Santri Mafia

Santri Mafia
perintah Zoya


__ADS_3

"wihh seneng banget.. malem ini ada acara pengajian di AULA utama!! pasti seru banget.. apa lagi kita di kasih bawa bekal snack!"


"iya pasti seru.. dan lagi kan kita juga bisa liat santri putra disana"


"aduh.. ngarep banget deh kamu.. ! mana mungkin kita di kasih liat santri putra, kan bakalan di halangin pagar!"


"gak liat santri putra juga gak papa, bisa liat kang pengurus dari jauh udah puas.. haha.. "


"kamu mau di hukum? kalau sampai kita ketahuan melirik yang ada kita bakalan kena masalah.. !"


gosip-gosip para santri di kelas Zoya, sudah empat hari semenjak sang kakek datang. dan besok juga Abbas dan Santi juga akan berkunjung, rencana Zoya adalah membongkar semuanya besok. santi juga tidak akan bisa berbuat apapun karena semuanya sudah Zoya rencana kan begitu matang. Zoya duduk sendiri di belakang karena Alya dan Hani keluar untuk sarapan. Zoya juga berencana untuk menghubungi Diky siang ini, untuk melancarkan rencananya besok.


"Hani... nih aku bawain sarapan. kita makan di luar yuk.. " kata Hani yang baru datang dengan Alya


"aku gak lapar" kata Zoya mengabaikan Alya dan Hani yang datang dengan sebungkus makanan di tangan mereka


"jadi kamu gak hargain kita gitu? kita udah capek beliin kamu sarapan malah di tolak?!!" kata Hani dengan kesal pada Zoya


"iya nih! padahal kita udah baik mau bawain kamu!" kesal Alya juga


"aku gak minta. tapi karena kalian baik, jadi biar aku berbaik hati memakannya" kata Zoya yang kemudian mengambil makanan di tangan Hani


kruyukk~...


suara perut Zoya terdengar begitu jelas di telinga Alya dan Hani. Zoya sangat malu tapi berusaha segagah mungkin di depan mereka berdua dan keluar dari kelas untuk makan. rasanya Hani dan Alya ingin tertawa terbahak-bahak sekarang, tapi melihat Zoya yang sudah malu mereka hanya menutup bibir dan menahan suara tawanya.


"dih! bilang aja laper... haha.. " tawa Alya saat Zoya sudah keluar dari kelas


"sstt... jangan besar-besar suaranya! nanti dia denger malah tambah malu!!" kata Hani menutup mulut Alya meski dia sendiri juga tersenyum lebar


****************

__ADS_1


"Lance kau mau kemana lagi? sudah dua hari ini kau pergi dari pagi. apa kau menemukan sesuatu lagi?" tanya Diky melihat Lance menyembunyikan pistol favoritnya ke dalam hoodie yang di pakainya


"apa kau menemukan sesuatu lagi? apa kau sudah tau siapa yang telah mengacaukan Gino di malam tujuh tahun lalu? atau.. apa kau menemukan hal lain? kenapa kau terlihat sangat buru-buru Lance?" tanya Diky lagi karena Lance tak menjawab Diky sama sekali


"ya! aku menemukan nya!! aku menemukan seseorang yang masih hidup dan terhindar dari tragedi itu! Gini bahkan tidak pernah tau jika dia ada!" jawab Lance sambil memasang kaus tangan hitamnya.


"apa!!! si.. siapa?? siapa dia!??" tanya Diky begitu terkejut mendengar jawaban Lance


"saudara Zoya! saudara kembar Zoya!! bahkan Gino tidak tau tentangnya! entah bagaimana Gino bisa meninggalkan informasi penting itu! tapi yang pasti malam itu adalah malam ulang tahun Zoya dengan kembarannya. hanya saja.. tidak ada yang tau kenapa dia tidak ada di sana saat Gino membantai semua orang di rumah Zoya... " cerita Lance yang duduk dengan kedua tangannya di tekuk di dagu.


"apa kau tau keberadaan nya sekarang?" tanya Diky dengan Hati-hati, dia begitu hawatir Lance akan menyelidiki nya hingga begitu jauh


"belum.tidak ada yang tau tentang keberadaan nya saat ini.. tapi aku mendapat sedikit petunjuk. mungkin saja mereka berada di wilayah barat, karena selain saudara Zoya juga ada dua orang tua dari ayahnya yang masih hidup. aku akan mencari tau tentang mereka" kata Lance dengan rencana mantap nya


"aku akan ikut dengan mu" Diky kemudian masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya. sebenar nya Diky cukup hawatir dengan itu, bagaimana jika Lance menemukan mereka sedang kan Zoya belum mengetahuinya? Diky juga cukup terkejut karena ternyata Zoya juga masih memiliki seseorang dari keluarganya yang masih hidup, meski Diky senang dengan itu tapi dia juga tidak tau bagaimana dia akan memberi tau Zoya.


drrtt.. drrtt..


bunyi HP Diky, Diky menoleh untuk melihat siapa yang menelfon nya, nomor yang tidak di kenal. Diky segera mengangkatnya.


