Santri Mafia

Santri Mafia
niat maling di rekening sendiri


__ADS_3

beberapa hari berlalu setelah hari belanja itu. kini zoya lebih sering keluar selesai shalat subuh untuk lari pagi, karna baru mulai mengenal dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar zoya hanya tau beberapa arah jalan, jadi dia lebih mudah untuk berlari pagi tanpa harus tersesat setiap saat.


seperti biasa, kini zoya ! sudah ada di taman setelah berlari, zoya meregang kan otot-otot nya. zoya jadi kepikiran dengan statusnya sekarang, sampai kapan dia akan menjadi hani? satu lagi, tidak mungkin dia akan terus bersembunyi begini, gino tidak akan percaya dengan kematiannya jika belum menemui jasad nya.


"gimana caranya ngehindari gino tanpa rasa hawatir dia akan menemukan ku? aku ingin membuat ilusi tentang kematianku, tapi sekarang aku di Indonesia, dan seharusnya gino tidak akan menyelidiki sampai titik di mana hani menemukan ku di sungai kan? semoga saja tidak, takutnya hani dan nenek akan dalam bahaya" gumam hani sambil masih dengan aktivitasnya meregangkan otot-otot nya.


"sudahlah.. pulang dulu, nanti pikirkan bagaimana" katanya sambil bergegas kembali ke rumah papa abbas


"tunggu dulu, kalau di pikir-pikir aku masih punya beberapa M di rekening, seharusnya masih ada, karna tidak mungkin jika gino menariknya, itu bukan sifat dan kebiasaanya, bagaiman cara ku mengambilnya? ah... aku akan membobol nya, maling di rekening sendiri harusnya tidak dosa kan?" kata zoya yang menghentikan langkah kakinya.


"minta papa abbas buatkan rekening untukku, harusnya dia tidak akan menolak" ucap zoya lagi yang kemudian melangkahkan kakinya untuk pulang.


"ck, baru beberapa hari merasa punya sosok seorang ayah, aku sudah mau manja? ah... soal rekening aku bisa buat sendiri" gumam zoya sambil berlari kecil


brukk....


awww....


zoya tak sengaja menabrak seseorang di depannya, hingga mereka jatuh bersama. tangan zoya tanpa sengaja mendarat di dada orang yang jatuh di sampingnya


"astaghfirullah.... " ucap orang itu sambil menepis tangan zoya dan langsung berdiri


"eh.. sorry sorry... tadi aku gak sengaja.. " ucap zoya yang juga berdiri


"jangan mendekat, lain kali kalok jalan liat-liat" kata orang itu sambil pergi meninggalkan zoya


"lah? apaan sih, gak boleh deket-deket, siapa juga yang mau deket-deket. tapi... hehe.. dia ganteng juga" cengir zoya yang melihat orang itu sudah jauh darinya.

__ADS_1


"astaghfirulloh.... al.. al... ngapain kamu tadi.. ya Allah... dosa.. dosa! bukan mahrom al.. ngapain nimbruk sama perempuan tadi.. astaghfirulloh... ya Allah.. " gerutu orang yang tadi di tabrak zoya, yang ternyata bernama azka alfaeza. seorang santri sekaligus seorang ustazd di pesantren nurul istiqomah.


"eh.. ini.. ini apaan? gelang? jangan-iangan punya orang tadi, udahlah ambil aja, lagian orangnya juga gak balik buat ambil, gak peduli sama barangnya, hehe... bisa di jadiin jimat nih, siapa tau kedepannya bisa ketemu cowok ganteng itu lagi, hehe.. " Kata zoya yang mengangkat tasbih yang jatuh di tempat orang tadi jatuh.


sampai di rumah, zoya langsung mendapat tatapan tak sedap dari santi dan sania. aduh.. mulai lagi deh nih para monster.


zoya masuk ke kamarnya tanpa mempedulikan mereka. papa abbas baru keluar, dan bersiap akan berangkat kerja. ini kesempatan untuk santi dan sania beraksi.


zoya Sudah bisa membaca isi hati mereka melalui raut wajah mereka.


