
sudah selesai dengan target mereka, akhirnya mereka memutuskan untuk segera kembali ke asrama karena waktu mereka tinggal 25 menit lagi, jika ada yang terlambat masuk maka hukuman yang akan menemani mereka. sebelum masuk Hani mengajak mereka untuk membeli es cincau dan telur lilit untuk mereka makan di asrama.
"seru ya bisa keluar dari pesantren.. walaupun di dalem juga yang dagang lengkap banget tapi suasananya beda.. salut sama ummi yang bisa se baik itu ngertiin kita, kalau gini mah jarang ada yang bosen mondok" kata Alya dengan senangnya
"iya.. mondok jadi tambah seru kalau kayak gini! sayangnya yang sampe di kasih keluar gini gak banyak" sambut Hani
dugghh..
"aduh!!.. " Hani hampir saja terjatuh karena di tabrak orang dari belakang, beruntung Zoya cepat menangkap Hani dan menjaga keseimbangan nya.
"aduh!!! kalian tau jalan gak sih! malah berdiri tengah jalan!!" bentak Sania yang menabrak Hani dengan kesal
"kamu yang nabrak kenapa malah nyalahin orang? harusnya kamu yang liat jalan udah tau orang banyak malah lari larian! udah kayak mau di sunat aja lari lari!!" bentak Hani yang mendapat keberanian entah dari mana
"kamu mau nyalahin aku?? jelas-jelas kamu yang halangin jalan!" bentak Sania lagi dengan kesal karena Hani yang berani melawannya
"ayo masuk" ajak Zoya tidak ingin peduli pada Sania yang marah-marah tak jelas
"Hani!!!!" teriak Sania semakin kesal karena di abaikan mereka. Sania ingin memanggil Zoya dengan nama selain Hani, tapi dia tidak tau harus memanggilnya apa karena Sania tidak pernah tau nama Zoya.
keesokan harinya, sekolah pagi saat waktu istirahat Zoya berpisah dari Alya dan Hani, alasan nya Zoya ingin pergi ke toilet, padahal yang sebenarnya Zoya pergi ke ruang kunjungan wali santri untuk mencari tau apakah sang kakek sudah tiba untuk menjenguknya. saat Zoya melewati ruangan untuk para guru tak sengaja Zoya melihat sang ummi tengah membereskan barangnya yang berserakan di tanah, Zoya refleks datang dan membantunya.
"loh.. kamu gak ke kantin buat sarapan?" tanya ummi melihat Zoya yang sedang membantunya
__ADS_1
"iya ummi, saya udah sarapan" jawab Zoya sopan
"alhamdulillah kalau begitu.. nama kamu siapa?" tanya ummi lagi dengan lembut
Zoya diam sejenak, apa dia harus berbohong? tapi hatinya merasakan gelisah saat akan menyebutkan nama Hani
"Zo.. Zoya.. nama saya Syilvia Zoya ummi" kata Zoya gugup namun masih dengan senyum ramahnya
"Nama mu bagus, kamu juga cantik... ummi harap kamu betah ya disini.. " kata ummi sambil tersenyum di balas dengan anggukan sopan oleh Zoya. ummi kemudian pergi meninggalkan Zoya disana
"astaga!! aku malah jujur sama ummi.. tapi entah kenapa rasanya malah lega" gumam Zoya yang lupa dengan tujuan awalnya dan berjalan kembali ke kelas karena sudah hampir waktunya masuk. ketika masuki pintu kelas barulah Zoya ingat jika tujuan awalnya adalah pergi ke ruang kunjungan wali murid, aih.. jika pergi lagi dia akan ketinggalan pelajaran jadi Zoya pasrah saja menunggu hingga pulang. padahal jika ada wali murid yang menjenguk anaknya kemari, sudah pasti di panggil oleh pengurus.
sampai tiba waktunya, saat Zoya sedang mengganti bajunya untuk sekolah umunya usai sholat dzuhur mendengar namanya di panggil dengan menggunakan pengeras suara
Zoya begitu terkejut mendengar namanya di panggil, rasanya begitu semangat saat dia membayangkan wajah kakek yang sudah lama di lupakan nya itu. Hani tau jika Zoya mendapat kunjungan dari keluarganya karena semalam Zoya sudah menceritakan nya tentang Rafendra dan kakek yang dia ingat setelah bertemu Rafendra.
