
"Zoya!!" teriak seseorang di belakang Gino dan Willy. Willy berbalik untuk melihat siapa yang memiliki suara begitu lantang hingga menggema di telinganya, wajahnya begitu mirip dengan Zoya. willy sempat berfikir jika dia adalah saudara kembar Zoya yang kenyataan nya memang seperti itu. Rafendra berdiri tegap sambil menodongkan pistol ke arah Willy. entah dari mana Rafendra mendapatkan senjata itu yang pasti kini melekat begitu erat di tangannya.
Zoya tak ingin berfikir bagaimana Rafendra mendapatkan pistol itu, dia fokus pada Gino yang juga berusaha mencari titik di mana para bawahan Gino bersembunyi
'jangan sampai ada keributan diaini! Alya, Hani dan Sania tidak boleh terluka. yang lainnya juga!' batin Zoya
"apa kau pikir dengan menyerang tempat ini kau akan mendapatkan kemenangan?" kata Zoya menatap tajam pada Gino.
"awalnya aku pikir kau tidak akan keluar tapi sepertinya aku salah! bahkan aku belum melakukan apapun kau sudah keluar. heh.. rupanya tempat ini cukup penting bagimu!" kata Gino dengan tersenyum penuh kebemcian
"penting? tentu lebih penting dari nyawamu!" sarkas Zoya yang membuat Gino semakin menatap benci padanya
"kalau begitu aku ingin melihat seberapa penting tempat ini bagimu!!"
dorr.. !!!
satu tembakan Gino layangkan pada udara untuk memberi sinyal kepada para bawahan agar menyerang pesantren dari segala arah. Zoya dengan cepat menendang dada Gino dan melepaskan tembakan pada Willy.
brukk..
Willy dengan cepat ambruk ketanah, meski begitu willy masih sempat menembak ke arah Rafendra, tapi.. Dorr.. !! tangan nya mendapatkan satu sumbangan pluru lagi dari Ummi yang baru datang dari arah gerbang.
pecah! suasana benar-benar pecah! pertarungan antara bawahan Gino dengan para santri senior yang tak kalah jagonya dalam bela diri. Zoya dan Gino juga sama-sama beradu kekuatan. mereka sibuk dengan pertarungan yang di selimuti dendam masing-masing. kevin dan jorgie juga datang menyerang Ummi dan Rafendra. tak ada yang tau jika Ummi juga ternyata jago dalam hal bertarung. meski beberapa kali mendapat serangan telak, Ummi pantang mundur dan terus melawan serangan demi serangan.
mata Zoya sempat melihat Alfaeza juga melawan dua algojo yang tak kalah kuatnya dengan Willy. tak beberapa lama, Diky dengan semua bawahan elit rahasianya datang membantu Zoya. Lance juga ada di antara Diky yang ikut membantunya, Gino semakin marah dan benci melihat dua orang bawahannya lagi menghianatinya. terutama Lance, seorang yang sangat di percayanya seperti dia yang mempercayai Zoya sebelumnya.
"terkejut? bahkan orang yang kau jadikan penggantiku juga sama penghianat nya dengan ku! bahkan kau sekali lagi kehilangan orang kepercayaanmu!" ejek Zoya di sela pertarungannya dengan Gino
"apa kau pikir aku bukan apa-apa tanpa kau dan Lance? heh! lucu!!!" kata Gino dengan mata merahnya
__ADS_1
"benar! aku sampai lupa hal itu.. bagaimana mungkin orang gila sepertimu peduli? bukankah kau terbiasa dengan penghiatan... tuan?" pancing Zoya sambil menatap sinis pada Gino. Gino tersentak melihat mata Zoya yang begitu mirip dengan seorang Adellia Cassandra! tatapan Gino semakin merah melihat hal itu
"ada apa? apa kau ingat sesuatu? tetap fokus dan jangan melamun!" lanjut Zoya yang membuat Gino semakin kesal
"heh.. matamu begitu mirip denganya! membuatku ingin mencongkelnya!" kata Gino sambil menyerang kelemahan Zoya yang membuat Zoya terhempas beberapa langkah kebelakang.
"seperti aku yang juga mencongkel mata Aster hari itu? wow! rasanya sangat menyenangkan! terlebih ketika aku mengeluarkan segala isi perut Clowdio! hah.. bagian paling seru adalah ketika memutuskan leher Gisyel! kau tau? suara teriakannya benar-benar merdu! seperti sebuah musik latar belakang pada adegan pembunuhan! sangat merdu... " kata Zoya sambil mengusap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.
"diam!!! kau harus membayar untuk itu!!" teriak Gino
"membayar? kau bahkan masih memiliki utang padaku! kau hannya kehilangan tiga orang bukan? tapi aku.. lihat aku! kau merenggut segalanya!!! orang tua dan bahkan kesadaran ku! kau juga memperbudak ku selama bertahun-tahun! menjadikan ku manusia tanpa hati! aku sangat senang karena menghianatimu! tapi aku juga tidak tenang melihatmu masih hidup dengan bebas!!!" kata Zoya yang tanpa di sadarinya air mata nya kini sudah membasahi pipinya.
