sedikit hawatir karena dia yakin Alya dan Hani pasti sedang mencarinya saat ini. Zoya bergegas menaruh album foto kedalam kotak kado dan menutupinya. Zoya berniat membawanya ke pesantren. tapi sepertinya nasib buruk menimpanya saat ini, saat Zoya akan keluar dari kamarnya dia mendengar ada langkah kaki dan bahkan suara seseorang berbicara di lantai bawah.


'ada orang! siapa yang datang ke sini?' batin Zoya. Zoya berusaha keluar dan memeriksa siapa yang datang ke rumah nya saat ini sedangkan wanita sebelumnya bilang tidak ada yang berani datang bahkan mendekati rumahnya?. Zoya membuka kamarnya tapi belum sepenuhnya karena dia begitu terkejut melihat wajah tidak asing sedang berbicara dengan orang di samping nya. Zoya segera menutup kembali pintu nya dengan hati-hati agar mereka tidak mendengarnya


"L.. Lance.. sedang apa dia disini? dan Diky... aku yakin Lance datang untuk mencari tau tentang kejadian malam itu.. dan aku tau Diky tidak akan bisa menolaknya! bagaimana aku keluar sekarang.. " gumam Zoya memikirkan cara bagaimana keluar dari rumahnya.


Zoya teringat ada tangga rahasia menuju toilet kamar tamunya yang berada di lantai bawah. Zoya ingat tangga itu berada di bawah tempat tidurnya, karena ketika kecil ayahnya memberitahu kan bahwa ada pintu rahasia untuknya kabur jika ada sesuatu yang terjadi. Zoya segera merangkak kebawah tempat tidurnya dan menekan sebuah tombol hitam disana, sebuah lubang perlahan terbuka dan Zoya masuk kedalamnya.


Zoya berhasil turun dan sampai di sebuah ruangan sempit yang hanya muat untuk tiga orang. karena ayahnya memang husus membuat jalan rahasia ini untuk Zoya, Rafendra dan ibunya jika ada hal buruk tak terduga terjadi pada mereka. tapi sayangnya mereka tidak sempat menggunakan jalan rahasia itu meski hal buruk sudah terjadi pada mereka. Zoya mendorong sebuah dinding bertanda silang warna merah kesamping dan perlahan tembok itu terbuka. Zoya keluar dari ruangan sempit itu dan kini dia berada di kamar mandi. Zoya kembali menutup tembok itu dan berusaha keluar dari sana dengan mengendap-endap.


Zoya mengintip dari balik pintu, melihat kedua nya tidak disana Zoya mencoba untuk keluar. tapi saat akan melangkahkan kakinya tak sengaja Diky melihatnya, Dikiy begitu terkejut melihat Zoya disana, meski menggunakan masker, topi dan kacamata hitam tidak akan membuat Diky kesulitan untuk mengenalinya.


"khem... " Diky segera berdehem memeberi kode pada Zoya jika mereka masih disana. Zoya yang terkejut segera kembali masuk lagi ke kamar tamu itu.


'sial!! hampir saja!!' batin Zoya menahan nafasnya. Zoya tau ini akan sulit, Zoya melihat jendela. Zoya berniat akan keluar dari sana tapi ternyata jendelanya tidak biya di buka. sial dia akan terjebak!.


tiba-tiba Diky masuk kedalam mengejutkan Zoya yang sedang berusaha membuka jendela.


"kau.. !" kata Zoya dengan suara pelan


"sastt.. aku berpencar dengan Lance. dia ke atas.. cepat keluar aku akan mengalihkan perhatian Lance." kata Diky yang kemudian keluar dari sana


"ahh.. aku lupa kalau aku sekarang memiliki kakak yang baik" gumam Zoya setelah Diky keluar.


Zoya kemudian keluar dengan mengendap-endap. Zoya senang karena dia berhasil keluar dari rumahnya, Zoya segera pergi dari sana dan kembali dari pesantren tapi sebelum keluar dari gerbangnya Zoya membalikkan badan dan menatap kembali rumahnya yang sudah penuh dengan tanaman merambat dan lumut di setiap sisinya.


"aku akan kembali ayah ibu.. dengan Rafen juga.. sekarang aku tidak punya banyak waktu, aku pergi.." gumam Zoya yang kemudian keluar dan segera menelusuri jalan mencari ojek untuk nya kembali ke pesantren.

__ADS_1


Zoya mendapatkan ojek setelah lama berjalan. Zoya segera kembali ke pesantrennya. Zoya berhenti sebelum sampai di gerbang karena dia tidak akan masuk melalui gerbang. bisa mati jika dia ketahuan pengurus.


