
"i... iya juga ya.... " kata hani
"zoya, yuk kekamar aku mau cerita semua tentang kehidupan di keluarga ku, biar kamu gak kesusahan waktu nyamar jadi aku nanti" kata hani
"ya deh" kata zoya kemudian.
mereka kemudian menuju kamar tepatnya ke balkon kamar hani, di sana zoya dan hani menghabiskan waktu untuk bercerita, lebih tepatnya memahami keadaan yang akan zoya alami nanti.
keesokan harinya di bandara..
seorang gadis dengan mengenakan pakaian hitam duduk menunggu seseorang datang menjemputnya, dia adalah zoya, sebelumnya zoya, hani dan nenek berpisah di sana, nenek dan hani mengantarnya kebandara. tak lupa juga nenek memberikan sebuah foto pada zoya, itu adalah foto mama santi 6 tahun lalu. meski mungkin wajah nya akan sedikit berbeda karena 6 tahun berlalu dan umurnya sudah sedikit menua. tapi tidak apa itu tidak menghalangi zoya, karena zoya juga memiliki mata yang jeli.
sylvia zoya, (zoya)
silang beberapa puluh menit dua orang wanita terlihat menghampiri zoya. bukan, bukan menghampiri zoya, tapi ingin duduk di kursi tunggu di mana zoya juga ada di sana. zoya memperhatikan wajah satu dari kedua wanita itu, tepat nya yang terlihat dewasa, alih-alih dia adalah mama santi, mama tirinya hani.
setelah kedua wanita itu duduk zoya masih memperhatikan mereka satu seumuran dengannya, satu lagi sangat dewasa, mungkin seumuran dengan ibu-ibu yang berumur 43 tahun. zoya teringat dengan foto yang sempat nenek berikan padanya, zoya foto itu tidak jauh berbeda dengan wanita yang sedari tadi dia perhatikan, ya... dia adalah santi budiana ibu tiri hani, bersama dengan anaknya sania aurora. zoya tersenyum samping, ternyata orang yang berani menggertak nya lewat telfon kemarin sekarang ada di hadapannya
zoya menarik koper yang sudah hani siapkan, di dalam koper itu tidak hanya ada pakaian tapi juga ada foto mamanya hani, agar penyamaran zoya lebih sempurna.
zoya mendekati santi dan anaknya, dan kemudian menyapa mereka
--
santi budiana, mama santi
sania aurora
"kamu santi budiana?" tanya zoya tanpa ekspresi dan basa basi
"iya... kamu siapa?" tanya balik santi pada zoya, sedangkan sania hanya memperhatikan zoya dalam diam
"tidak ingat denganku? bukannya kamu datang untuk menjemput ku? jadi.... kamu malah tidak mengenaliku dan datang untuk menjadi menjemput ku? bagai mana jika orang lain mengakui sebagai aku apa kamu juga akan membawanya pulang?" ungkap zoya dengan menaikkan sebelah alisnya
__ADS_1
"kamu... kamu Hani?? dasar anak kurang ajar, bukannya menyapa dengan baik-baik masih memanggilku dengan sebutan kamu??" kata santi yang marah-marah pada zoya
'hani? dia hani?.... dia..terlihat sangat cantik' batin sania
"kamu datang kesini untuk menjemput ku atau hanya untuk menggonggong?" kata zoya lagi.
ya.... ini sudah kebiasaan zoya, mau bagaimana lagi gino tidak pernah mengajarinya untuk berlaku sopan pada siapa pun kecuali pada dirinya yang sebagai tuan untuk zoya.
"kamu!!!" teriak santi sambil mengangkat tangan nya untuk menampar zoya
-
"ma!!" kata sania sambil menahan tangan mamanya
"ma inget kita ada di mana... nanti aja kita kasih pelajaran dia waktu di rumah" lanjut sania
santi menurunkan tangannya dan menahan emosi. zoya hanya memutar bola matanya malas.
