Santri Mafia

Santri Mafia
Queen MOS? dan.. apa aku punya saudara kembar??


__ADS_3

pertama motor mogok, lalu kaki pincang karena mendorong motor begitu lama setelah itu dia juga harus memanjat untuk masuk ke rumahnya dan di tambah lagi Hani memukulnya hingga babak belur di sisa tenaganya yang terkuras. benar-benar sial!


"udah baikan?" tanya Hani yang sedang memijat kaki Zoya


"belum! pijat lagi!! ini hukuman karena kamu hampir membunuhku!" ketus Zoya yang masih kesal


"lagian kamu juga yang salah! ngapain masuk lewat jendela coba!!" kata Hani yang tak ingin disalahkan


"Hani boleh aku menggantung mu di depan pintu? jika kalau bukan kamu yang kunci gerbang dan pintu, apa aku masih akan masuk dengan menyelinap?!!" kesal Zoya yang semakin menjadi karena Hani. bukannya merasa bersalah Hani malah tertawa di buat Zoya.


"tapi Zo.. ini udah malem.. udah jam sembilan, kamu gimana ceritanya bisa kabur dari pondok?" tanya Hani yang mengubah topik


"huftt.... ceritanya panjang! dari desak-desakan masuk pondok putra, berhasil keluar giliran motor ojeknya yang mogok kehabisan minyak! kaki aku keram juga gara-gara dorong motor setengah kilo!!! di tambah lagi kamu yang hampir bunuh aku.. ! hah.. rasanya benar-benar kesal!" cerita Zoya yang membuat Hani menggigit bibir bawahnya menahan tawa.


"aduhh... malang banget sih kamu! lagian kamu mau ngapain sih pake kabur segala.. " tanya Hani setelah tawanya mereda


"mau mastiin kamu baik-baik aja! nenek di mana?" tanya Zoya yang baru ingat dengan nenek ijah


"pulang... ke rumah papa.. "


"oh. baguslah.. minggu depan kamu juga harus masuk pesantren! Diky di mana?" tanya Zoya lagi


"dia.. dia... " Hani yang sebelumnya tersenyum kini memasang wajah cemasnya. Zoya merasa ada sesuatu yang terjadi pada Diky, Hani juga seolah takut untuk mengatakan nya.


"ada apa? apa sesuatu terjadi saat kalian kembali?" tanya Zoya mulai mode seriusnya

__ADS_1


"awalnya kita baik-baik aja.. tapi waktu kami di bandara, Diky seperti bertemu dengan orang-orang nya gino. Diky sempat di pukul, tapi dia gak melawan dan diseret orang-orang itu.. sebelum nya Diky udah bilang kalo hal itu pasti bakalan terjadi. jadi, Diky sengaja menjauhi kami dan menyuruh kami pulang ke Indonesia apapun yang terjadi padanya. dia bilang untuk gak peduli sama dia dan dia juga ngelarang buat belain dia apapun yang terjadi.. aku sama nenek pulang tanpa Diky. aku gak tau harus gimana Zo.. aku hawatir sama Diky, aku cemas gimana kalau dia di apa-apain sama mereka.. gimana kalau Diky... "


"dia mungkin tidak akan selamat dari Gino, tapi juga tidak akan akan mati. tenang saja, Diky akan baik-baik saja.. hanya saja dia mungkin akan sedikit cidera. aku yakin jika dia tidak memberi informasi tentang keberadaan ku itu sebabnya Gino marah. dan aku yakin bukan hanya Diky yang mendapat imbasnya.. yang lain juga.. " kata Zoya yang juga memikirkan Lance yang dipikirnya telah berkhianat di saat detik terakhir.


"Zo.. kamu baik-baik aja kan?" tanya Hani yang melihat wajah Zoya yang seakan sedih akan sesuatu


"baik? kamu hampir membunuh ku dan kamu masih berfikir aku baik?" tanya Zoya yang sengaja mengalihkan topik


"haih.. rasanya pengen ketawa terus liat muka kamu yang pasrah gitu.. sekarang kamu udah tau aku baik-baik aja, aku juga bakalan nurutin kemauan kamu masuk pesantren minggu depan. jadi, kapan kamu balik? kamu gak takut dihukum apa.. " kata Hani yang teringat dengan situasinya sekarang


"kamu mengusirku?" tanya Zoya yang tidak senang dengan Kata-kata Hani


"sumpah deh!! ngomong sama kamu kayak makan hati tau gak!! aku ngingetin kamu juga karena aku hawatir zoya!! dan lagi.. masa iya aku ngusir kamu, ini kan rumah mu.. " kata Hani yang pasrah dengan sikap Zoya


.