Zoya kembali ke tempat sebelumnya dia melompat. sekarang Zoya sadar ternyata tembok yang sebelumnya dia panjat begitu tinggi dari luar. astaga!! apa dia harus melakukan ini? memanjat tembok dengan rok nya lagi?? aihh.. Zoya merasa menyesal mengganti bajunya sebelum kembali ketempat ini. seharusnya dia mengganti bajunya nanti saja setelah dia masuk! sekarang sudah terlambat untuk menyesal.. sial! dia benar-benar akan memanjat tembok dengan rok nya lagi!!


Zoya sedikit kesulitan memanjat tembok karena rok dan kotak kado yang dibawanya. sungguh nanggung jika dia akan turun sedang kan dia sudah memanjat setengah dari tembok! tapi dia akan jatuh jika terus memanjat sedangkan rok nya tidak mau bersahabat saat ini dan terus saja menghalangi kakinya untuk naik memanjat semakin ke atas. tangannya juga cukup kesulitan karena kotak kado itu.


"Zoya sejak kapan kamu selemah ini? tidak! aku tidak akan turun aku akan terus naik!! heh!! menyerah bukanlah gayaku!" gumam Zoya yang kemudian kembali berusaha memanjat hingga ke atas. meski membutuhkan waktu dan usaha yang lebih Zoya tetap bisa sampai ke atas tembok.


"syuk.. Alhamdulillah.... akhirnya!" kata Zoya dengan tersenyum senang


"oh ya? wah.. aku mau dong.. lain kali aku nitip deh sama kamu.. udah murah motifnya juga bagus-bagus.."


"iya deh.. lain kali kalo aku pergi beli aku bakalan kasih tau kamu"


dua orang santri wati yang sedang asik mengobrol lewat di sisi lainnya sepertinya sedang mencari tongkrongan bagus dan sepi untuk mereka makan karena di tangan mereka penuh dengan jajan. Zoya menahan nafas karena terkejut, jika mereka menoleh ke kiri mereka akan melihat Zoya yang sedang duduk di atas tembok.


setelah mereka berlalu Zoya segera turun dan bersembunyi di sisi tembok yang lainnya.


"kamu kenapa ngajak aku balik lagi sih.. mana pake kaget gitu lagi!" suara santri satunya


"sumpah aku liat ada yang duduk di atas tembok tadi sekilas!!" kata seorang darinya dengan suara terkejutnya


"hah? kamu beneran?? jangan nakut-nakutin deh!! gak ada orang disini.. "


"tapi tadi aku liat.. gak mungkin aku bohong! tadi sekilas aku liat dia lagi duduk disana!!"


"Jangan-jangan kamu liat hantu penunggu belakang gedung lagi!! wah.. kita harus kabur! aku gak mau kerasukan.. !!"

__ADS_1


"Aaaa... !!" mereka berdua kemudian berlari sambil berteriak dengan suara yang begitu melengking. Zoya sedikit kesal karena di anggap hantu penunggu.


"memangnya aku satpam!!" gumam Zoya dengan sangat kesal. Zoya kemudian kembali ke asramanya.


sampai di gurfahnya, Zoya melihat banyak teman sekamarnya yang sedang santai tapi tidak ada Alya dan Hani di sana. Zoya sedikit tidak peduli dan memasuk kan barangnya kedalam lemari.


"Hanii.. !!!" bentak Alya dan Hani serentak melihat Zoya seperti nya sedang merapikan bajunya di lemari.


Zoya menoleh dan tanpa dosa mengacuhkan mereka berdua. Hani dan Alya merasa kesal dan menarik tangan Zoya untuk keluar dari kamar. Zoya di bawa ke kamar mandi oleh mereka berdua, Zoya yang merasa bingung dengan mereka berdua hanya diam tanpa berkomentar mengikuti langkah kaki mereka kemana membawanya.


"kemana aja kamu!!" tanya Hani dengan wajahnya seriusnya


"Hani kamu tau gak kita nyariin kamu sampe keliling pesantren!!" kata Alya dengan nada kesalnya


"pulang" jawab Zoya singkat membuat keduanya begitu terkejut dan segera menutup bibir Zoya secara bersamaan


"kamu serius?? Zo.. Hani!! kamu beneran kabur!??" tanya Hani dengan suara berbisik nya


"kamu beneran ya! kalau sampe ummi tau kamu bakalan di hukum Hani!" kata Alya juga dengan suara pelan nya yang kesal dan panik


"tapi dia tidak tau kan. jadi kalian gak perlu sampe sekaget itu! lagian juga aku cuma pulang sebentar!" kata Zoya dengan wajah datar tanpa dosanya


"astaga!! sumpah Han.. aku pengen banget ngumpat kamu tau gak!!" kata Alya dengan kesal


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Hai guys... ๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya..


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR๐ŸŒน๐ŸŒนโ˜บโ˜บ


__ADS_2