Santri Mafia

Santri Mafia
serangan untuk Gino


__ADS_3

"jadi kamulah yang membunuh putriku?" kata Awan menatap tajam pada Gino yang duduk santai tak bergeming sedikitpun


"oh?? ini mantan 'CALON MERTUA' ku dulu ya? yang tidak pernah sudi melihatku sekali pun karena aku yang seorang mafia? oh Hai apa kabar? mau minum bersama.. ?" kata Gino dengan mengangkat anggur yang berada di tangannya


"dan kamu juga yang membunuh menantuku menculik satu cucuku dan menjadikannya seperti mu! lancang!!" bentak Awan sambil menodongkan pistol pada Gino


"Ayah mertua.. jangan marah.. aku tidak membunuhnya, aku hanya tak ingin orang lain memilikinya selain aku! dan dia yang kau sebut menantu tidak pantas untuknya!!" kata Gino yang juga sedikit menekan kata-katanya


"kamu bahkan tidak punya malu sama sekali! kamu tidak pantas untuk putriku!" kata Awan marah sambil l melepaskan satu tembakan untuk Gino hingga hampir mengenai lehernya, tapi Gino yang gesit hanya sedikit tergores oleh peluru yang hampir melayangkan nyawanya


"shitt.. kau benar-benar membenciku ya? apa menantumu yang baik ini tidak boleh istirahat dengan tenang? baru kemarin satu cucu mu hampir membunuhku dan sekarang kau juga datang untuk itu?kau pria tua yang tak berguna!!" kata Gino kesal


dorr.. satu tembakan melayang ke arah Gini lagi, dan itu dari seseorang yang berdiri di belakang Awan dengan menggunakan topeng. dengan gagahnya dia berjalan ke arah Gini yang berhasil mengelak dari peluru itu.


"apa kabar? sudah hampir 9 tahun kita tidak bertemu apa kau tidak merindukan ku?" tanyanya sambil duduk di atas meja dengan gagah sambil memainkan pistol di tangannya


"siapa kau!" tanya Gini dengan kesal


"siapa aku? kau benar-benar melupakan ku? astagaa.. aku sedih mengetahuinya" kata pria bertopeng itu sambil memajukan wajahnya kedepan Gino


"tidak perlu ingat siapa aku, aku hanya datang untuk menagih hutang lama.. tuan Alexanderr!"


Gino mengerutkan dahi mencoba mengingat dengan siapa dia pernah berselisih sembilan tahun yang lalu, tak seorangpun yang Gino ingat, Gino hanya ingat jika sembilan tahun yang lalu adalah kali pertama dia melihat Adelia yang sedang kehilangan tasnya. tak seorangpun yang Gino singgung saat itu, dan lagi sembilan tahun lalu adalah kepulangannya dari tugas yang papanya berikan di Amerika. lalu siapa pria bertopeng dosennya ini? apakah dia salah satu musuh dari papanya?.


"apa kita pernah bertemu sembilan tahun yang lalu?" tanya Gino dengan tenang masih dalam posisinya


"baiklah.. jangan mengingatnya lagi" tangannya melambai seakan memberi isyarat. entah dari mana para ALGOJO bertopeng memasuki ruangan dengan gagahnya. mereka juga mengelilingi Gino yang masih duduk tak bergeming walau dalam hatinya merasa kesal karena para bawahannya yang tak berguna malah membiarkan begitu banyak orang masuk ke dalam ruangannya


"apa kau memelihara sampah selama ini? bahkan mereka tidak mampu menyentuh baju mereka" kata pria bertopeng memprovokasi Gino


"luar biasa.. memang mereka cukup hebat!" ucap Gino sembari menepuk tangannya dengan keras

__ADS_1


Dorr..


hampir mengenai pria bertopeng, tapi karena Gino yang juga tidak stabil karena kekesalannya membuat peluru meleset. pria bertopeng menertawai nya dengan keras, kekesalan Gino semakin bertambah melihat dirinya di ejek


"apa kau puas?" tanya Gino dengan menekan kata-katanya


dorr.. dorr.. dor..


tiga tembakan Gino layangkan ke arah pria bertopeng, namun hanya sedikit menggores wajah pria bertopeng. dalam keadaan itu, pria bertopeng itu tetap tertawa dengan lantang.


"tua bangka!! kau juga datang untuk melenyapkan ku? heh.. hahaha... kalau begitu mari kita lihat siapa yang akan mati!!" kata Gino yang menerjang meja dan menendang pria bertopeng


"bangsa*!!" umpat pria bertopeng yang kemudian menyerang Gino dengan pisau lipatnya. Gino melakukan perlawanan yang juga sama-sama menggunakan pisau lipat. Awan melihat pertarungan itu dan mengambil kesempatan untuk membidik Gino, meski awalnya Gino masih sempat mengelak namun juga kesialan sedang berpihak pada Gino.


dorr..


kini peluru menembus dada Gino, darah segar mengalir begitu deras dari dadanya. pria bertopeng mencengkram kepala Gino yang kemudian mengingatkan Gino tentang siapa dirinya.