"heh!! baru kemarin kamu bilang tidak ingin meninggalkan nenekmu yang sudah bau tanah, sekarang disini tampa di antaranya? kamu ingin meninggalkan nya sendiri? tidak takut dia kenapa-kenapa?" cibir santi pada zoya
"apa urusanmu? kemarin begitu tak berperasaan, sekarang begitu sok peduli?" kata zoya mencibir balik santi dengan meniru gayanya
"jadi... kalian kesini hanya untuk membuang waktu? kalau begitu aku akan kembali pulang" kata zoya sambil menarik kopernya ingin keluar bandara. tapi sania dengan cepat mencegahnya
"aduh... hani,, kok kamu gitu sih, kita jauh-jauh dateng buat jemput kamu lo... niatnya aku sama mama mau nginep semalem disini, besok kita berangkat pulang, tapi kamu udah nunggu disini. ya udah kalau kamu gak tahan ingin pulang ke Indonesia aku sama mama bisa apa? iya kan ma... kita akan langsung pulang kan" kata sania berlagak seramah mungkin
"aku gak ngerti basa basi, mau nginep bilang aja, tapi aku gak ada waktu buat nerima tamu, gak berangkat sekarang ya udah jangan harap aku pulang ke Indonesia. oh ya... jangan menggunakan ahli waris sebagai ancaman, karna bahkan kalau kalian nangis darah sekalipun buat minta papa aku coret namaku meski dia gak terlalu suka sama aku juga gak akan dia coret, karna...... pemilik sah harta yang kalian pakai saat ini adalah milik mama ku, namaku sebagai ahli waris sudah di catat lebih dulu dan kalian sebagai tamu yang menumpang di rumahku tidak ada hak untuk mengacau" kata zoya panjang lebar.
beruntung sebelumnya zoya sudah di beri tau hani tentang semua itu
'kenapa anak yang dulunya bodoh ini sekarang begitu pintar? apa karna dia lama tinggal disini?" batin santi
"beberapa menit lagi pesawat akan berangkat, jangan sampai kalian tertinggal di sini, karena jika sampai kalian tertinggal pesawat..... aku tidak akan menerima tamu" ungkap zoya
"ck, bagus sekali hani.... mama sangat bangga dengan sikapmu yang sekarang" kata santi yang kemudian berjalan melalui zoya.
.
.
__ADS_1
.
di belahan dunia lain, lance yang sedang duduk di sofa sambil meneguk sebotol anggur terus berbicara sendiri
"zoya... kamu masih hidup kan?... jangan... jangan meninggalkanku ya.... aku... aku menyayangi mu...." ungkapnya sambil tak henti-hentinya meneguk anggur yang ada di tangannya
seorang pria bertubuh kekar memasuki ruangan di mana lance berada
bughh....
satu tinju melayang ke wajah tampan lance, meski sudah meneguk begitu banyak anggur tapi lance masih belum sepenuhnya tidak sadar
"lance sebaik nya kamu sadar, jika tidak aku benar-benar akan membunuhmu" ucapnya yang bukan lain adalah gino
"tuan... ampuni saya... apa.. yang harus saya lakukan.. " kata lance, lance benar-benar sangat takut jika suaranya yang mengigau sebelumnya di dengar oleh gino
"sudah dua bulan tapi kalian belum menemukan jasad nya, jika dia benar-benar mati aku ingin jasad nya, sebaiknya kau mencarinya atau aku akan membuatmu menyesal karna telah menunda tugas yang aku berikan" ucap gino dengan wajah datar
"baik tuan.. " ucap lance segera
'ah.... sudah dua bulan, jika kau benar-benar mati... zoya apa kau masih hidup? atau.... kau sudah bertemu keluarga mu di alam lain... ? zoya jangan salahkan aku... aku bahkan tidak bisa mengendalikan diriku sendiri' batin lance
gino sudah keluar dari ruangan di mana dia meninju lance tadi. tapi lance beruntung karna gino tidak sempat mendengar ocehan tadi
.
.
.
"hani... " kata seorang laki-laki paruh baya namun terlihat masih sangat mudah berlari dan memeluk zoya saat keluar dari pintu bandara.
kini zoya, santi dan sania sudah tiba di Indonesia. saat keluar dari bandara zoya langsung di sambut hangat oleh laki-laki yang memeluknya sebelumnya, dia adalah abbas hakiki, atau di panggil papa abbas ayah kandung hani.
🌹🌹🌹🌹🌹
mohon dukungannya ya kakak kakak dan adik adik semua😁😁
salam sayang dari author**(jangan lupa like dan komen ya~😘)
__ADS_1