
"Haniii!!.... kamu kemaren kemana aja!! capek tau nyariin kamu.. kamu lupa ya sama aku!! kemarin aku sampe di marahin kakak pengurus lho gara-gara bolak balik nyariin kamu!!" kesal Alya pada Zoya yang sedang mandi. Zoya hanya diam mendengar ocehan Alya, karena semalam saat Zoya kembali ke gurfah nya Alya sudah ngorok tidur. meski masih banyak yang tidak tidur juga tidak memperhatikan Zoya yang baru datang. meraka sibuk bergosip tentang santri putra.
"Hani!! kok kamu diem aja sihh!! aku kesel tau sama kamu.. Hanii!... " teriak Alya yang sedang berdiri di depan pintu mengantri untuk mandi, Zoya di dalam sedang menyikat giginya.
"haihh.. padahal aku mau nanya kamu.. si ganteng kemaren itu.. saudara kamu apa enggak.. kalian kembar ya? Hani jawab kek.. " kata Alya lagi tak berhenti bicara
ceklekk...
pintu terbuka menampakkan wajah kesal Zoya yang baru selesai mandi. Alya tersenyum lebar melihat Zoya seperti itu.
"mandi sana! jangan mengoceh terus. mulutmu bau jigong!" kata Zoya yang kemudian berlalu meninggalkan Alya yang seketika itu langsung manyun di buatnya
"ya ialah! kan baru bangun tidur!! Hani bikin kesel aja deh.. ! tau ah.. nanti di musholla aku gak akan biarin dia tenang. pokoknya kau bakalan ngomel-ngomel terus!" gerutu Alya sambil menutup pintu
Allahu Akbar.. Allah... hu Akbarr....
suara adzan subuh bergema di seluruh sudut pesantren. kini Zoya dan Alya berada di saf yang sama, meski Alya mengoceh dengan berbisik Zoya tidak memperdulikan nya. Zoya merasa berisik tapi juga tidak risih dengan Alya yang tidak bisa diam sejak setengah jam yang lalu.
hari ini adalah hari libur sebelum besok hari aktif masuk sekolah. seperti biasa, Alya dan Zoya akan ke kantin pondok untuk membeli sarapan. di sepanjang jalan Alya hanya mengoceh dan masih di topik yang sama.
"katanya temen tapi malah cuek! bukannya di bujuk malah gak di peduliin!! udah capek ngomel-ngomel dari pagi malah di abai in.. punya temen gini amat! haih.. " kata Alya yang sudah mengulang kata-katanya lebih dari tiga kali
"aku tidak menyuruhmu mengomel! kalau kamu capek itu resikomu sendiri yang terlalu cerewet! semalam aku kabur!" kata Zoya yang lelah mendengar Alya tak berhenti bicara sejak bangun dari tidurnya
"oh.. pantesan kamu di cariin malah gak... apa!!! kamu kabur??" kaget Alya dengan suara meledak nya. Zoya spontan menutup bibir Alya karena jika ada yang mendengar bisa gawat bagi Zoya
"ups.. maaf.. kamu sih.. bikin kaget tau gak! kamu beneran kabur? Hani.. kamu ngapain sih pake kabur segala! kamu kabur kemana? ngapain? kamu kangen rumah? gak harus kabur juga kali.. " kata Alya dengan suara di pelan kan
__ADS_1
belum sempat menjawab, Sania tiba-tiba muncul didepan mereka dengan tatapan curiga. tanpa berkata apapun lagi Sania menarik tangan Zoya untuk mengikutinya, Zoya tau apa yang dipikirkan Sania jadi dia hanya diam mengikuti Sania yang menariknya
"ehh.. tunggu!! kamu mau bawa Hani kemana" kata Alya yang juga menarik tangan Zoya ke belakangnya
"jangan ikut campur! kamu bukan siapa-siapa!" kata Sania yang kemudian pergi dengan menarik Zoya bersamanya
sampai di samping gedung asrama, Sania menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap Zoya. Zoya hanya diam menanggapi nya dengan tenang.
"siapa kamu! aku tau kamu bukan Hani. jangan pura-pura lagi!" kata Sania to the point. Zoya mengangkat sebelah alisnya merasa heran dengan Sania yang tidak lemot seperti biasanya.
