Santri Mafia

Santri Mafia
hari ke dua


__ADS_3

"huh.. ampun deh.. untung aja ustazd gantengnya baik mau nganterin kita keluar" kata alya


kini zoya dan alya sudah akan kembali ke asrama. zoya dan alya sangat malu dengan kejadian hari ini.


"ya udah sekarang yang terpenting jangan sampai deh kejadian tadi bocor, rasanya malu banget" kata zoya sambil menepuk-nepuk pipinya.


"tapi... kalo di inget-inget emang lucu juga hahaha... " tawa alya malah terdengar beberapa santri lainnya


zoya yang melihat alya tertawa lepas merasa adem, baru kali ini dia merasa ternyata punya teman yang ceria cukup enak juga


'sebelumnya aku gak pernah suka sama orang yang banyak tertawa, cuma suka orang yang serius.. ternyata gak buruk juga.. ' batin zoya sambil tersenyum kecil


"hani.. kamu pernah gak ngerasain kejadian kayak tadi, lupa arah sampai nyasar gitu, kalo aku sih ini yang kedua kalinya" kata alya bercerita


"ooh.. kapan kamu pertama kali pernah nyasar?" tanya zoya yang penasaran


"waktu smp, waktu itu aku murid baru pindahan, aku nyari kantor kepsek tapi malah nyasar ke ruang BK, aku di kira hantu penunggu gedung sampe gurunya bilang gini *kamu bapak gak pernah liat, kamu siswa disini atau kuntilanak penunggu gedung, muka kamu beda bapak gak pernah liat, kalau mau gangguin saya kamu lebih baik pergi jangan sampai saya bikin kamu jadi oseng pete* gitu katanya sambil gemeteran, haha.. mana ekspresi bapaknya lucu banget lagi" cerita alya sambil tertawa


"iya sih, wajah kamu serem kayak kuntilanak penunggu gedung, pucet" ledek zoya sambil tertawa kecil


"hani.. !! jahat kamu.. jangan-jangan kamu jodoh lagi sama guru BK ku di smp kalo iya wah.. hahahaha" ledek alya baik sambil tertawa keras


pltakk..


"aduh.. " pekik alya saat zoya menyentil keningnya


"iihh hani... sakit tau.. " gerutu alya


"haha.. gimana rasanya enak?" ucap zoya sambil tertawa


saat sedang asik-asiknya mereka tertawa bersama suara adzan ashar berkumandang merdu sampai di telinga mereka


"wah.. ni udah azan. yuk balik" kata alya menarik tangan zoya sambil berlari pelan.


malam harinya ketika selesai shalat isya' semua santri baru maupun senior berkumpul di mushola, di sana ummi fatimah memberikan beberapa arahan pada semua santri baru, mengumumkan tentang praturan dan kegiatan yang wajib di ikuti semua santri. selain itu ummi fatimah juga mengumumkan pada semua santri untuk bersiap menerima kitab-kitab mereka besok pagi, semua tanpa terkecuali tidak di perbolehkan keluar melewati gerbang utama dan gerbang penghalang antara pondok putra dan putri.

__ADS_1


seketika saat mendengar itu, zoya dan alya teringat kejadian tadi siang, senyum mengembang di wajah mereka menahan tawa dan malu


usai dengan arahan yang di berikan ummi, mereka semua bubar kembali ke asrama masing-masing. zoya dan sania tidak sengaja berpapasan saat turun mushola, sania masih dengan sikapnya yang selalu penuh dengan tatapan benci pada zoya


"khm.. seneng banget kayaknya, udah dapet temen baru ya?" tanya nya pada zoya


zoya malah acuh tak acuh, jangan kan untuk menggubris bahkan menganggap sania ada di Sana juga tidak. alya merasa bingung dengan zoya yang seolah tidak mengenal sania padahal sania sedang bicara dengan nya


"hani.. dia siapa?" tanya alya dengan berbisik pada zoya


"gak tau" jawab zoya singkat


zoya dan alya kembali ke gurfah mereka. sania yang merasa di abaikan sangat kesal, rasanya ingin berteriak meneriaki zoya tapi dia sadar saat ini sedang ada dimana.


sania kemudian kembali ke gurfahnya dengan wajah kesal yang tak dapat di sembunyikan.