"ma, san... papa berangkat keja ya... papa Sudah mengambil cuti beberapa hari ini, pekerjaan Sudah menumpuk" kata papa abbas pada santi dan sania


"iya pa, papa yang semangat ya kerjanya" kata sania dengan senyum mengembang


"pa.. jangan kecapean ya.. mama hawatir lho nanti" kata santi juga


"iya.. ya sudah papa berangkat ya" ucap papa abbas yang kemudian mengecup kening mereka


papa abbas melihat zoya yang ada di tangga Akan naik ke kamarnya langsung memanggilnya


"Hani.... sayang papa berangkat kerja kamu gak salam sama papa dulu?" kata papa abbas yang membuat zoya mau tidak mau untuk turun tangga lagi dan bersalaman dengan papa nya itu


"mm.. ya, papa jangan terlalu larut sama kerjaan, papa juga harus istirahat dan jangan lupa makan siang ya pa, miss you pa" kata zoya sambil tersenyum manis


"makasih sayang, pulang nanti kita bicarain tentang kamu yang akan masuk pesantren, jadi kamu sekarang siepin diri baik-baik, oke" kata papa abbas membalas senyuman zoya


setelah bersalaman, papa abbas kemudian berangkat kekantornya. saatnya para monster akan beraksi

__ADS_1


zoya sengaja tidak menghiraukan mereka dan bergegas kembali kekamarnya, tapi santi dan sania menghentikan langkahnya yang akan menaiki tangga


"khmmm.... Hani, mau kemana? tuh piring kotor di dapur banyak, mama dan sania mau keluar kamu cuci piringnya sana" tiba-tiba perintah santi pada zoya


"hm? gak salah denger? kalian gak salah ngomong kan? atau kuping ku yang konslet?" kata zoya dengan acuh tak acuh menaiki anak tangga


"heh anak buangan! kamu berani juga ya? kamu kira aku gak berani buat ngehukum kamu? kamu cuma anak buangan, kamu pulang juga karna mau di jodohin sama om om, masih berani sombong di depanku! kamu kira karna abbas baik sama kamu, kamu bisa berbuat macem-macem hah!!" bentak santi pada zoya


zoya yang sudah sampai di tengah tangga berhenti mendengar teriakan santi


"oh... jadi maksut kalian aku tidak punya hak bebas di rumah ku begitu? heh, kalian kayaknya udah terlalu lama buat numpang di rumah ku, kapan kalian berniat mau keluar?" kata zoya dengan sinis pada santi


"numpang? meski rumah ini sebelumnya punya mama kamu, tapi sekarang sudah Hadi milik abbas, dan sebentar lagi akan menjadi milik ku, jadi... "


"kata siapa? rumah, perusahaan, tanah dan butik beauty fashion sudah di atas namakan mama ku, siapa kau? hanya anjing lewat juga berani menggonggong di kandang macan?" kata zoya sinis menusuk langsung ke jantung santi


zoya tidak peduli dengan ekspresi ke dia orang itu yang sangat ingin memakannya mentah mentah, zoya langsung kembali ke kamarnya.


"anak sialan itu!! liat aja, aku akan membuatnya kehilangan segalanya" kata santi geram


"ma... jangan Marah lagi, gak usah terburu-buru, kita buat rencana buat nyerang dia" kata sania menenangkan mama nya


"hmph.... " santi dengan kesal kembali ke kamarnya


sedangkan sania masih berdiri di sana


"mungkin dulu dia masih anak-anak, makanya gak berani ngelawan, tapi sekarang dia udah besar, wajar aja sih kalok dia bisa gitu. tapi emangnya kenapa? dia juga selalu ada di bawahku, papa akan selalu menjadikan ku putri kesayangannya, dan.... emangnya kenapa semua property itu atas namanya, aku juga akan merebutnya" gumam sania sambil menyeringai

__ADS_1


di kamar zoya baru selesai mandi, niatnya hari ini dia akan membuat rekening sendiri setelah itu dia akan meretas rekening milik nya sebelumnya dan memindahkan semua uangnya yang masih dia simpan, zoya berniat untuk membeli rumah sendiri, karna dia juga suatu hari akan mengungkap kan kebenaran tentang dia bukan lah Hani, tapi sebelum itu dia akan menunggu sampai posisi Hani benar-benar aman tanpa gangguan kedua siluman itu.


dan lagi... dengan identitas aslinya mungkin tidak akan aman bagi papa abbas dan juga nenek dengan hani juga sampai terbongkar, jadi dia akan merencanakan bagaiman caranya agar gino tak lagi menggila mencari keberadaan diri nya.


__ADS_2