
satu minggu berlalu, zoya merasa sudah terlalu lama di pondok. zoya ingin tau bagaimana kabar hani, juga ingin tau apakah gino sudah berhasil melacak keberadaannya atau tidak.
"sebelumnya lance tau aku retas datanya, harusnya.. gak sulit buat mereka lacak keberadaanku, ya walau pun mereka gak akan ngira itu aku yang pasti papa abbas bakalan jadi target, dan.. masih banyak hal yang belum aku selesaiin" gumam zoya
saat ini zoya sedang ada di kamar mandi, zoya ingin keluar dari pondok tapi rasanya agak sulit. zoya memikirkan cara bagaimana untuk keluar tanpa sepengetahuan orang lain, jika izin paling di kasih waktu 10 sampai 15 menit, dan itupun tidak lepas dari pengawasan dari para penjaga keamanan
"gimana caranya keluar ya... " gumamnya lagi
"hari jum'at libur, tapi... selesai waktu jum'at masih ada kegiatan lainnya.. ck, gak papa kali ya bolos sekali.. " kata zoya yang mendapat ide.
"hani... cepetan... udah gak tahen nih.. !!" teriak salwa dari luar
"astaga.. udah berapa lama aku disini" kata zoya yang terkejut karna teriakan salwa
zoya segera keluar, salwa yang melihat pintu di buka langsung menerobos masuk tanpa basa basi
"buset deh, kebelet banget kayaknya" kata zoya yang hampir terpeleset karna salwa
"hani.. !!" teriak alya juga
"apa sih gak usah teriak napa, bukan nya suara wanita itu juga aurat?" kata zoya sambil jalan mengampiri alya
"hehe.. iya ya... aduhhh.. ke perpustakaan yuk, hari ini ada pemasukan buku baru lho.. aku mau baca novel" ajak alya pada zoya
"kan masih jam sekolah, nanti aja kalo udah pulang" jawab zoya
"iihh... kalo nanti pulang sekolah waktunya sedikit, lagian juga kan jam istirahat, udah deh kamu ikut aku aja aku maksa nih.. jadi gak boleh nolak" kata alya sambil menarik tangan zoya
"iya.. ya.. " zoya cuma bisa pasrah karna alya yang tidak pernah mau mengalah
sampai di perpustakaan, zoya dan alya langsung masuk tanpa melihat papan pemberitahuan di depan samping kiri pintu ruangan perpus, disana tertulis "jangan masuk! ada santri pengurus keamanan!"
karna memang hari ini ada pemasukan buku baru, jadi para petugas keamanan sedang memasukkan buku di perpustakaan.
sampai di dalam alya dan zoya cukup terkejut karna ada santri putra di sana
__ADS_1
"aaa.. maliiing.. " teriak alya yang membuat tiga santri putra yang sedang merapikan buku kaget bukan kepalang.
"ehh.. ssuutttt... astagfirullahal'aziim.. !! kalian ngapain disini" kata seorang di antara mereka
"lah... kok nanya kita siapa.. harusnya itu kami yang nanya kalian ini siapa ngapain masuk di ruang perpustakaan putri" kata alya dengan nada meninggi
"ya allah... astagfirullahal'aziim!! kalian gak liat ada papan pemberitahuan di depan? jangan masuk!! ada pemasukan buku baru!! astagfirullah!! sabar.. sabar.. " kata santri itu mengelus dadanya
"I.. itu... maaf ya kak, kita gak liat ada papan di depan.. maaf ya.. maaf.. " kata zoya sambil menarik tangan alya keluar dari ruangan perpus
"kalian santri baru ya?" tanya salah satunya lagi yang ternyata adalah azka
"I.. iya kak... eh.. kamu yang waktu itu kan? yang gak sengaja aku tabrak waktu itu.. " kata zoya keceplosan saat mengenali azka
'ya Allah.. ni santri wati gak bisa apa jangan ceplas ceplos..' batin azka
"sudah sudah... kalian keluar dulu, jangan sampai timbul fitnah nanti!" bentak santriwan sebelumnya
"ya Allah galak amat ini juga kita mau keluar kalee" gerutu alya yang menarik tangan zoya kencang karna kesal
"kita balik kekelas lagi aja yuk dari pada nanti di marahin kekel" kata zoya mengajak alya
"iya" jawab zoya singkat.
