Santri Mafia

Santri Mafia
hari menjenguk Zoya


__ADS_3

"kalian bawa apa?, aku sih bawa rendang" kata Alya menunjukkan rantang yang di bawanya


mereka bertiga berada di dalam mobil menuju dimana Zoya kini berada, seperti yang mereka rencanakan mereka menjemput Alya lebih dulu.


"aku gak bisa masak, tapi tadi aku coba buatin Zoya nasi goreng sama ayam kecap, belajar dari Hani hehe.." kata Sania sambil mengangkat rantang yang di bawanya


"itu bagus.. kamu belajar masak. gak harus manja di masakin terus" celetuk Alya yang tak pernah sehari pun tanpa judes pada Sania. walau hanya sebatas bercanda.


"iishh.. ! suatu hari aku bakalan sukses dengan kemampuanku sendiri! sampai hati itu kamu bakalan jadi orang pertama yang bakal aku tampar!!" kesal Sania yang di tanggapi suara tawa dari Alya


"kamu Han? kamu buatin Zoya apa??" tanya Alya setelah puas tertawa


"bubur ayam buatan nenek.. aku bawain Zoya masakan nenek" jawab Hani


"hah? kamu ajarin Sania masak tapi kamu malah gak masak.. tapi btw, kita cuma bawain Zoya makanan gak ada minuman.. "


mereka baru ingat jika mereka lupa untuk membawa air, mereka berhenti di sebuah toko dan membeli dia botol air minum mereka juga membeli beberapa snack. walau mungkin Zoya tak akan sempat memakannya mereka tetap akan membelikannya.


Sampai di sana, mereka dengan senang menunggu Zoya yang akan di panggil oleh seorang polisi. sambil menunggu mereka membuka rantang mereka masing-masing agar saat Zoya keluar mereka bisa langsung menyuapi nya.


"apa itu?" tanya Zoya mengejutkan mereka yang masih sibuk membuka rantang


"Zho!! Alhamdulillah.. maaf ya, kita gak bisa jenguk kamu bareng Ummi waktu itu soalnya ada ujian.. " kata Hani langsung menarik kursi roda Zoya


"Zho, kita bawain kamu makanan.. kita suapin kamu ya.. !!" antusias Alya yang langsung menyendok nasi dengan rendang yang di bawanya


"kamu harus cobain masakan pertama aku juga! ini pasti enak banget.. !" sambut Sania yang juga mencoba menyuapi Zoya


"aku bawain bubur ayam nenek.. kamu pasti kangen kam masakan nenek.. " juga Hani yang tak ingin ketinggalan


"stop!! kalian bertiga mau nyuapin aku juga gak harus barengan! mulutku kecil! lagipula tanganku juga sudah mulai bergerak... dan hampir pulih.. !" Zoya mengibaskan tangan nya menunjukkan pada mereka jika dia sudah sedikit pulih. mereka bertiga terlihat terkejut dan bahagia melihat Zoya menggerakkan kedua tangan nya dengan santai, tau Zoya akan menolak di suapi jika sudah bisa bergerak akhirnya mereka duduk tenang dan menyodorkan makanan mereka masing-masing pada Zoya.


"kenapa? apa ada yang salah? kalian kenapa tiba-tiba jadi patuh?" tanya Zoya yang kebingungan melihat tingkah mereka

__ADS_1


"tangan kamu udah sembuh.. sekarang kamu bisa makan sendiri. tapi jangan pilih-pilih! ayo cobain semua makanan nya.. ini makanan khusus buat kamu.." kata Hani sambil tersenyum hangat


"iya.. ! aku gak bisa masak tapi bela belain belajar cuma buat masakin kamu.. kamu harus coba!" kata Sania dengan bangganya


"aku juga masakin kamu rendang, kamu pasti kangen kan makan yang enak enak.. " sambut Alya


"hm.. memang kangen.. aku akan makan semuanya!" kata Zoya semangat. satu persatu Zoya mencoba makanan di depannya, tidak ada sepatah katapun yang keluar dia hanya menikmati hidangan di depannya. Hani dan yang lainnya hanya diam tak ingin mengganggu makan Zoya, mereka senang karena Zoya mau makan dan tak menolak seperti biasanya.