Zoya segera menuju ruang kunjung wali santri, sebelum masuk Zoya harus lapor dulu ke petugas disana yang berjaga pintu gerbang karena tuang kunjungan berasal di luar asrama putri. usai dengan laporannya Zoya segera berlari untuk bertemu dengan sang kakek yang sangat di rindunya itu. sampai di sana Zoya mencari-cari keberadaan sang kakek, karena belum di lihatnya juga.
"Zo.. !" panggil seseorang yang Zoya kenal suaranya, dia adalah Rafendra. melihat Rafendra yang melambaikan tangan ke arahnya Zoya segera menghampiri nya.
"Raf kakek mana?" tanya Zoya pada Rafendra
"tuh di belakang kamu" jawab Rafendra melihat kakeknya yang menghampiri mereka. air mata Zoya sudah tak dapat terbendung lagi, Zoya berlari memeluk sang kakek. dengan isak tangisnya Zoya melimpahkan segala kerinduan nya pada sang kakek, Zoya juga mengeluarkan kemarahan dan kesedihan nya di pelukan kakeknya
__ADS_1
"cucu kakek pulang... cucu kakek pulang.. cucu kakek sudah pulang.. " isak sang kakek juga dengan memeluk erat cucu tersayang nya itu. Rafendra juga meneteskan air mata karena terharu melihat kakeknya yang selalu berpura-pura tegar sebelumnya kini menunjuk kan kerapuhan nya di hadapan Zoya. Rafendra ikut memeluk mereka karena dia juga tak tahan ingin meluap kam kerinduan nya pada Zoya meski sudah bertemu dua kali dengan adiknya itu.
"kamu kemana saja nak.. kamu kenapa gak pernah balik kerumah kakek... kakek sangat cemas pada mu, kakek juga mencarimu tanpa henti, tapi kakek tidak pernah menemukan mu.. " kata sang kakek masih dengan tangisannya
"aku tersesat kek.. aku tersesat.. " kata Zoya yang membuat kakek semakin sedih
beberapa saat setelah puas melimpah kan segala kerinduan mereka, mereka akhirnya duduk dengan saling berhadapan meski air mata tak pernah berhenti untuk mengalir.
"kakek tenang saja.. Syilvia kecil kakek yang pemberani sudah kembali dengan selamat.. kakek jangan cemas lagi, Zoya akan melindungi kalian apapun yang terjadi.. kali ini Zoya tidak akan kehilangan kalian lagi.. Zoya akan berusaha sekuat tenaga Zoya" kata Zoya dengan menggenggam tangan kakek dan Rafendra
"kamu ini ngomong apa sih.. harusnya kakek yang akan mengatakan itu karena kakek tidak ingin kehilangan Zoya lagi.. " kata kakek sambil mengelus kepala Zoya dengan lembut
"kek.. aku hidup bersama musuh selama bertahun-tahun, aku tau banyak hal tentangnya bahkan bisa di bilang sangat mengenalnya.. akun menghianati nya dan itu tidak akan membuatnya diam sedetik pun.. untuk saat ini kalau. kakek gak keberatan kakek sembunyi di tempat yang aman" kata Zoya sambil menghapus air matanya
"kakek tau kamu pintar dan kuat, tapi kakek juga bukanlah orang yang bisa di remehkan. kakek akan melindungi kalian selama kakek masih hidup" kata kakek lagi sambil memeluk mereka
"aku juga bukan lagi Rafendra yang dulu, sekarang kita bertiga akan menjadi partner yang kuat.. aku yakin kita tidak akan kalah kali ini!! sudah cukup penderitaan yang kita alami.. sudah cukup kita diam! kini waktunya kita melawan mempertahankan keluarga kita yang tersisa!!" kata Rafendra yang di jawab anggukan mantab dari kedua orang tersayang nya.
🌹🌹🌹🌹
Hai guys...... 👋👋
semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR YA.... 🙏😘😘😁
__ADS_1