
keesokan harinya zoya dan sania sudah siap berangkat ke pesantren, tapi wajah sania dan santi masih di tekuk karna rasa kesal yang kemarin pada zoya belum hilang, sedangkan zoya hanya biasanya saja.
hari ini adalah hari masuknya santri baru di pesantren nurul istiqomah. zoya dan keluarga berangkat pagi itu
sampai di pesantren zoya dan sania langsung di sambut oleh para santri senior yang bertugas untuk menerima santri baru dan langsung di antar ke kamar asrama. zoya memilih untuk masuk di gurfah a'isah sedangkan sania masuk di gurfah khadijah. jarak antara gurfah a'isah dan gurfah khadijah cukup jauh, karna ada ada tujuh gurfah lainnya yang menjadi dinding penghalang. zoya cukup puas karna bisa jauh dari sania si lampir gentayangan
setelah abbas dan santi pulang, zoya maupun sania mulai merapikan barang-barang mereka, zoya tidak membawa terlalu banyak pakaian jadi dia tidak terlalu kesulitan saat merapikan pakaian di lemarinya, sedang sania membawa begitu banyak baju yang sudah di belinya beberapa hari lalu, cukup banyak dan semua pakaian ber merk dan mahal tentunya
selesai dengan itu semua, semua santri di arahkan ke mushola untuk melaksanakan shalat zuhur berjama'ah. selesai sholat ummi fatimah mulai berpidato menyambut santri baru, ummi fatimah memperkenal kan diri juga beberapa ustzah yang bertugas mengawasi dan mendidik mereka di sana.
zoya merasakan perasaan yang aman dan damai, zoya juga merasa menemukan hidup baru yang sangat lebih baik di sana. zoya terus memperhatikan wajah para santri yang sama dengannya, wajah mereka terpancar raut yang sangat indah dan sejuk di pandang mata
"jadi.. kalian harus bersyukur karna hanya orang-orang terpilih yang bisa merasakan nikmatnya mondok, ummi senang karna anak-anak ummi bertambah. kalian jangan terlalu cepat merasa bosan dan lainnya, ingat ya.. banyak orang di luar sana yang ingin di posisi kalian jadi kalian harus banyak-banyak bersyukur, kalian mengerti... " ucap ummi fatimah di depan
"mengerti ummi... " serentak mereka semua
'hanya orang-orang terpilih.... tapi.. aku masuk ke sini juga karna sebagai hani, seharusnya hani yang masuk apa ini juga termasuk aku orang terpilih.. ?' batin zoya yang merenungi ucapan ummi fatimah
selesai dengan kegiatan di musholla, para santri kembali ke asrama masing-masing.
"assalamu'alaikum" sapa seseorang pada zoya yang tengah duduk di depan lemarinya
"eh.. wa.. wa'alaikumussalam, iya kak ada apa ya.. " tanya zoya dengan senyum ramah
"mm salam kenal ya, aku alya firdaus, boleh temenan kan" kata alya menjulur kan tangannya pada zoya
"ohh.. iya, aku zoy.. ahh maksutnya hanifah miftahul jannah, panggil hani aja" kata zoya yang menerima uluran tangan alya
"hani ya... bagus banget namanya, hani jangan panggil aku kak, orang aku juga sama kok kayak kamu, santri baru" kata alya sambil manyun
'phuft... bagus juga punya temen kayaknya' batin zoya
"ya maaf kan aku gak tau, haha" ucap zoya cengir
"ya kok, aku juga gak masukin ke hati" kata alya tersenyum
__ADS_1
tiba-tiba saat itu juga, seorang ustazah masuk ke gurfah mereka.