"oh? Vendro ya.. " kata Gino bangkit dan..


dorr... dorr.. dorr..


Gino membidik Vendro tiga kali di dada yang sama. Gino tersenyum miring melihat Vendro yang hampir sekarat, dalam kesempatan itu Gino juga menendang keras tubuh Vendro hingga terhempas ke lantai.


"bahkan jika kau datang dengan banyak dendam sekalipun kau tetaplah seorang sampah!!" kata Gino dengan marah


"dan kau... kau juga datang untuk ini kan? kalau begitu biarkan cucumu menemukanmu tanpa nyawa!!" kata Gino yang kemudian menembak Awan pada jantungnya


"kakek!!!!" teriak Zoya yang baru sampai di sana


"kau!!!" Zoya yang marah tak lagi ingat dengan sekelilingnya dan menerjang Gino. dalam keadaan marahnya Zoya menyerang Gino dengan brutal dan tanpa ampun. para Algojo yang sebelumnya diam kini mulai bertindak namun Zoya menghentikannya dengan isyarat tangannya

__ADS_1


"ini yang kau inginkan bukan? membunuh semua yang berhubungan dengan ku!! apa kau masih tidak puas dengan membunuh ibuku!!! kau juga membunuh ayahku! lalu sekarang kakek dan saudaraku? apa kau masih belum puas!!? apa lagi yang ingin kau renggut bangsa*!!" teriak Zoya dalam marahnya


Gino yang menahan lukanya gr tidak mengeluarkan darah lagi, hanya diam tak berniat untuk menjawab Zoya, Gino merogoh sakunya yang kemudian melayangkan pisau terbang dengan tanpa aba-aba. beruntung Zoya mengelak dan menangkap pisau yang hampir menancap di kepalanya


"di mana kau menguburkan jasad ibuku?" tanya Zoya lagi yang membuat Gino mengerutkan dahinya


"kau tidak dengar? apapun kau tuli!! diamana kau membuat jasad ibuku!!!" teriak Zoya lagi dengan tatapan iblisnya


"kenapa? apa kau akan memeluk tulang-tulang ibumu? bahkan jika kau menemukannya dalam keadaan utuh sekalipun dia tetap sudah mati!!" kata Gino dengan entengnya


sreett..


Zoya mengembalikan pisau terbang yang sempat Gino layangkan padanya. Gino mengelak dengan tenang, dan dalam senyumnya Gino menodongkan pistol pada Zoya


"heh!! kau bahkan masih berniat ingin membunuh ku?" tanya Zoya dengan nada mengejeknya. Zoya memberi isyarat pada empat orang Algojo yang sedang mengelilinginya dengan Gino untuk menyerang Gino. Genzo datang dengan para anak buahnya untuk menyelamatkan Gino. Zoya melihat wajah Genzo yang juga sedikit mirip dengan Gino merasa heran, dari mana datangnya bocah yang hampir terlihat dewasa karena penampilannya itu?


"paman!!" teriak Genzo melihat Gino yang sudah hampir kehilangan banyak darah sejak tadi.


"bawa paman keluar dari tempat ini" perintah Genzo pada bawannya


"jadi kau yang membunuh ibuku?" tanya Genzo dengan wajah marahnya pada Zoya. Zoya menebak itu adalah anak dari Gisyel, karena Zoya juga pernah mendengar jika Gisyel memiliki seorang anak jarang yang di sembunyikan dari dunia. kali ini Zoya bisa melihat langsung wajah yang membuatnya selalu penasaran sejak dulu


"oh? kau datang untuk membalas dendam?" tanya Zoya yang mengangkat tubuh kakeknya


"zho.. !!" Dimas dan Alfaeza juga datang di waktu yang tepat. Zoya memberikan tubuh kakeknya pada Dimas dan Alfaeza dan menyuruhnya membawa kakek dan pria bertopeng yang entah siapa, Zoya juga tidak mengenalnya sama sekali untuk keluar dari ruangan itu. tidak ada waktu untuk Alfaeza menghalangi Zoya, karena Alfaeza juga melihat kemarahan di mata Zoya.


kini tinggal Zoya dan Genzo di ruangan itu, karena para Algojo juga sibuk dengan para bawahan Genzo yang tak kalah kuatnya dengan mereka. mata Zoya dan Genzo bertemu satu sama lain, dalam hati Genzo dia ingin mencabik dan memotong leher Zoya seperti Zoya yang juga melakukan hal sama pada ibunya.


🌹🌹🌹🌹


Hai guys... πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


maaf ya telat up nya.. semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHORπŸ‘‹πŸ‘‹β€


__ADS_2