Santri Mafia

Santri Mafia
apa yang terjadi padamu selama ini?


__ADS_3

"Zoya.. " kata Rafendra pelan namun masih didengar Zoya.


'dia.. dia tau namaku? tunggu! siapa dia.. ? kenapa aku tidak ingat aku punya saudara kembar atau tidak?? ahh... kepalaku sakit!" batin Zoya dengan sambil memegang kepalanya


"Zoya ini kamu kan! Zoya kamu masih hidup? Zoya.. Zoya jawab aku ini kamu kan!!" ucap Rafendra yang sudah tak dapat menahan air matanya. semua santri senyap tak ada yang bersorak lagi melihat Rafendra dan Zoya yang saling menatap terkejut. begitu pun dengan ketua panitia, Alfaeza. dia juga diam melihat Rafendra yang seolah begitu terharu bertemu dengan Zoya


"khm.. kita di lihat banyak orang! bersikaplah lebih tenang" kata Zoya menetralkan keterkejutan nya. Rafendra sadar dengan situasi dan tempatnya sekarang. Rafendra mengusap air matanya dan mengubah ekspresi seperti tak terjadi apapun.


'kakek aku menemukannya!! dia masih hidup! adikku masih hidup!!' batin Rafendra, dia begitu senang rasanya ingin memeluk Zoya saat ini juga, tapi mendengar Zoya yang menyuruhnya untuk tenang seakan dia harus mendengarkan nya.


"khm... baiklah!! kita ucapkan selamat pada queen dan king MOS kita malam ini.. " kata Alfaeza setelah sadar akan senyap nya mereka semua sembari mempersilahkan dua panitia lain nya untuk memberi mahkota penghargaan bagi mereka yang menyandang gelar queen dan king MOS.


semua santri kembali bersorak sorai sambil bertepuk tangan. kemeriahan kembali terdengar setelah mahkota menyatu di kepala mereka.


Zoya merasa kembali menjadi seorang queen melihat kepalanya yang di hiasi mahkota saat ini, meski berbeda tapi Zoya merasa seakan gelar queen itu memang di takdirkan untuknya karena tidak hanya di markas, bahkan di tempat inipun dia menyandang gelar itu. tapi Zoya tidak punya mood untuk berbangga saat ini, karena dirinya masih penasaran dengan Refendra yang memiliki wajah mirip dengan nya di tambah lagi dia tau namanya. Zoya berfikir jika mungkin Rafendra adalah saudaranya dan hatinya juga meyakini itu, tapi Zoya kesal karena dia tidak bisa mengingatnya bahkan di saat dia berusaha sekalipun.


*********


"tunggu!! ini bahaya zoya! kalau ada yang tau gimana!" kata Rafendra yang menarik tangan Zoya supaya tidak terlalu jauh dari kawasan luar pesantren, kini mereka diam-diam menjauhi para santri wan dan santri wati yang sedang berdesak-desakan bubar untuk kembali ke pondok masing-masing karena acara sudah selesai.


"diam disini akan lebih cepat ketahuan! ikut saja dan jangan banyak bicara! " kata Zoya melanjutkan jalannya keluar dari pesantren. kini sudah pukul 12:50, dan semua sudah kembali ke asramanya masing-masing. Rafendra begitu cemas, jika dia tidak kembali pengurus pasti akan menghukum nya. tapi jika dia kembali, dia tidak akan memiliki kesempatan lagi bertemu dengan Zoya yang sangat ingin dia peluk saat ini.


sampai di tempat yang begitu sepi dan sedikit gelap. Zoya berhenti di sana, dia memeriksa tempat itu dengan teliti takutnya ada seseorang yang menguping atau tidak sengaja mendengarnya bicara.


"jadi? siapa kamu? kenapa kamu memanggilku Zoya? bukan kah kamu denger aku di panggil Hanifa? apa yang membuatmu yakin jika aku Zoya!" tanya Zoya pada Rafendra setelah berhadapan dengannya

__ADS_1


bukannya menjawab, Rafendra malah memeluk Zoya dengan begitu erat. isak tangisnya tak mampu lagi dia tahan, Rafendra meluapkan segala kerinduannya pada Zoya.


"zo.. ini aku Rafen.. kamu gak inget aku? kita kembar.. bahkan jika kamu pakai topeng pun aku juga gak akan lupa dengan wajahmu! kamu gak inget aku.. ?? rasanya kamu melihatku seperti orang asing... " kata Rafendra dengan isaknya tak berhenti


"kem.. bar.. ??? tunggu!! aku bahkan tidak ingat dengan wajah ayahku! aku.. akhh... " Zoya tiba-tiba memegang kepalanya yang berdenyut hebat. semua ingatannya berputar begitu cepat, sangat sakit rasanya kepala Zoya akan meledak saat ini juga.


"zo!! kamu gak apa-apa kan? zo.. kamu kenapa!! kepala kamu kenapa!" panik Rafendra yang melihat Zoya meremas kerudung di kepalanya.


beberapa saat setelah sakit kepala Zoya mereda, Zoya terdiam dengan air mata yang tak berhenti mengalir. Rafendra semakin hawatir dengan Zoya yang tak mau bicara tapi tak berhenti menangis


"kamu kenapa? ada apa zo.. !! kamu baik-baik aja kan??... " kata Rafendra sambil memegang pundak Zoya.


sreett..


