Santri Mafia

Santri Mafia
kembali ke asrama


__ADS_3

"sampai di sini" kata Zoya tiba-tiba membuat Diky refleks mengerem. Zoya dan Lance sampai nyungsep ke depan dan membentur pada kursi depan.


"Diky!!.. " suara Zoya terdengar geram karena kepalanya sampai pusing gara-gara Diky


"bangsat!! apa kau bisa bawa mobil dengan benar!" kesal Lance juga, Diky menoleh ke belakang tempat Zoya dan Lance duduk dengan perasaan kesal padanya


"maaf! tadi kau juga yang bilang berhenti tiba-tiba jadi kaki ku refleks menginjak rem" jawab Diky dengan wajah sok polosnya


"rasanya aku ingin memukulmu saat ini!" kata Lance yang semakin kesalaa


"Terima kasih! oh. aku ingin jangan ada yang tau siapa aku, mereka hanya boleh mengenalku sebagai tuan Z!" kata Zoya yang akan keluar dari mobil


"tunggu! setidaknya biarkan aku juga berperan di permainanmu Zho!" kata Lance yang menghentikan Zoya saat akan keluar.


"kalian berada di posisi yang sama. Lance.. aku bukan lagi Zoya yang dulu, panggil aku Z. dan aku tidak akan mentolerir soal penghianatan lagi, kali ini aku beri satu kesempatan, aku berharap kau bisa membuatku kecewa atas ketidak percayaan ku padamu"


setelah itu Zoya keluar dari mobil dan berjalan menuju gerbang pesantren tampa berbalik lagi. Lance di dalam mobil merasa lega karena Zoya masih mempercayainya walau tidak sepenuhnya.


"kau yakin tidak memiliki motif lain Lance? meski status mu lebih tinggi di banding denganku, tapi aku juga bukan sepenuhnya berada di bawah Gino." kata Diky meningkatkan Lance jika dirinya tidak akan di anggap tinggi meski sebelumnya Lance dan Zoya berada di posisi yang hampir sama.


"aku tau. kau tak perlu mengingatkan ku!" kata Lance yang sedikit kesal karena Diky tak ingin mempercayainya.


.


Zoya berjalan seperti biasa menuju gerbang pesantren. Zoya berharap acaranya masih berlanjut, karena jika tidak gerbang menuju asrama putri akan di tutup dan Zoya tidak akan bisa masuk lewat sana dan terpaksa dia akan melewati tembok belakang gedung asrama dengan memanjat lagi. Zoya sampai di tempat sebelumnya dia menyelinap keluar dari barisan. Zoya menatap Aula utama yang sedikit terlihat dari sana, sangat sepi dan itu artinya acara sudah selesai rapi beruntunglah karena gerbang pembatas menuju asramanya belum di tutup. Zoya merasa senang karena ini kesempatan baik baginya untuk kembali ke asrama tanpa ada yang tau, saat akan melewati gerbang seseorang mengejutkan Zoya.

__ADS_1


"khmm.. sudah puas kaburnya? masih ingat jalan untuk kembali ke asrama? jika tidak ingat biar kami yang antarkan!" suara yang begitu tegas dan penuh wibawa, Zoya sampai merasa nyali nya menciut saat ini. oh astaga! keberuntungan sedang tidak bersahabat dengan Zoya saat ini!!. Zoya berbalik dan menatap tiga orang santri putra yang sedang berdiri tegak bagaikan polisi yang tengah menangkap maling itu di depannya.


"anu.. itu.. "


"siapa namamu" tanya seseorang yang sebelumnya mengejutkan Zoya


"Z.. Hani.. fa. Hanifa Miftahul Jannah kak.. " kata Zoya sambil menunduk, entah mengapa dia merasa takut menatap mata tajam dan tegas di depannya


"kamu dari asrama mana dan Gurfah apa dan kelas berapa" tanya nya lagi


"asrama A Gurfah A'isyah dan.. kelas X"jawab Zoya masih dengan menunduk


"kembali ke asrama, besok kamu saya hukum kamu" kata nya yang membuat jantung Zoya seakan sedang si gendang. entah mengapa tapi Zoya merasa sedikit takut dan deg deg an mendengar suara tegas santri putra di depannya. sebelum berbalik untuk kembali ke asrama Zoya sempat melihat wajah santri putra yang mampu membuat nyali nya menyusut itu


