Santri Mafia

Santri Mafia
tahanan paling beruntung?


__ADS_3

tiga bulan berlalu sejak Zoya di tangkap polisi. karena Zoya juga bersalah dan akhirnya di hukum 2 tahun penjara, tapi juga di ringankan karena jaminan dari Abah Yai dan kakek yang juga di bantu Abbas hingga Zoya hanya mendapat hukuman empat bulan penjara. polisi hanya tau tentang kejadian malam ledakan itu karena Zoya tidak membongkar tentang identitas sebenarnya. setiap akhir bulan Alya Hani dan Sania selalu izin pada Ummi untuk menjenguk Zoya, dan hari ini adalah hari penjengukan untuk Zoya.


di balik sel itu Zoya hanya diam menunggu bersama kursi roda nya. beberapa hari lalu, tangan Zoya mulai bergerak, cukup senang karena meski kaki nya masi lumpuh tapi setidaknya tangan nya mulai bisa bergerak dan terkadang merasakan sakit atau pegal. berita ini tak sabar Zoya ingin sampaikan pada mereka, jadi dengan tenang dan patuh Zoya menunggu di depan pintu sel.


satu jam Zoya menunggu dengan tenang dan akhirnya dia di panggil untuk bertemu mereka. Zoya mengembangkan senyum penuh bahagianya untuk menyambut siapa yang datang menjenguknya, tapi senyumnya juga seketika berubah karena yang datang bukanlah yang di harapkannya, Ummi memang datang tapi tidak dengan tiga sejoli temannya melainkan Gus Ilham dan Alfaeza.


"assalamu'alaikum nak.. gimana kabarmu sekarang?" tanya Ummi dengan lembut


"Ummi Maya.. mereka gak ikut?" tanya Zoya yang di pahami oleh Ummi siapa maksut Zoya


"jawab salam dulu! ada ujian, jadi mereka gak boleh keluar!" sahut Alfaeza dengan suara garangnya


"Wa'alaikumussalam!!" jawab Zoya dengan nada kesal


"kalian baru ketemu masa udah berantem aja.. Zoya.. dapet salam dari Abah Yai.. papa kamu juga akan dateng, tapi dia masih di jalan.. ini Ummi masakin buat kamu.. kamu makan dulu ya.. " kata Ummi yang bersiap membuka rantang dan menyuapi Zoya tapi Zoya dengan cekatan menarik rantang di tangan Ummi. sebenarnya Zoya sengaja ingin menunjukkan pada mereka jika tangannya sudah mulai sembuh tapi Zoya cukup gengsi untuk mengatakannya secara langsung


"Zoya..!! Alhamdulillah.. tangan kamu udah bisa gerak nak.. " kata Ummi yang terkejut. Zoya hanya tersenyum canggung karena Alfaeza malah melirik nya dengan intens dan bukan terkejut seperti Ummi dan gus Ilham.


"Assalamu'alaikum" Abbas juga datang dengan Santi tentunya. Zoya dan lainnya menjawab salam dengan serempak, Abbas terlihat terkejut dan bahagia melihat Zoya yang membuka rantang sendiri


"Alhamdulillah nak.. tangan kamu udah sembuh? itu bagus!! papa sangat senang!" kata Abbas antusias sambil menggenggam tangan Zoya


"om.. pa! tumben papa dateng sama Santi, biasanya papa dateng bareng kakek" tanya Zoya dengan tersenyum

__ADS_1


"ah.. mama pengen jenguk kamu" kata Abbas sambil melirik Santi yang masih berdiri di sana


"itu.. gimana kabar kamu?" tanya Santi singkat


"menurut tante gimana?" tanya balik Zoya dengan tersenyum ramah tapi tidak dengan hatinya karena sampai sekarang mreka masih menjadi musuh dan Santi bahkan semakin benci pada Zoya dan Hani karena menurut nya mereka merebut Sania darinya.


"lumayan. setidaknya kamu gak perlu keliatan kayak boneka hidup lagi. cuma bisa gerakin mulut sama mata doang!" sindir Santi dengan tanpa peduli pada Ummi dan lainnya


"oh? tante sepertinya kecewa aku sembuh? kenapa? bukannya akan lebih seru kalau aku sembuh? kita bisa saling jambak lagi kayak dulu~" kata Zoya sambil menyuap nasi dengan tersenyum manis pada Santi


"kalau gitu kamu cepat sembuh! kamu pikir saya takut sama preman kayak kamu!!" kata Santi kesal


"khm.. " Alfaeza menyerah karena pertengkaran antara Zoya dan Santi itu cukup tidak tepat tempat dan waktunya.


