Santri Mafia

Santri Mafia
hijrah


__ADS_3

keesokan harinya...


zoya keluar dari kamarnya, dia bersiap ingin pergi lari pagi. tapi sebelum dia keluar rumah papa abbas menghampirinya


"hani" panggil papa abbas


zoya hanya menengok tanpa berkata apapun


"nak, papa kan sebelumnya sudah pernah bilang ke kamu, kamu harus pake hijab kalau sudah besar, dan kamu juga janji sama papa akan menggunakan hijab, sekarang kan kamu sudah besar.. kamu harus pakai hijab ya nak" kata papa abbas dengan suara lembut


'hijab.. ? kapan?.. oh.. Jangan-jangan hani memang pernah janji dengan papanya' batin zoya


"oh.. iya.. iya pa.. nanti hani pake hijab" kata zoya


"nanti? sekarang ya nak, papa udah siapin beberapa hijab buat kamu dan juga baju syar'i karna kamu kan papa akan masukkan ke pesantren.. jadi mulailah pake hijab dari sekarang ya nak.. " bujuk papa abbas dengan lembut


"i.. ya pa.. " hanya itu yang zoya katakan.


zoya ingat sebelumnya memang hani pernah cerita jika papa nya ingin dia masuk pesantren, sebelumnya zoya tidak terlalu peduli dengan itu. sekarang harus ada di situasi seperti ini. zoya hanya membayangkan bagaiman dia akan masuk pesantren sebagai hani.


zoya kembali ke kamarnya setelah menerima baju syar'i dan hijab itu. zoya belum pernah memakai pakaian tertutup itu, zoya sudah membayangkan betapa gerahnya nanti jika di terus memakainya


karna ini untuk pertama kalinya zoya akan menggunakan hijab, zoya tidak mengerti bagaimana cara menggunakannya. karna hijab yang papa abbas berikan itu adalah hijab pasmina. zoya merogoh hpnya di kantong celananya dan membuka youtube, zoya mencari tutorial hijab.


zoya tidak lagi berminat untuk pergi lari pagi, seharian zoya di kamar untuk belajar menggunakan hijab itu. zoya bisa saja menolak untuk menggunakan hijab tapi entah mengapa rasanya hati zoya sangat tenang dan nyaman saat hijab itu menyentuh kepalanya, membuatnya minat tinggi untuk terus mencoba dan belajar menggunakan hijab.


sudah pukul 9:20. zoya belum keluar kamar karna terlena dengan kegiatannya. papa abbas memanggil zoya untuk sarapan, karna dia belum memakan apa-apa dari pagi


"hani.. kamu kan belum sarapan nak, nanti mag lho.. ayo sarapan dulu" ajak papa abbas dari luar pintu


zoya menghentikan tangannya yang sedang memperbaiki hijab, dia merasa sedikit terharu. hatinya merasa sangat rindu dengan sosok keluarga nya.


'aku merindukan suara mama yang terus memanggil ku untuk makan dulu, tapi sekarang wajah mama pun aku sudah lupa seperti apa' batin zoya


"iya pa.. zo.. hani keluar sekarang" kata zoya hampir menyebut namanya

__ADS_1


"ya sudah papa tunggu di bawah ya nak" kata papa abbas yang kemudian turun


sebelum keluar zoya mengambil HP nya dan mengirim pesan pada hani, di kontak zoya menulis nama hani dengan nama lain "indah cahya" begitu nama yang di pakai hani saat ini di Singapura.


setelah selesai mengirim pesan zoya kemudian keluar dari kamar dan menuju ruang makan, papa abbas tidak pergi kekantor hari ini karena dia ingin menghabiskan waktu bersama sang putri yang baru pulang ke Indonesia itu


"loh.. papa gak pergi kerja?" tanya zoya yang sudah duduk di sana


Tiba-tiba santi dan sania juga menghampiri mereka


"ya gak lah.. papamu kan mau nemenin kamu si anak nakal ini di rumah, kamu kan baru pulang kemarin" kata santi dengan nada yang tak sedap di dengar


"dari mana kamu tau aku anak nakal? ketemu aja baru kemarin.. emang aku pernah nyuri uangmu, atau nyembunyiin jemuranmu? sampai kamu bilang aku anak nakal?" sahut zoya dengan nada ketus


"kamu.. " santi sangat kesal dengan ucapan zoya


"sudah sudah... santi kamu kenapa begitu pada hani, hani juga kan anak mu.. hani jangan dengerin ucapan mamamu ya nak, ayo makan, Oh ya... kamu keliatan sangat cantik pakai hijab" kata papa abbas pada zoya


"makasih pa.. ini kan hijab yang papa kasih ke hani, jadi yang pasti cantik lah" kata zoya tersenyum hangat pada papa abbas


"ah... anak papa yang cantik, masak hijabnya aja yang cantik" kata papa abbas membalas candaan zoya