"Wa.. wa'alaikumsalam.. Zo.. ada apa?" tanya Diky sambil terus menatap pintu takutnya Lance tiba-tiba masuk ke kamarnya.


"lakukan sesuatu untuk ku" kata Zoya to the point


"katakan" jawab singkat Diky dengan suara pelannya


"kamu ingat awal kita bertemu? tempat itu aku ingin kau ambil alih. kuasai mereka dan buat mereka tunduk pada malam ini. jika ada kesempatan aku juga akan datang kesana" kata kata Zoya


"tunggu! aku akan membuat mereka berada di bawah kendali ku tapi jangan pernah datang! Lance ada bersamaku!" kata Diky masih dengan suara pelannya


"hm! aku tidak peduli. sekarang bahkan jika Gino tau pun aku sudah siap menghadapinya" kata Zoya dengan suara datar penuh aura kebenciannya.

__ADS_1


"baiklah.. dan aku juga akan tetap di pihak mu apapun resikonya" kata Diky dengan mantap pada Zoya


"terimakasih. aku tau kau akan selalu di pihak ku.. Terima kasih kak.. itu saja, aku tidak punya banyak waktu sekarang.. "


"tunggu.. !! Lance menemukan sesuatu! dia mendapat sebuah informasi penting yang menyangkut tentang mu. dia menemukan jika kau memiliki saudara yang masih hidup! selain itu dia juga tau kakek dan nenekmu masih hidup dan tinggal di bagian barat kota.. "


"aku tau! aku bertemu dengan mereka. sekarang biarkan dia datang dan menyelidiki nya, aku ingin lihat apakah dia bisa mendapat kan sesuatu" potong Zoya yang kemudian mematikan telfon secara sepihak. Zoya lupa jika dirinya sekarang sudah berubah, mengingat Gino membuatnya lupa jika dirinya sudah taubat.


Diky kemudian menaruh kembali HP nya. mengingat perintah Zoya, Diky mengurungkan niatnya untuk ikut dengan la6nce. tapi mana mungkin Lance akan pergi di saat Diky mengurungkan niatnya untuk mengikuti dirinya.


"ada apa?" tanya Lance melihat Diky keluar tapi masih belum siap


"tidak jadi" jawab Diky singkat


"ada apa?" tanya Lance lagi


"ada hal penting yang harus aku lakukan malam ini." jawab Diky yang langsung keluar dari rumah


Lance benar-benar mengurungkan niat untuk pergi menyelidiki keberadaan orang-orang Zoya yang masih hidup. karena meski biru sangat penting baginya tapi Diky juga tidak bisa dia abaikan, karena Diky adalah orang yang sedang di awasinya atas perintah Gino. bahkan Diky pun tau tentang hal itu, hanya saja Diky berpura-pura untuk tidak tau tentang hal itu dan membiarkan Lance mengikutinya ke Indonesia dengan alasannya adalah menyelidiki tragedi yang menimpa Zoya. meski alsan itu memang benar tapi juga tujuan Lance adalah Diky sendiri.


sorenya Diky dengan Lance juga datang ke tempat di mana dia bertemu Zoya lagi sebelumnya. Diky memang sudah mengatakan untuk menyerang markas milik seseorang yang menjadi teror bagi masyarakat kota. disinlah tempat orang-orang yang telah di culik untuk di sembunyikan oleh mereka.


"kau yakin ingin menyerang mereka?" tanya lance melirik Diky di samping nya


"ya" jawab Diky singkat


"siapa yang memberimu perintah? seingatku kau hanya setia pada Zoya. sejak kapan kau menerima perintah orang lain? apa kau juga menghianati nya?" tanya Lance seakan memancing Diky


"menghianati nya? kita bukan orang yang sama Lance. mungkin aku hanya bawahan tapi bukan penghianat! seperti kau yang bahkan tak peduli dengan mayatnya yang terbawa arus" jawab Diky dengan santai membuat Lance tersenyum kecut. Lance tak pernah mendengar seseorang menusuknya dengan kata-kata sebelumnya, tapi Diky benar. Lance bahkan membenci dirinya untuk itu


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Hai guys ....... πŸ‘‹πŸ‘‹


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHORπŸ‘‹πŸŒΉπŸ˜š


__ADS_2