'dasar hani anak buangan! liat aja besok, bakalan aku bales.. ' batin sania sambil menghentakkan kaki melangkah ke gurfahnya.



keesokan harinya, pagi jam 9 lewat delapan menit semua santri baru sudah bersiap di gurfah masing-masing. ustazah mudabbirah masuk untuk membagikan semua kitab pada setiap santri baru.


saat sudah menerima kitab, zoya membuka satu per satu kitab itu. baru kali ini zoya merasa pusing jangankan untuk mengerti beberapa kata dalam setiap lembar, bahkan tulisan yang tertulis di cover kitab pun zoya tidak paham.


'ini... kitab? kitab apa? apa perlu nanya sama alya aja? tapi... ya udahlah.. tanya aja nanti' batin zoya sambil membolak balikkan kitab-kitab di tangannya


"besok kita akan mulai aktif belajar, selain itu besok juga kalian akan mulai sekolah jadi semua perlengkapan sekolah sudah harus siapa, disini pagi dari jam 7 sampai Jam 10 adalah waktu untuk pelajaran khusus agama, jam 11 sampai jam 2 siang kalian sekolah umum. setelah itu selesai ashar kalian diniah sore" kata ustazah suci


"wah... hani masih ada waktu satu hari sebelum belajar, kita jalan-jalan lagi yuk" ajak alya pada zoya


"mmm... " zoya masih ragu karna takut jika tersesat lagi seperti kemarin


"mm... gini aja gimana kalo kita pergi ke perpustakaan aja, pengen baca buku" kata alya yang kemudian di angguki zoya


akhirnya mereka keluar dari gurfah untuk pergi ke perpustakaan. karna gedung perpustakaan tidak terpisah dengan putra, maka ruangannya di bagi menjadi dua, dan tentu saja jalan masuknya berbeda.

__ADS_1


tapi bukan berarti tidak dapat bertemu dengan santri putra, sering sekali santri putra menerobos untuk sekedar lewat bolak balik di depan ruang perpustakaan putri, meski para penjaga keamanan berjaga dengan ketat itu juga tidak akan membuat mereka kehabisan akal untuk bisa menerobos


sampai di sana, zoya tanpa sengaja menengok kesamping kiri tempat ruang perpustakaan putra. zoya melihat seorang yang familiar seperti pernah bertemu tapi ntah dimana. tanpa peduli zoya kemudian masuk mengikuti alya


alya sibuk memilih buku, sedangkan zoya masih penasaran dengan orang yang dilihatnya di luar tadi. melalui jendela zoya kembali menengok kearah ruang perpustakaan putra, orang itu masih disana.


"kayak gak asing, pernah liat dimana ya.. ?" guman zoya


"ohh... iya.. aku inget! dia kan cowok ganteng yang aku tabrak waktu itu.. eh.. malah ketemu lagi gak nyangka ya ternyata dia juga sekolah disini" kata zoya yang bicara sendiri


"siapa?" tanya alya yang tiba-tiba muncul di samping zoya


"bukan siapa-siapa, kepo deh" ucap zoya yang kemudian masuk lagi untuk mencari buku


"ye.. cuma nanya juga" gerutu alya


azka alfaeza memang seorang santri ngabdi di sana, azka bertugas untuk menjadi keamanan dan juga terkadang mengajar di jam kosong.


kali ini azka di tugas kan untuk menjadi keamanan di perpustakaan bersama tiga santri ngabdi lainnya, salah satunya fadly.


"hani.. kamu juga suka baca buku ya" tanya alya saat melihat zoya membolak balikkan lembar demi lembar buku di tangannya


"gak" jawab zoya singkat


'baca buku? kalau bukan buat nguasain semua materi pelajaran secara paksa, aku juga gak akan pernah mau jadi kutu buku' batin zoya saat mengingat bagaimana kerasnya pelatihan yang dilaluinya karna gino


'kalau di pikir-pikir... aku juga sih yang setuju buat jadi kuat dan pada akhirnya gino menjadikan aku sebagai mesin pembunuhnya... udah berapa lama ya kira-kira aku gak pegang pistol ku, sebulan... dua bulan...atau..lebih... ?' batin nya lagi


"hani.. !! malah ngelamun lagi.. mikirin apa sih" tanya alya sambil mendoel lengan zoya


"eh.. itu.. aku gak ngelamun" kata zoya sambil menutup buku


"tadi aku nanya kalo kamu gak suka baca buku ngapain bolak balik buku gitu.. kalo gak ngelamun kamu pasti denger dong aku nanya apa" kaya alya dengan nada kesal pada zoya


"ohh.. haha.. sebenernya aku tadi lagi mikirin rumah.. kangen makanya gak denger kamu nanya" ucap zoya cengengesan

__ADS_1


"baru dua hari masa udah kangen aja.. " gumam alya


__ADS_2