Santri Mafia

Santri Mafia
bertemu Dimas lagi


__ADS_3

"Indah, Hani.. nanti sore habis ashar kita di kasih keluar asrama lho.. kata ummi biar kita gak terlalu bosen jadi kita di kasih buat keluar sore jum'at.. aku pengen beli gamis, nanti temenin aku ya ke toko deket asrama.. !" kata Alya dengan semangat


"oh ya?.. wah bagus dong!! aku juga pengen beli hijab.. nanti kita pergi bareng-bareng.. dan pasti seru banget! kan santri putra juga di kasih keluar.. walaupun gak di bolehin buat saling tatap tapi bisalah curi curi pandang hehe.. " kata Hani yang juga begitu semangatnya


"oh" kata Zoya yang hanya ber-oh ria


'kalau tau begitu, aku gak harus kabur pagi tadi!" batin Zoya yang merasa mendapat kesempatan kabur yang lebih leluasa di masa mendatang


sore harinya setelah selesai sholat ashar berjamaah, para santri wati berbondong-bondong bersiap untuk keluar asrama. banyak juga dari mereka yang tidak ikut keluar karena mereka lebih suka berdiam di asrama. kini Zoya, Alya dan Hani keluar dari gerbang dengan begitu senangnya. target Alya dan Hani adalah toko sedangkan Zoya hanya ikut saja kemana mereka akan pergi. tokonya juga ada yang khusus untuk santri putri, dan santri putra. jadi mereka tidak perlu saling bertemu atau bertatap muka ketika akan berbelanja. baru sampai didepan toko tiba-tiba ada yang memanggil Zoya, Zoya menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya beruntung saat ini orang itu tidak memanggilnya dengan nama aslinya, siapa lagi kalau bukan Rafendra


"Han.. kamu mau beli apa?" tanya Rafendra setelah sampai di depan Zoya


Hani yang melihat Zoya begitu mirip dengan Rafendra begitu terkejut, tunggu! siapa dia? kenapa begitu mirip dengan Zoya? apa ada yang belum Zoya ceritakan atau.. ada sesuatu yang terjadi sebelum dirinya pulang? begitulah pikiran Hani saat ini


"aku.. mau beli baju" kata Zoya sambil melihat santri putra di samping kakaknya itu. Zoya mengenalnya, dia adalah Dimas! orang yang akan di jodohkan dengan Hani. Zoya ingin Hani tau tentang Dimas karena sebelumnya Zoya melupakan Dimas dan tidak pernah menceritakannya dengan Hani.


"aku udah izin sama pengurus buat ketemu sama kamu, aku dapet izin ngomong berdua sama kamu" kata Rafendra pada Zoya


"ok.. " Zoya mengikuti Rafendra berjalan menjauhi Hani dan Alya. Dimas juga pergi setelah Zoya dan Rafendra pergi.


'aku tau itu kamu.. aku bisa liat kalau itu kamu Han.. tapi sekarang, aku ingin tau kenapa saudara Fadli bisa nyamar jadi kamu..aku seneng banget.. seenggaknya aku bisa mengobati sedikit rindu setelah melihatmu..' batin Dimas yang sudah pergi meninggalkan Hani dan Alya berdua disana.


'pengen banget nanyain dia siapa, kok bisa mereka semirip itu? Zoya gak pernah cerita tentang dia.. kalau tanya Alya yang ada bakalan jadi masalah.. Alya taunya aku dan Zoya saudaraan.. ' batin Hani yang terus menatap Zoya dan Rafendra menjauhi mereka.


"udahlah yuk masuk! nanti juga Hani bakalan nyari kita ke sini" ajak Alya sambil menarik tangan Hani.


"ada apa?" tanya Zoya setelah mereka sampai di tempat yang sedikit jauh dari kerumunan


"besok kakek mau jenguk kita, aku udah cerita sama kakek tentang kamu. aku langsung telfon kakek pagi itu. kakek seneng karena kamu kembali" kata Rafendra


"kakek? aku juga rindu kakek.. Raf.. tadi pagi aku kerumah ayah.. disana masih berantakan seperti dulu, apa setelah kejadian itu.. polisi gak ada yang urus kasus kita?" tanya Zoya yang membuat Rafendra terkejut

__ADS_1


"tadi pagi? Zo.. kamu kabur?" tanya Rafendra dengan suara pelan karena takut ada yang mendengar mereka


"iya.. itu gak penting! Raf jawab pertanyaan aku.. !! apa polisi gak peduli dengan kasus kita? ayah dan banyak tamu saat itu tewas! apa gak ada di antara mereka yang melapor pada polisi!!?" tanya Zoya dengan suara yang hampir meledak


"iya.. polisi di bungkam dan di ancam oleh mereka saat itu.. aku dan kakek sama nenek juga hampir di bunuh.. tapi tiba-tiba ada orang lain yang datang, ada mafia lain yang datang dan menyerang mereka. kami lolos, dan aku gak tau motif mereka bantuin kami itu apa.. Zo.. bahkan semua keluarga korban juga di ancam sama mereka" cerita Rafendra dengan wajah sendu nya.


