
"khm.. seneng banget kayaknya.. lagi ngetawain apa sih heboh banget" kata Rafendra yang baru saja datang dengan kakek
"oh.. haha.. anu.. itu... kamu kepo banget sih bikin gagap aja!" kata Hani yang langsung berdiri ke samping Sania
"Kakek!!" antusias Zoya melihat sangat kakek membawa rantang besar
"aihh.. kakek bawain kamu makanan banyak tapi malah kamu udah makan duluan rupanya" kata Kakek yang langsung duduk di sana
"oh.. gak apa-apa kek.. makanan nya buat kami aja, kami belum makan" sambar Alya dengan cepat
Sania dan Hani mendoel Alya bersaman karena malu dengan tingkah temannya itu, tidak sopan dan juga terlihat rakus. tapi kakek, Zoya dan Rafendra malah tertawa dengan tingkah Alya
"apa sih! ngapain malu.. Zoya aja gak ada malu-malunya sama kita.. kakek Zoya juga kakek kita! ya kan kek.. hehe" kata Alya cengengesan
"malu-maluin tau gak!!" kata Sania lagi kesal karena tingkah Alya
"maaf kek.. dia bukan teman kami, tadi dia anak jalanan nyangkut makanya dia disini" sambut Hani juga yang membuat kakek dan Rafendra semakin tertawa.
"issh.. anak jalanan gak ada yang secantik aku!!" kata Alya dengan narsisnya
.
.
.
"Al.. ayo makan dulu.. nanti lanjutin lagi benerin motornya.. " teriak seorang wanita cantik di balut dengan hijab coklatnya menambahkan kesan manis di wajah yang sudah mulai keriputnya
__ADS_1
"iya bu.. bentar lagi.. " jawab Alfaeza juga yang sudah hampir selesai memperbaiki motornya.
sore itu, Alfaeza berniat ke masjid untuk menjadi imam di sana, sudah hampir menjelang magrib. dengan menggunakan motor tersayangnya Alfaeza berusaha untuk cepat dan datang lebih awal ke masjid karena ingin menyiapkan tikar dan sajadah untuk para jamaah yang ikut sholat berjamaah nanti.
"Bang Al.. kita bantuin ya.. " seru Anak-anak yang baru saja datang dan langsung membantunya, di sana Alfaeza di kenal sebagai Guru ngaji oleh anak-anak dan seorang ustadz ramah yang tampan oleh orang dewasa. walau kerap kali Alfaeza merasa terganggu dengan sebutan 'ustadz tampan' tapi orang-orang disana malah merasa lucu dengan penolakan Alfaeza. banyak juga yang ingin menjodohkan putri mereka dengan nya hanya saja Alfaeza selalu menghindar dan tak pernah berani bertemu dengan para orang tua yang selalu mencarinya dengan tujuan ingin membicarakan perjodohan. bukan Alfaeza sombong hanya saja dia belum siap.
ketika semua sudah beres, Alfaeza mulai duduk dengan anak-anak sambil menunggu waktu Azan, Alfaeza mengajak mereka untuk bersholawat. dengan antusias anak-anak juga ikut bersholawat menyaingi suara merdu Alfaeza dengan suara menggelegar mereka saking semangatnya.
skip selesai isya' ketika Alfaeza bergegas untuk pulang, tiba-tiba dua orang menghadangnya di tengah jalan yang juga menggunakan motor. awalnya Alfaeza bingung kenapa ada orang yang menghentikannya, tapi beberapa saat kemudian seseorang dari mereka membuka helmnya
"aku kira siapa, lain kali ucap salam dulu jangan langsung mengadang begini! untung warga gak liat, kalau sampai mereka liat kalian bisa di gebukin karena di kira mau maling!" kata Alfaeza
"hehe maaf.. jadi? kenapa memanggil kami kemari??" tanya seseorang yang sebelumnya membuka helm
"ikut denganku ke masjid" kata Alfaeza membalikkan motornya dan kembali ke masjid dibikuti dua orang sebelumnya, mereka adalah Lance dan Diky.
sebelum tim penyelamat dan polisi datang Alfaeza yang sudah sampai di tempat kejadian lebih dulu karena perintah Abah Yai menemukan Lance yang berusaha menggali reruntuhan gedung dengan tubuh penuh luka dan darah, Alfaeza yang melihat Lance segera menghampirinya. awalnya Lance yang terkejut hampir menyerang Al, tapi di hentikan oleh tangan Al yang kemudian langsung menanyakan keadaannya melihat tubuhnya yang penuh darah dan luka.