"hmm.. enak! tapi.. " kata Zoya menggantung kalimatnya setelah habis semua di makannya


"tapi? tapi apa??" tanya Alya penasaran


"ayam kecap nya pahit!" kata Zoya tanpa dosa


"ah? oh.. anu.. mungkin tadi agak gosong soalnya di masaknya kelamaan hehe.. " cengir Sania malu


"hah? serius?? wah.. kamu emang gak pantes sukse! toh masak aja pake gosong! hahaha.. " ledek Alya yang membuat Sania kesal


"jangan ngeledek!! suatu hari aku bakalan jadi chef terkenal!! dan kamu! gak akan aku kasih masuk restoran ku. liat aja!!" kesal Sania yang membuat Alya semakin tertawa


"yah... mama masih sama kayak dulu.." kata Sania dengan lesu


"dia bahkan sekarang membenci ku karena sering membela Hani.. walau papa marah karena sikapnya tapi mama gak pernah dengerin ucapan papa,, err.. kayaknya mama nyembunyiin sesuatu di balik tempat tidur tapi aku gak berani cari tau itu apa.. " lanjut Sania


"gak apa-apa kok.. aku juga udah terbiasa sama sikap mama Santi.. " kata Hani dengan tersenyum


"apa yang dia sembunyikan?" tanya Zoya mengabaikan Hani


"gak tau.. tapi mungkin itu sertifikat tanah dan beberapa berkas tentang perusahaan milik pa.. Hani, dan juga mungkin ada berkas lain juga" kata Sania jujur


"kamu gak takut aku berbuat sesuatu sama mama kamu? kenapa kamu mau jujur?" tanya Zoya memancing Sania


"asal jangan sampai membuat mama menderita, kalo bisa buat dia kapok aja ya Zho.. soalnya aku udah nasihatin mama tapi aku malah di tampar tiga kali sama mama" kata Sania

__ADS_1


"hah? itu mama kamu kerasukan apaan? kok dia tega sih nampar kamu.. !" kaget Alya mendengar cerita Sania


"tentang rumah dan perusahaan kamu gak perlu hawatir, karena sudah berada di tangan pemiliknya, sebelum Hani masuk pesantren aku udah nyuruh dia mengambil alih semua warisan mamanya, dari rumah perusahaan dan yang lainnya.. sertifikat yang mamamu pegang itu palsu" kata Zoya dengan entengnya


"hah?? sejak kapan itu palsu? sebelumnya itu asli.. "


"Diky yang menukarnya.. Hani juga terlibat" potong Zoya yang membuat Sania tak habis fikir


"Diky siapa?" tanya Alya dan Sania serempak


"dia teman Zoya.." jawab Hani yang membuat Alya dan Sania menyadari sesuatu


'apa Jangan-jangan Diky itu adalah rekan manisnya Zoya?' batin Alya


'Diky?? namanya sama dengan bos barunya om Boby kan?.. apa jangan-jangan Zoya juga yang mengambil alih markasnya om Boby dan menghancurkan bisnis perdagangan anak-nya om Boby? kalau iya... berarti benar Zoya bukan orang yang sembarangan! dia masih seumuran dengan kami tapi sudah seperti monster.. walaupun aku juga sama dulu tapi aku tidak pernah membunuh orang, aku hanya ikut berperan dalam menculik anak-anak untuk di jual dan di jadikan budak.. kami sedikit sama tapi Zoya lebih menakutkan..' batin Sania juga


"kalian tau sesuatu?" tanya Zoya yang memahami ekspresi di antara mereka


"Zho.. kamu.. kamu.. kamu mafia ya?" tanya Alya dengan berbisik pada Zoya


"iya" jawab singkat Zoya membuat Jantung Sania dan Alya hampir berhenti berdetak bukan karena Zoya mengakui dirinya mafia tapi karena Zoya menjawab dengan enteng dan tak sedikitpun merasa hawatir jika dirinya ketahuan


"kenapa? kalian takut? aku gak akan makan kalian.. tapi mungkin akan menguliti kalian kalau kalian macam macam. " kata Zoya dengan menatap tajam mereka bedua juga dengan senyum devil menakutkan yang membuat mereka berdua melotot


"kamu... kamu beneran??.. tapi kita kan temen.. kita udah sering makan tidur mandi sholat belajar dan bercanda bareng.. masa kamu tega sih.. jangan gitu dong.. jangan jahat.. kita kan temen.. " panik Alya dengan berkeringat dingin


"kamu.. kamu.. aku juga udah tobat udah gak jahat lagi masa kamu mau gak maafin aku.. aku janji aku gak akan ngulangin kesalahan yang sama.. kamu jangan main menguliti orang sembarangan!!" sambut Sania juga yang sama paniknya


"hahahahhaha... hahaha... " tawa Hani yang menggelegar secara tiba-tiba membuat mereka terkejut setengah mati, mereka fikir itu suara tembakan atau sayatan pisau yang akan membunuh mereka berdua. Zoya juga tersenyum geli melihat tingkah kedua temannya yang terlihat konyol itu.


"khm... "


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Hai guys.... 👋👋


apa kabar kalian semua.. semoga sehat dan bahagia ya.. SALAM HANGAT DARI AITHOR❤👋☺


__ADS_2