"ada orang lain? kalau begitu apa kakek tau beberapa hal tentang mereka? atau.. mereka ada hubungan apa dengan kita?" tanya Zoya lagi


"kakek gak tau tentang itu. Yang pasti mereka membuat para pembunuh itu meninggalkan kota dan gak pernah kembali sampai sekarang" jawab Rafendra


'aku akan menyelidikinya nanti' batin Zoya


"Zo.. ini buat kamu beli baju, oh ya.. jangan ulangi lagi ya.. jangan kabur lagi! kamu gak boleh nakal.. sekarang kita di pesantren bukan di tempat kamu dulu" kata Rafendra yang memberikan uang pada Zoya sambil mengelus kepalanya


"uang? aku punya uang.. "


"aku gak nanya.. ambil ini! aku kakak mu dan aku punya tanggung jawab terhadapmu.. !" kata Rafendra memotong Kata-kata Zoya. Zoya menerima uang itu kemudian Rafendra pergi meninggalkan Zoya tapi Zoya kembali mengejar nya


"tunggu Raf.. aku kenal sama temen kamu yang tadi.. kalau bisa, kamu cerita sama dia tentang kita dan kenapa aku bisa jadi Hani.. dia orang yang di jodohkan sama Hani.. " kata Zoya yang kemudian di jawab iya oleh Rafendra.


'rasanya aku mendapatkan kembali sesuatu yang telah lama hilang.. Raf.. kamu adalah sosok saudara dan ayah dalam satu orang yang sama.. rasanya kamu sudah seperti ayah sekarang.. kamu sangat mirip sama ayah.. aku bersyukur masih memiliki mu saat ini' batin Zoya sambil mengelus kepalanya yang sempat di elus Rafendra dengan penuh kasih sayang sebelumnya.


.


.


.


"Fad... kamu udah selesai?" tanya Dimas melihat Rafendra datang mengahampirinya


"iya.. Dim.. aku mau cerita sedikit sama kamu, tentang Hani" kata Rafendra setelah berdiri di depan Dimas

__ADS_1


"aku tau dia bukan Hani, aku juga gak masalah.. tapi aku pengen tau alasannya aja" kata Dimas dengan tersenyum


"aku tau kamu gak bodoh.. aku cerita di kamar" kata Rafendra sambil mengajak Dimas kembali ke asramanya


.


.


.


Zoya menarik tangan Hani yang sibuk memilih hijab, sedangkan Alya dia sibuk memilih gamis jadi tidak memperhatikan Zoya yang sudah masuk kesana dan menarik tangan Hani


"apa?" tanya Hani setelah mereka di tempat yang sedikit jauh dari santriwati lainnya. yang juga sedang memilih baju di sana.


"Dimas, calon suami kamu" kata Zoya singkat


"hah? apaan sih Zo! Dimas siapa? yang mirip sama kamu tadi??.. dan dia siapa kenapa mirip banget sama kamu.. ?" tanya Hani dengan suara pelannya


"itu Rafendra, saudara kembar ku.. aku ketemu dia setelah balik dari rumah malam itu.. dan Dimas, dia yang bersama Rafendra tadi, aku pernah bertemu dia sebelumnya tapi lupa memberi taumu dan dia adalah orang yang om abbas jodohkan sama kmu" kata Zoya panjang lebar


"hah?? bukannya mama santi bilang mau jodohin aku sama om om?" tanya Hani heran


"mereka membohongi santi karena takut kamu di celakain lagi sama dia. udah, sekarang kita balik dulu nanti Alya cariin" kata Zoya


"iya" mereka kemudian kembali ke samping Alya yang masih sibuk dengan dunianya


'santri wan yang bersama saudara nya Zoya tadi? dia calon suami aku?? pantesan aja dia kaya ngeliatin aku terus.. tapi kan dia gak tau aku Hani.. apa Zoya udah bilang kalau dia bukan Hani?.. tapi dia ganteng juga hehe...' Hani membayangkan wajah Dimas yang dilihat nya secara sekilas tadi.


🌹🌹🌹🌹


Hai guys.... 👋👋

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya..


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR👋❤❤


__ADS_2