'preman itu sebutan unik untuk dia dariku, yang lain tidak boleh memanggilnya begitu!' batin Alfaeza


"papa minta maaf ya.. " kata Abbas yang merasa bersalah karena sikap Santi


"hmm" jawab Zoya sambil mengangguk karena saat ini Zoya sedang sibuk mengunyah makanannya. usai makan Zoya kemudian meraih tangan Ummi dan menciumnya lama


"Ummi.. makasih ya udah berperan seperti ibu buat Zoya.. sekali lagi Ummi jadi ibu buat Zoya" kata Zoya dengan tersenyum menyembunyikan air mata nya


"itu sudah tanggung jawabku sayang.. tidak dulu ataupun sekarang.. kamu tetaplah Syilvia kecil Ummi.. kamu dan Rafen tetaplah bocah kesayangan Ummi" kata Ummi sambil mengelus kepala Zoya

__ADS_1


"ibu Maya.. setelah keluar dari sini.. tolong bawa aku ke makam ayah ya.. aku rindu ayah.. " kata Zoya masih dengan senyuman nya


"tentu sayang.. tunggu sebulan lagi kamu akan keluar dari tempat ini.. " kata Ummi yang kemudian mengecup kening Zoya


"terimakasih.. ibu Maya adalah yang terbaik.. " kata Zoya sambil memeluk Ummi dengan erat menyembunyikan air mata yang mau tak mau menetes dari matanya


"waktu kunjungan sudah habis!! silahkan!" kata seorang polisi yang tiba-tiba datang, Zoya melepas pelukannya setelah mengusap kering air matanya.


"nak.. lain kali Ummi datang lagi ya.. jaga diri baik-baik" kata Ummi yang kemudian Zoya di bawa masuk oleh Polisi karena waktu mereka sudah habis.


"sejauh ini kamu tahanan paling beruntung karena di sayang banyak orang. selain itu kamu juga beruntung karena paling sering mendapat jengukan dari keluarga" kata polisi yang saat ini mendorong kursi roda Zoya


"tahanan paling beruntung? aku harap begitu.. " kata Zoya mengingat wajah semua orang yang selama hampir satu tahun ini di temui nya. hani yang baik tapi juga cerewet, Abbas yang penyayang, Alya teman yang baik tapi cerewet dan ngambekan lalu ada kakek dan Rafendra yang mengisi kesepian hatinya, mengobati rindu akan kasih sayang keluarga, Ummi yang lemah lembut dan tegas mengisi kerinduannya pada sosok Ibu, sania yang memberinya sedikit motifasi akan sebuah perubahan dan hijrah dan terakhir Alfaeza, ustadz songong yang membuatnya merasa nyaman meski begitu kesal ketika bertemu. Zoya menyunggingkan senyumnya, merasa senang dengan hidup barunya setelah terbangun dari koma saat di Singapur.


tidak hanya Ummi yang menjenguknya, kakek bahkan menjenguknya hampir setiap hari, walau terkadang polisi akan melarangnya untuk terlalu sering datang, tapi kakek pantang libur, terkadang kakek akan membawa Rafendra bersamanya, selain itu Abbas juga sering datang meski sendiri atau bahkan bersama nenek Hani yang sekarang tidak lagi kembali ke Singapur dan tinggal bersama Abbas di Indonesia.


'senang rasanya mengenal mereka semua, tapi selama ini aku tidak pernah berbuat baik, lalu kenapa sekarang aku malah di kelilingi orang-orang baik?' batin Zoya memandang lulus pintu jeruji besi yang sedang di kunci oleh polisi sebelumnya.


"ayah.. ibu.. maaf karena aku bahkan belum bisa melakukan hal baik. meski aku sering berjanji akan berubah tapi lagi dan lagi aku melakukan hal buruk.. jangan marah ya.. Zoya akan berusaha lagi.. " gumam Zoya sambil merapikan hijabnya


"sekarang.. jika suatu hari aku masih melakukan hal buruk.. ingatkan aku ya, aku tau kalian mendengarkan ku.." gumamnya lagi dengan tersenyum pada dirinya sendiri


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Hai guys... 👋👋


Jagan lupa likes dan Coment ya.. semoga suka dan DALAM HANGAT DARI AUTHOR❤


__ADS_2