"sayang sekali! aku bahkan belum sepenuhnya menggenggam mu! tapi kali ini aku tidak akan melepaskanmu lagi!!" ucap Gino lagi dengan wajah buruknya
Dorr.. !!!
tanpa sadar, rupanya Zoya telah menyumbangkan sebuah pluru untuknya. meski tidak mengenai jatung tapi cukup membuat banyak darah segar mengalir
Zoya tak lagi mengeluarkan Kata-kata apapun. Zoya kembali menyerang, dalam keadaan terluka itu Gino masih mampu menandingi Zoya. karena memang keahlian mereka berdua dalam bertarung hampir sebanding, Zoya hanya sedikit berada di bawah Gino. meski begitu bagi Gino hanya Zoya lah lawan yang sebanding baginya.
"tidak ingin bicara lagi? mari mengobrol sambil latihan! sudah lama kita tidak bicara sambil minum.. adikku.. 01!!" kata Gino sambil bertarung dengan Zoya. tak ada yang keluar dari mulut Zoya, hanya tubuhnya yang berbicara tak henti menyerang Gino.
brukk..
Alfaeza terkapar di tanah setelah mendapat serangan bertubi-tubi dari dua algojo yang menyerangnya. Alfaeza terus berusaha berdiri, melihat Ummi yang masih melawan dengan gagahnya memberinya semangat untuk terus berdiri dan melawan.
dorr..
Ummi terluka di bagian lengan kanannya, Ummi meringis kesakitan tapi tak mundur sedikitpun
__ADS_1
dorr..
Ummi membalas tembakan itu hingga mengenai leher kevin. melihat kevin terbaring tak bernyawa dengan mandi darah Ummi menghela nafasnya kasar
"awalnya aku tak ingin melakukan hal keji ini. tapi kamu memaksaku!! sayang sekali! padahal seharusnya kamu kembali dulu dari ketersesatan baru mati!!" kata Ummi dengan wajah jengkelnya melihat wajah kevin penuh darah
dorr..
satu pluru lagi menembus kepala jorgie yang sedang bertarung dengan Rafendra. Rafendra melihat Alfaeza yang masih bertarung dengan dua orang datang untuk membantunya. kini Alfaeza tidak lagi kesulitan melawan dua orang yang sangat kuat itu.
sepertinya pasukan gini bukan hanya itu saja. sekitar lima puluh orang lagi datang ikut berbaur dengan pertarungan sengit itu. Abah Yai yang mendengar keributan itu juga ikut keluar dengan beberapa santri putra lainnya. siapa yang menyangka dengan umur Abah Yai yang sudah tak muda lagi itu begitu energik ketika ikut bertarung membantu yang lainnya.
dorr..
Zoya mendapat kejutan peluru dari Gino di lengannya. awal nya Zoya mengejek Gino karena tembakannya yang meleset. tapi siapa sangka bebrapa detik kemudian Zoya terkapar di tanah pingsan, ternyata pluru itu sudah di beri obat bius oleh Gino. Gino sudah menyiapkan semuanya sebelumnya, karena Gino ingin membawa Zoya dalam keadaan hidup-hidup. melihat Zoya yang terbopong oleh Gino Rafendra dan Alfaeza mengejar, meski beberapa kali terhalangi mereka tetap menerobos karena bagi mereka Zoya lebih penting dari yang lainnya.
mungkin Rafendra tidak perlu di tanya kenapa Zoya begitu penting baginya, tapi Alfaeza? entahlah. tubuh dan kakinya spontan berlari mengejar saat melihat Zoya yang tak sadarkan diri di tangan Gino.
Ham dan Lubi menghalangi mereka berdua, sempat bertarung lagi tapi Ham dan Lubi lebih kuat dari mereka hingga mereka pun ikut terseret masuk ke mobil dengan tubuh penuh luka dan setengah kesadaran yang tersisa.
"Zoya!!!" teriak Ummi melihat Gino sudah membawa Zoya pergi
"Alfaeza! Rafendra! mereka di culik!! sial!!" pekik Ummi dengan kesal
"biar kami yang mengejar mi.. Ummi lebih baik tangani mereka dulu! jangan sampai mereka masuk dan melukai santri-santri di dalam!" kata Ilham yang baru datang dengan Dimas dan Arya. mereka bertika mengejar mobil Gino dengan cepat dan berharap bisa menyelamatkan tiga orang yang di bawa Gino dalam mobilnya.
πΉπΉπΉπΉ
Hai guys.... πππ
__ADS_1
jangan lupa like dan komen ya..
DALAM HANGAT DARI AUTHORππππ£