"heh.. ! baru kali ini ada orang begitu lancang di depan ku! kamu ingin tau siapa aku? tentu saja aku Hani.. Hanifa Miftahul Jannah!! ada apa? kenapa kamu tiba-tiba bertanya siapa aku? oh.. apa kamu semalam bermimpi aku berubah menjadi peri bersayap sampai kamu meragukan siapa aku?" kata Zoya yang berpura-pura bingung
"jangan bercanda! kamu punya kembaran.. kenapa kamu ngaku-ngaku jadi Hani? apa alasannya!" kata Sania dengan wajah seriusnya
"banyak orang terlihat mirip di dunia. kenapa aku mengaku? aku Hani.. tapi kalau kamu percaya aku orang lain, coba kamu cari tau sendiri.. dan tentunya dengan kemampuan mu sendiri.. saudari ku!" kata Zoya yang kemudian pergi meninggalkan Sania yang sangat kesal karenanya
********
"Diky! aku akan ikut dengan mu hari ini. ada urusan yang ingin aku selesaikan di Indonesia" kata Lance yang baru masuk di ruangan hitam putih dengan cahaya lampu yang redup itu.
"urusan? urusan apa? apa menyangkut tentang Zoya?" tanya Diky yang sedang memasukkan beberapa benda kesayangan nya ke dalam back hitam. meski hawatir dengan keputusan Lance yang begitu tiba-tiba, Diky tetap tenang untuk tidak membuat Lance curiga.
"hm.. aku ingin mencari tau beberapa hal tentang tragedi malam itu. aku yakin bisa menemukan sesuatu disana" kata Lance
Diky benar-benar hawatir. tapi juga tidak mungkin menghalangi Lance karena akan menimbulkan kecurigaan. entah bagaimana Diky akan memberi kabar pada Zoya sedangkan sebelumnya Zoya melarangnya memberi kabar jika dia tidak mencarinya. akan gawat jika Zoya mencarinya disaat Lance ada di sampingnya selalu. Diky teringat dengan Hani, Diky akan memberi kabar melalui Hani tapi itu pun secara sembunyi-sembunyi.
*********
__ADS_1
"Hani.. tadi kamu di bawa kemana sama si pecel lele itu!" tanya Alya yang sudah berada di kantin bersama Zoya menunggu makanannya
"samping asrama" jawab Zoya singkat
"hah? ngapain si pecel lele bawa kamu ke sana? aduh.. aku lupa! itu pasti urusan pribadi ya.. aku tanya yang lain aja deh.. Hani kamu punya kembaran??" tanya Alya yang tiba-tiba teringat dengan semalam.
"gak" jawab Zoya singkat lagi
"tapi sumpah kalian mirip banget tau! nah!! aku inget sekarang.. kamu kabur kemana semalem?" tanya Alya lagi dengan suara yang di pelan kan di akhir
"aku gak kabur. aku cuma pulang sebentar" jawab Zoya yang membuat Alya ingin jungkir balik saat itu juga
"sama aja Hani!! itu namanya kabur.. kamu gak izin kamu perginya diem-diem! itu namanya kamu kabur.. " kata Alya sambil memijat keningnya
"ck aku kembali! aku hanya pulang sebentar!" kata Zoya kekeh
"terserah kamu deh! aku gak tau lagi mau ngomong apa!!" kata Alya yang pasrah karena bicara dengan Zoya membuatnya ingin mencopot kepalanya sendiri.
Sania datang dengan Nurul. Sania bergabung dengan Zoya dan Alya di meja yang sama, karena Sania ingin membuktikan jika yang di hadapan nya ini bukanlah Hani maka dia akan terus mengikuti Zoya kemana pun Zoya pergi. Zoya tidak peduli dengan itu, karena Zoya memang ingin Sania tau lebih dulu tentang penyamarannya. Zoya juga berencana ingin memberi pelajaran pada Sania melalui Hani.
🌹🌹🌹🌹
Hai guys... 👋👋
maaf ya kalau mimin up nya satu hari satu eps.. mimin juga ada kerjaan lain jadi gak bisa buat eps yaang banyak. tapi mimin akan usaha supaya stay up setiap harinya meski satu eps.. ☺🙏
semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR🌹🌹 ☺☺
__ADS_1