"mereka masih di dalam.. ! mereka terjebak! bantu aku.. mereka tidak boleh mati! aku tidak ingin kehilangannya untuk yang kedua kali.. !" kata Lance yang kemudian kembali menggali reruntuhan itu
"siapa? kami akan membantumu tenang lah!!" kata Alfaeza yang awalnya mengira Lance sedang menghawatirkan keluarganya
"Zoya.. Diky! mereka masih di dalam!!" teriak Lance. Alfaeza menegang mendengar nama Zoya
"Zoya?? dia di dalam?!!!" tanya balik Alfaeza dengan suara yang sangat cemas
"tunggu!! apa kalian saling mengenal?" tanya Al lagi
__ADS_1
"dia temanku, teman seperjuangan sejak kami masuk ke klan... " Lance menghentikan ceritanya yang tak sengaja ia ungkap kan dan kembali mencari Zoya dan Diky dalam tumpukan reruntuhan
Alfaeza ikut mencari, dia sudah faham meski Lance tidak menceritakan sepenuhnya. hingga mereka menemukan setengah tubuh Diky yang dengan matanya tertusuk besi, tubuhnya berlumuran darah. mereka mengeluarkan tubuh Diky dengan susah payah hingga jari kelingking Diky putus karena beton yang menimpa jarinya menghimpit dengan kuat. melihat keadaan Diky yang begitu tragis juga Lance yang penuh dengan luka Alfaeza membayangkan bagaimana polisi akan menangkap mereka ketika sampai di sini
"apa kalian juga terlibat dalam ledakan ini? sepertinya kalian harus ikut dengan polisi" kata Alfaeza memancing Lance hanya memasang wajah pasrah.
"rawat temanmu, jika sudah sembuh cari aku. sekarang kalian pergi dulu" kata Alfaeza lagi yang membuat Lance sangat terkejut dan terharu, ini pertama kalinya dia bertemu dengan seseorang yang membantunya bahkan tidak peduli dengan kesalahan nya, tak ingin menyia-nyiakan waktu karena sirene polisi sudah mulai terdengar dari kejauhan.
Kembali ke cerita Awal..
Alfaeza kini duduk di depan mereka berdua setelah selesai mengajarinya do'a dan cara wudhu serta langsung dengan prakteknya. ya.. Lance dan Diky akan mulai belajar Agama setelah kejadian itu, Alfaeza tidak memaksanya. Alfaeza hanya menyuruh mereka untuk pulih setelah itu menyerahkan diri baik-baik ke polisi, tapi dua Orang itu berjanji akan menyerahkan diri ke polisi tapi sebelum itu dengan imbalan Alfaeza mau mengajarinya tentang Agama, dalam arti mereka ingin bertaubat dan hanya ingin belajar pada Alfaeza.
Alfaeza menuruti keinginan mereka, karena mungkin engan ini mereka akan mendapatkan hidayah yang lebih besar lagi.
"pertama kalian akan belajar sholat setelah itu baru yang lain" kata Alfaeza
Lance dan Diky hanya mengangguk untuk menanggapi. sejak malam itu mereka berdua sangat rajin menemui Alfaeza ketika habis Isya'. seminggu kemudian Lance dan Diky mulai aktif datang ketika siang hari, mereka selalu ikut sholat berjamaah selesai sholat berjamaah mereka akan ikut nimbrung belajar mengaji bersama anak-anak. banyak yang bangga dengan mereka berdua karena semua orang menganggap mereka hanya seorang mualaf biasa.
Tiga minggu berlalu, ketika Lance dan Diky sudah tau bismillah dan iqro' tanpa dugaan Alfaeza yang saat ini sudah berada di pondok, Lance dan Diky mengajukan diri ke polisi mengakui semua kesalahan dan keterlibatan mereka tanpa menyangkutkan Zoya. Al yang sedang berada di kamarnya mendapat panggilan dari telfon dan Lance yang memanggilnya memberi kabar tentang mereka yang saat ini berada di penjara.
tentu saja Alfaeza sangat terkejut, walaupun sebelumnya mereka sudah berjanji tapi Alfaeza tidak menyangka jika mereka akan benar-benar menyerah kan diri, karena Alfaeza tidak benar-benar percaya sebelumnya.
🌹🌹🌹🌹
Hai guys 👋👋
jangan lupa like dan Komentar yaa😊👋❤
__ADS_1