zoya dan alya kembali kekelas mereka, sedangkan di dalam perpustakaan azka dan yang lainnya kembali dengan kegiatan mereka sambil mengobrol
"az.. tadi santri wati itu bilang kalian pernah ketemu? di mana? dia bilang juga tadi nabrak kamu.. kamu pernah kecelakaan? kapan?" tanya azam pada azka
"itu.. gak perlu di bahas lagi, cuma kecelakaan kecil doang" jawab azka menghindar. karna jika yang lainnya tau kalau zoya pernah menimbruknya yang ada nanti malah jadi fitnah
"oohhh... aku kira kamu kecelakaan sampai luka parah" sahut azam lagi.
"zain.. kok cuma diem aja, perasaan tadi kamu yang paling banyak omong debat sama sntri wati tadi sekarang kenapa bengong?" celetuk azam sambil melempar kardus pada zain
"kalian emangnya gak merasa familiar gitu sama mereka, kalo gak salah inget ya... mereka yang waktu itu nyasar ke pondok sampai masuk ke ke musholla inget gak sih kalian" kata zain pada azam dan azka
__ADS_1
"hah?? masa sih.. kok kayaknya muka nya gak sama kayak kemarin" sahut azam
"jadi mereka santriwati yang kalian bilang masuk ke pondok itu.. ?" tanya azka
"iya.. mereka.. hahaha.... ekspresi mereka waktu itu lucu banget tau gak, mereka santri baru yang sial banget" celetuk zain sambil tertawa keras
"ssuuttt... udah udah.. nanti lanjutin lagi sekarang beresin semuanya dulu" kata azka mengajak mereka membereskan semuanya buku
di belahan dunia lain, lance juga sedang berusaha mencari tau keberadaan Zoya. saat ini lance masih tidak mau percaya dengan kematian Zoya.
"lance bawa Axel dan lainnya kemari, dalam dua puluh menit kalian sudah sampai" ucap Gino di balik telfon
"baik tuan" kata lance yang segera keluar dari ruangannya
dua puluh menit setelahnya lance, ,Axel, Mark, dan Diki sampai di rumah besar Gino.
"aku ingin kalian pergi ke beberapa markas di negara lain. Mark aku ingin kau pergi ke Malaysia, Axel kau pergi ke Paris, Diki kau tetap disini denganku terus mencari zoya dan lance kau pergi ke Indonesia. aku ingin kalian sesegera mungkin mendapatkan informasi tentang keberadaannya, aku ingin dia dalam keadaan hidup ataupun mati, tapi jika kalian menemukannya dalam keadaan hidup maka..bawa di secara utuh tanpa lecet sedikitpun!" perintah Gino pada mereka
"baik tuan..." serentak mereka
"besok kalian berangkatlah, sekecil apapun informasi yang kalian dapat, segera laporkan" kata Gino lagi
"baik" jawab mereka semua yang kemudian kembali ke markas
kembali ke Zoya
Alya dan Zoya saat ini sedang berada di kelas, mereka duduk sebangku. saat sedang asyik mengobrol, tiba-tiba teman sekelasnya menghampiri mereka
"Hani, Alya... aku boleh duduk gak" kata Naina
"ya..duduk aja" jawab Alya
"itu...tadi aku gak sengaja denger, kalian beneran ya..masuk perpus waktu ada santri di dalem? si Sania dan Nurul mereka cerita ke anak-anak lain. udah aku bilangin tapi mereka gak mau denger, udah gitu katanya kalian ngerayu santri itu ya... kata Nurul itu pacar dia" cerita Naina pada mereka
"hah? maksud kamu si Nurul sama Sania ngefitnah kita ngerayu santri di perpustakaan?" tanya Alya yang emosi
__ADS_1
"iy...itu yang aku denger dari mereka" jawab Naina
'sania?... gak bisa diem ya... awas aja' batin Zoya