"hani... hari ini kamu mau ikut gak, aku mau shoping tapi gak ada temen, kamu ikut ya.. " belum selesai sania bicara zoya langsung memotongnya


"gak.. aku mau nemenin papa di rumah, aku masih rindu sama papa.. dan lagian juga.. aku pulang bukan buat ngehamburin uang papa" sindir zoya pada sania


sania hanya diam, dia kesal dengan sindirian zoya, tapi dia juga tidak bisa apa-apa saat ini karna papa abbas juga ada di sana


santi merasa sangat ingin meremas mulut zoya, tapi dia sadar tidak mungkin dia akan marah-marah pada zoya sedangkan abbas suaminya ada di sana


zoya menyantap sarapannya, papa abbas juga sama dia sebelumnya menolak sarapan bersama santi dan sania karna ingin sarapan bersama hani putrinya. sedang kan santi dan sania kembali ke kamarnya dengan wajah yang di tekuk karna sangat kesal pada zoya


siang harinya jam 12:03 zoya sedang berada di ruang keluarga bersama papa abbas, papa abbas menghabiskan waktu untuk mengobrol dengan zoya, menanya kan bagaiman kabarnya selama ini, bagai mana keadaan neneknya dan punya keterampilan dalam bidang apa dia


zoya menjawab beberapa pertanyaan papa abbas dengan mengada-ngada dan beberapa pertanyaan lagi dia jawab dengan jujur, seperti keterampilan dalam bidang apa dia. zoya menjawab dia tau sedikit pandai beladiri dan menguasai beberapa mata pelajaran

__ADS_1


karna sebelumnya zoya di latih sangat keras, tidak hanya pandai dalam beladiri, menggunakan pistol atau belati tapi zoya juga menguasai segala bidang pengetahuan. pengetahuan nya sudah sama seperti pengetahuan seorang mahasiswa mungkin zoya lebih unggul karna selain di latih dengan keras zoya juga memang memiliki IQ yang tinggi, atau di sebut genius.


papa abbas sangat terkejut mengetahui putrinya itu bisa bela diri. sudah hampir waktunya dzuhur, papa abbas menyuruh zoya untuk pergi kekamar dan shalat.


zoya hanya mengiyakan perintah papa abbas.


'sebelumnya tidak pernah melakukan shalat, apa... apa shalatku akan di terima?.. bagai mana jika tidak di terima?... apa.. aku tanya hani mengenai ini.. ?' batin zoya yang sedang berbaring di springbed king size miliknya.. bukan, tapi milik hani yang sedang di tempatinya.


ting.....


"ya.. zoya.. eh maksudku hani.. assalamu'alaikum.. ada apa?" tanya hani pada zoya


"ck, memanggil orang lain dengan nama sendiri apa gak merasa aneh.. ?" tanya zoya balik


"zoya.. hani!! jawab salam dulu.. !" bentak hani di seberang sana


"iya ya.... wa'alaikumussalam... " ungkap zoya menjawab salam dengan benar


"gitu dong... ada apa? tadi pagi kamu ngirim pesan bilang mau ngomong tapi kok belum ngomong sampe sekarang?" tanya hani dengan suara girang di balik telfon


"aku pake hijab, aku juga mau nanya.. kalo aku mau shalat sekarang... apa shalatku akan di Terima.. ? ah.. maksudku.. aku.. aku sebelumnya jarang shalat jadi... "


"selama kamu taubat, Allah pasti akan nerima tapi taubat nya harus yang benar-benar taubat... taubat Nasuha.. zoya.. eh.. hani Allah itu maha pengampun lho.. dia akan mengampuni hambanya yang mau bertaubat" jawab hani panjang lebar dengan memotong ucapan zoya


"oh.. jadi aku harus taubat nasuha ya.. ?" tanya zoya lagi


"iya lah... oh ya.. aku lagi ngebiasain diri buat manggil kamu hani, kamu juga mulai sekarang panggil aku indah oke.... tadi kamu bilang kamu pake hijab? MasyaAllah... aku juga mau pake hijab karna udah janji sama papa sekalian aku mau hijrah.. udah ya ni... sempe sini dulu aku mau masakin nenek, bay.. eh bukan.. assalamu'alaikum wajib jawab salam lho.. " kata hani dengan cerewet


"iya ya.. wa'alaikumussalam" ungkap zoya yang kemudian mematikan telfonnya


'hah.... selama ini gak pernah ada yang berani memotong ucapan ku ketika bicara.. tadi hani malah potong ucapanku.. harga diri ku sebagai gadis mafia yang cantik dan kuat hanya hani yang pernah menginjaknya.. ' batin zoya sambil tersenyum kecut memandangi hpnya.


"Allah.. Hu akbar Allah.... Hu akbar.. " suara adzan berkumandang masuk ke telinga zoya


"taubat... nasuha... " gumam zoya setelah mendengar suara azan dzuhur yang di lantunkan dengan merdu

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️🍀


jangan lupa like, komen dan kasih vote juga ya hehe... 😁😁


__ADS_2