.


.


Zoya menelusuri jalan menuju gerbang. awalnya Zoya ingin langsung masuk ke asrama tapi sepertinya acara malam itu belum selesai. jadi mau tidak mau Zoya mengendap-endap masuk ke aula utama dan menyelinap masuk ke kerumunan. seolah tak ada yang terjadi, ketika semua bersorak karena ketua panitia akan mengumumkan MOS QUEEN, Zoya pun ikut bersorak-sorai.


"yang menjadi QUEEN DAN KING MOS tahun ini cukup mengejutkan! karena mereka adalah yang paling banyak menag saat kuis, paling rapi, paling disiplin dan yang terpenting paling banyak berkontribusi saat di tiga lomba kemarin! tapi bukan itu poin utamanya, yang mengejutkan adalah.. sebuah kebetulan wajah mereka mirip! mereka mungkin kembar atau hanya mirip saja tapi itu cukup sangat mengejutkan!!" kata sangat ketua panitia membuat para santri wan dan santri wati penasaran.


"untuk KING MOS tahun ini adalah... RAFENDRA FADLI. !! silahkan maju untuk adik kami yang di sebut namanya.. "

__ADS_1


orang yang di sebut namanya kini maju dan berdiri di samping ketua panitia. Zoya merasa tidak asing dengan nama itu, tapi juga tidak ingat pernah mendengarnya dimana, entah apakah Zoya pernah bertemu dengannya atau tidak. tungu!! Zoya sepertinya juga tidak asing dengan wajah sangat ketua panitia didepannya.. ahh.. dia baru ingat! dia adalah orang yang pernah Zoya tubruk sebelumnya. benar-benar mengejutkan. ini untuk yang ke tiga kalinya Zoya melihat wajah itu, wajah yang di anggap nya cukup tampan.


"untuk QUEEN MOS kita... dia begitu manis.. khm.. dia begitu mirip dengan adik kita Rafendra. dia adalah HANIFA MIFTAHUL JANNAH.. untuk saudari kami HANIFA MIFTAHUL JANNAH silahkan untuk maju kedepan.. " ucap ketua panitia itu begitu semangat, para santri juga tak kalah semangat, tak ada hentinya bersorak.


Zoya yang tak sadar jika dirinya disebut hanya ikut bersorak meramaikan meski suaranya masih terbilang pelan


"HANIFA MIFTAHUL JANNAH.. ? yang namanya di sebut bisa maju.. ??" ulang ketua panitia itu karena Zoya tak kunjung maju sejak tadi


"hah? itu.. aku??? aku yang di sebut?? apa tidak ada orang lain yang bernama Hanifa??.. astaga!!! itu aku!" kaget Zoya yang lansung berdiri karena terkejut. Zoya merasa malu karena dirinya yang lupa dengan nama sendiri.


Zoya maju dan berdiri di samping Rafendra meski berjarak beberapa langkah. barulah Zoya sadar dengan wajah Fadli karena sebelumnya Zoya tidak memperhatikannya. wajah mereka benar-benar mirip! tapi Zoya tidak ingat apakah dulu dia punya saudara kembar atau tidak, dan lagi semua keluarganya di bantai tak tersisa selain dirinya apa mungkin dia punya saudara kembar yang masih hidup? ataukah... hanya mirip saja?


berbeda dengan Rafendra, wajahnya seakan menunjuk kan ekspresi terkejut dan bahagia. entah apa yang dipikirkannya, dia seolah melihat sesuatu yang hilang telah di temukan nya kembali. tapi Rafendra tidak bergerak sama sekali, selain karena terkejut juga karena mereka di larang untuk terlalu dekat satu sama lain. buliran air lolos di ujung matanya, Zoya hanya diam menatap Rafendra yang seolah sangat merindukannya.


'apa yang terjadi? kenapa rasanya aku sangat ingin mengelus wajahnya? haih.. rasanya canggung sekali di tatap begini!' batin Zoya yang mengalihkan pandangannya


"Zoya.. " kata Rafendra pelan namun masih bisa di dengar oleh Zoya. seperti mendengar guntur di siang bolong, Zoya begitu terkejut mendengar orang di depannya itu memanggil namanya. tunggu! siapa dia??


🌹🌹🌹🌹


Hai guys..... πŸ‘‹πŸ‘‹


jangan lupa tinggalkan like dan komen ya supaya author lebih giat nulis dan rajin up-nya~


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR 🌹🌹☺😚

__ADS_1


__ADS_2