Zoya tiba-tiba memeluk Rafendra dengan menangis sejadi-jadinya, awalnya Rafendra terkejut tapi setelah itu dia membalas pelukan Zoya sambil ikut terisak menangis.


"selama ini kamu kemana.. kamu baik-baik aja kan? apa yang terjadi sama kamu? dan bagaimana kamu masih hidup setelah tragedi malam itu.. apa kamu berhasil kabur.. kalau benar lalu kamu tinggal di mana? dengan siapa.. ?" beruntun pertanyaan Rafendra lontarkan untuk Zoya


Zoya hanya menggeleng kan kepala menjawab pertanyaan Rafendra. Zoya tak mampu mengeluarkan satu katapun, Zoya terus menangis dalam dekapan sang kakak yang terpaut waktu 7 menit dengannya. Rafendra tak lagi bertanya karena dia tau jika Zoya tak mampu bicara saat sedang menangis.


setengah jam berlalu, tangis Zoya mulai mereda. Rafendra mengelus kepala saudaranya itu dengan lembut, mata mereka sembab karena menangis begitu lama.


"aku tidak kabur.. aku di asuh" jawab Zoya dengan suara seraknya


"di.. asuh? oleh siapa?" tanya Rafendra sambil mengusap mata Zoya yang masih sedikit basah.

__ADS_1


"dalang dari semuanya! aku bahkan di angkat menjadi adiknya. aku ingat, saat pertama kali datang ke rumahnya dia memberiku sebuah pil.. aku tidak tau pil apa itu, dia bilang itu obat penghilang rasa sakit. saat itu aku banyak terluka karena berusaha kabur bersama putri.. setelah meminum obat itu aku tidak ingat apa-apa lagi.. seolah aku kehilangan ingatanku. aku... aku di latih.. begitu keras.. " cerita Zoya yang menggantung kata-katanya


"aku di latih selama tiga tahun lebih.. untuk menjadi boneka pembunuh tak berhati dan kejam!! aku banyak membunuh orang tak bersalah! aku.. aku bahkan sangat bangga dengan itu.. Raf.. aku menjadi anggota inti.. bukan! aku menjadi orang terpenting di sana.. aku menjadi seorang mafia.. !!" lanjutnya yang membuat Rafendra tak menahan air matanya lagi. Rafendra begitu terkejut mengetahui kehidupan adiknya selama ini yang begitu kelam, Rafendra begitu marah pada dirinya sendiri karena tak pernah menemukan keberadaan Zoya dan sempat berfikir Zoya juga mati terbunuh dimalam itu meski mayatnya tak pernah di temukan.


"hanya jasat mu dan jasat ibu yang tak di temukan. putri di temukan di pinggir jalan toll, cukup jauh dari rumah.. aku gak pernah berhenti mencari kamu sama ibu.. aku yakin kamu sama ibu masih hidup! tunggu!! lalu?? apa yang terjadi sekarang?! kenapa kamu ada disini!" panik Rafendra. dia berfikir jika Zoya memiliki misi membunuh orang makanya dia berada di tempat ini


"aku berhianat! aku menemukan serpihan video yang membuatku ingat tragedi malam itu dan bukti bahwa pelakunya adalah dia yang sudah mengasuh ku!! aku.. membunuh keluarganya dan di buru hingga sekarang...dan ibu.. aku juga tidak tau dia masih hidup atau mati.. yang jelas.. dia telah di siksa begitu kejam!"


jawab Zoya dengan tatapan sendu nya. Zoya begitu sesak mengingatnya. Zoya juga takut jika Rafendra akan memarahinya atas tindakan membunuhnya, itu sebabnya dia berbicara dengan menundukkan kepalanya.


"zo.. kamu jangan hawatir!! aku akan melindungi mu sekarang.. aku hidup dengan kakek.. nenek sudah meninggal dua tahun yang lalu.. " kata Rafendra dengan sedih sambil mengelus kepala Zoya


"Raf.. masih banyak yang ingin aku ceritakan.. tapi sekarang bukan waktunya. aku punya rumah sendiri.. dan aku disini menggantikan identitas seseorang yang telah menyelamatkan ku hingga aku bisa hidup sampai sekarang.. jadi, jangan memanggilku Zoya.. panggil aku Hani.. " kata Zoya celingak celinguk melihat ke sekeliling


"ya.. sekarang kita harus kembali, aku gak mau kamu dapet masalah.. aku masih merindukanmu.. tapi sekarang waktu kita tidak banyak. jaga dirimu" kata Rafendra yang setelah itu mencium kening Zoya. Zoya membalasnya dengan memeluk erat Rafendra


"kamu tau.. sebelumnya aku adalah orang yang menjunjung tinggi image ku. tapi saat ini aku bahkan menangis di depanmu! haih... hanya kamu yang pernah melihat sisi lemah ku" kata Zoya dengan tersenyum kecut


"haha.. aku juga sebelumnya sama denganmu.. tapi sayangnya aku gak bisa tahan air mata di depanmu.. tidak apa, gaya cool ku tidak akan hilang" canda Rafendra yang membuat zoya kembali tertawa.


🌹🌹🌹🌹


Hai guys.... 👋👋


jangan lupa tinggalkan like dan komentar ya.. supaya author rajin nulis dan up-nya~

__ADS_1


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR🌹🌹 💙


__ADS_2