"assalaalmu'alaikum,,, " ucap ustazah itu yang ternyata ustazah suci
"wa'alaikumussalam ustazah" jawab mereka serentak
"ustazah disini jadi mudabbirah kalian, ustazah yang akan mengawasi kalian di gurfah a'isah ini, jadi kalau ada perlu apa atau ada masalah apa kalian carinustazah ya.. " kata ustazah suci lembut
"ya ustazah,," jawab mereka serentak
"ya sudah ustazah balik lagi, assalaalmu'alaikum" ucap ustazah suci
"wa'alaikumussalam ustazah" jawab mereka serentak lagi
"hani, kamu udah selesai beresin bajumu belum?" tanya alya pada zoya
"udah ada apa" tanya zoya balik
"kita keliling pesantren yuk, pengen liat-liat, katanya selain gedung perpustakaan buku, semua gedung lain terpisah lho dari gedung santri putra, pengen liat segede apa gedung sekolahnya" kata alya dengan semangat
'sekalian mau liat ada apa gak jalan rahasia buat bisa kabur kalo ada masalah nanti' batin zoya
sampai didepan gedung sekolah, alya sangat senang karna gedung nya yang besar, alya juga mengajak hani keliling di gedung lainnya, hingga mereka sampai di depan gerbang perbatasan antara pondok putra dan putri. tapi alya dan zoya tidak tau jika itu perbatasan antara pondok putra dan putri, alya terus menarik tangan zoya untuk berkeliling.
karna gerbang di buka dan satpam penjaga juga tidak ada di sana, alya dan zoya akhirnya masuk ke sana
zoya dan alya malah bengong melihat sekelilingnya yang ternyata semuanya adalah santri putra
"aduh.. ni jangan-jangan kita nyasar ke pondok santri putra lagi, duh gimana dong.... " kata alya dengan panik
"iya gak tau, tadi kita masuk lewat mana?" tanya zoya melihat ke sekelilingnya karna tidak ingat jalan
"lah gimana dong" kata alya yang semakin panik
"kamu sih, tapi ya udahlah sekarang meningan kita cari jalan keluar aja dulu" sahut zoya
__ADS_1
"eh eh... coba liat.. ada santri putri.. ada santri putri" teriak beberapa santri putra saat melihat zoya dan alya
"yah ketauan gimana niihh... " kata alya lagi semakin panik dan hampir meneteskan air mata
zoya menarik tangan alya dan berlari mencari jalan keluar, alias gerbang tempatnya masuk tadi
bukannya menemukan jalan keluar zoya dan alya malah semakin nyasar sampai di musholla pondok putra. zoya juga ikutan panik mereka malah semakin di suraki para santri putra karna masuk lebih dalam ke pondok putra
"duh.. gimana nih" kata alya lagi
"ki.. kita balik aja ke jalan tadi yuk" ajak zoya
"ya udah yuk" mereka kembali kejalan yang di laluinya tadi, tapi sayang mereka malah sampai di pondok para ustadz yang bertugas sebagai keamanan.
'ahh siaalll,,, kenapa jadi gini sih. ternyata aku yang seorang genius ini malah bisa nyasar dan gak inget jalan.. aduhhh zoya.. zoya.. ' batin zoya menggerutu
"kalian siapa" tanya seorang ustadz dengan tegas pada mereka
"it... itu.. u.. ustadz kita.. kita nyasar, kita santri baru ustadz tadi niatnya mau liat-liat gedung di pondok tapi malah nyasar sampai sini, ma.. maaf ustadz" kata alya sambil gemeteran
"iya ustadz, kita gak sengaja masuk kesini" sahut zoya juga
"astagfirullahh.. kalian gimana bisa sampai masuk kesini.. ya sudah biar saya antar kalian kembali" ucap nya sambil berjalan
zoya dan alya mengikuti ustadz itu dari belakang
"kalian tundukin kepala! jangan sembarangan melirik" ucap ustadz itu dengan nada tegas
zoya dan alya spontan langsung menunduk.
'lah... ngapain aku nurutin ucapan nya... ' batin zoya yang merasa bingung dengan diri nya sendiri
"sudah.. lain kali jangan melewati gerbang ini lagi, kalian santri baru jadi saya tidak akan melaporkan kalian pada ustazah kalian dan ummi fatimah tapi lain kali jangan di ulangi paham" kata sang ustadz lagi-lagi dengan nada tegas saat sudah sampai di gerbang
"ya ustadz kita gak akan ngulangin lagi kok" sahut zoya
__ADS_1
"bagus, panggil saya ustadz fadli" ucapnya sambil meninggalkan mereka