"Astagfirullah!!! Al.. kamu nubruk anak orang? Ya Allah Al.. bukan mahrom.. kamu gak tanggung jawab?emang dasar laki-laki tidak bertanggung jawab kamu!!" kata sopian terkejut sambil mengelus dadanya dengan mata melotot ke arah Alfaeza yang merasa malu mendengar kata Zoya sebelumnya


"Al... insyaf Al.. kamu gak takut hafalan kamu hilang Al?" kata Zaki juga yang merasa terkejut


"kalian yang istighfar! otak kalian perlu di servis ulang biar gak gagal faham! kami gak sengaja tabrakan dan lagi kami gak saling nimbruk.. cuma tangan nya sedikit nyentuh aku aja! istighfar kalian!! fitnah aja!" kata Alfaeza segera menghindar dari mereka saking malunya.


'ya Allah... kenapa kau malah mempertemukan ku dengan gadis ceplas ceplos itu.. tapi kenapa juga aku senang saat melihatnya.. astagfirullah Al! sadar!!' batin Alfaeza sambil menepuk sebelah pipinya.


.


Zoya menelusuri lorong menuju asramanya, masih banyak santri wati yang belum tidur, ada yang mengaji, bergosip sambil kejang-kejang dengan tertawa, ada juga yang hanya diam sambil memakan jajanannya yang tersisa. Zoya kembali dengan tenang ke Gurfah nya, tak ada yang curiga pada Zoya yang baru terlihat, kebanyakan dari mereka malah tidak peduli dengan satu sama lain. sampai di Gurfah nya, Zoya melihat Hani seperti sedang menunggunya dengan duduk di depan lemari Zoya sedangkan Alya sudah tidur dengan lelap. Hani menghampiri Zoya yang masih bediri di pintu, menarik tangan Zoya kemudian membawanya ke dalam jeding (kamar mandi).

__ADS_1


"kemana aja kamu? tau gak sih, abah yai nyariin kamu tadi di aula!! aku sampe harus bohong ke Alya yang juga terus-terusan nyari kamu!! Zoya kamu jujur dari mana!! aku gak yakin kamu cuma pulang doang. kalau sampe kamu ngelakuin hal aneh-aneh awas ya!! sekarang jujur kamu kemana aja!" kata Hani dengan suara pelan namun terkesan menekan di setiap kata-katanya.


"... "


Zoya hanya diam tak menjawab, jika Hani tau dirinya habis membunuh orang mungkin malam ini dia tidak akan bisa tidur karena ceramahannya. Zoya sempat berfikir untuk jujur saja meski dia bisa saja berbohong pada Hani.


"bunuh orang" jawab singkat Zoya yang membuat Hani sampai mangap karena terkejut mendengar jawaban Zoya


"kamu... Zoya kamu sadar gak sih apa yang kamu lakuin? astaga... Zoya..!!!" Hani tak tau harus ngomong apa lagi. Hani rasanya sedikit menyesal membantu Zoya saat itu.


"kamu bohong kan.. kamu bohongin aku kan?" tanya Hani yang tak ingin mempercayainya.


"aku gak bohong, aku habis merebut markas Boby" jawab Lance dengan wajah datarnya


"Bo.. Bo.. Boby? siapa Boby?" tanya Hani heran


"saudara santi. Hani aku lelah jika ingin mengomeli ku maka tunggu besok" kata Zoya yang kemudian meniinggalkan Hani yang masih mangap di sana.


"ya Allah.. kapan sih Zoya sadar sama perbuatannya.. mana dia jawabnya enteng banget lagi.. " gumam Hani sendirian disana


🌹🌹🌹🌹


Hai guys... πŸ‘‹πŸ‘‹


jangan lupa like dan komentar ya, semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHORπŸ‘‹πŸ‘‹πŸ˜š

__ADS_1


__ADS_2