Santri Mafia

Santri Mafia
malam tragedi 7 tahun yang lalu


__ADS_3

kini Zoya sudah di kamarnya. Zoya membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Zoya menggunakan celana hitam dengan di padukan pashmina hitam juga. Zoya berniat untuk menyelidiki apakah keluarganya selain kakek dan Rafendra masih ada yang tersisa atau tidak. karena Zoya mengingat segalanya saat bersama Rafendra malam itu, jadi dia ingin mengetahui bagaimana kondisi rumah almarhum ayah dan ibunya saat ini.


tidak lupa dengan masker dan kaca mata hitamnya yang di sempurnakan dengan topi hitam juga. Zoya menggunakan taxi menuju alamatnya.


dua jam berlalu, Zoya sampai di sana. rumah besar yang dulu begitu indah kini menjadi rumah kosong tanpa penghuni, terlihat sekali dari luar banyak tanaman liar yang merambat di tembok-tembok dan jendela. pagar yang sudah berkarat dan rumput liar yang memenuhi halaman rumah. begitu sangat menyedihkan, terlintas kenangan indah bersama ayah ibu dan Rafendra disana. suara ibu yang memanggilnya saat asik bermain, suara teriakan ayah yang panik saat dia dan Rafendra jatuh dari sepeda dan suara kesal Rafendra saat dia berusaha menyembunyikan mainannya. semua itu berputar di benak Zoya tanpa henti, air matanya mengalir deras di balik kaca mata.


"pak, jalan. saya ingin turun di depan" kata Zoya yang sudah lama diam sejak taxi itu berhenti disana.


Zoya turun setelah lebih jauh dari kawasan rumahnya. Zoya masuk di sebuah warung makan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


"bu, nasi goreng ayam sama es tehnya satu ya" pesan Zoya setelah duduk disana


"baik neng" ucap wanita paruh baya itu


"bu.. aku liat didepan ada bangunan yang gak di pake, itu rumah ya? kok bisa terbengkalai gitu, padahal rumahnya besar banget" tanya Zoya pada wanita paruh baya yang sedang menggoreng nasi itu.


"oh.. itu neng, itu dulu rumah orang kaya yang baik neng.. tapi sekarang udah gak di tinggalin lagi. udah tujuh tahun gak ada yang berani kesana" jawab wanita itu


"kenapa?" tanya Zoya lagi


"itu karena tujuh tahun lalu ada kejadian mengenaskan neng.. pemilik rumahnya di bunuh satu keluarga saat acara ulang tahun anak kembar nya, cuma beberapa orang yang selamat.. bahkan banyak tamu juga yang tewas.. gak tau juga kenapa mereka sampe di incer gitu, kata rumor sih karena persaingan bisnis tapi ada juga rumor lain, katanya nyonya pemilik rumah dulu pernah di incer psikopat! tapi karena nyonya pemilik rumah setia sama suaminya jadinya dia di culik dan suaminya di bunuh sampe di amputasi.. ihh.. serem banget!! sejak saat itu gak ada yang berani kerumah itu, karena orang-orang masih takut sama kejadian tujuh tahun lalu... " cerita wanita paruh baya itu


"mm... se.. serem juga ya, tapi ngomong-ngomong siapa aja yang selamat bu?" tanya Zoya lagi mengorek informasi lebih dalam


"seingat saya sih.. seorang pembantu wanita sama beberapa tamu.. selain itu saya gak tau" jawab wanita paruh baya itu sambil meletakkan pesanan Zoya


'bik Maya!! dia masih hidup? benarkah.. ?!' batin Zoya terkejut dan penuh harap


"oh.. lalu? lalu pembantu itu.. apa dia masih hidup sampai sekarang?" tanya Zoya lagi untuk kesekian kalinya


"gak tau neng.. setelah dia di temukan dalam keadaan hampir sekarat dan di bawa kerumah sakit, dia sudah tidak pernah kembali lagi. tapi.. kenapa neng, kok nanyain tentang pembantunya?" tanya balik wanita itu


"oh.. gak apa-apa kok, cuma penasaran aja, kok bisa dia selamat sedangkan tuan rumahnya aja mati" kata Zoya dengan tenang


"katanya itu karena pembantunya bisa bela diri, jadi dia mati-matian melawan tapi karena yang di lawannya terlalu banyak jadi dia gak bisa menang neng.. " jawab wanita itu. Zoya hanya manggut-manggut menanggapi sambil menyuap makanannya

__ADS_1


'masalah bik Maya bisa bela diri atau tidak aku tidak tentang itu. tapi mengenai Rafendra, kakek dan nenek kenapa bisa selamat itu karena mereka saat itu tidak di rumah. mereka masih di jalan untuk pulang setelah membeli hadiah sepeda untuk kami, dan Rafendra memaksa untuk ikut. Gino dan pasukannya datang sebelum kami memulai pesta.. ' batin Zoya memikirkan kejadian malam itu.


flashback 7 tahun lalu.


"Rafendra sama Syilvia mau hadiah apa dari kakek?" tanya kakek yang sedang duduk di sofa bersama kedua cucu kembar nya itu.


"yah.. kok kakek nanya sih! kan hadiah harus surprise kek!!" kata Zoya yang kesal dengan pertanyaan kakeknya


"tentu! tapi.. hadiah ini kalian boleh memilihnya, jadi kakek sama nenek bakalan kasih kalian hadiah surprise nya nanti!" kata kakek membuat Zoya kembali bersemangat


"yey!!! kakek yang terbaik!! Syilvia mau sepeda yang bagus!! pokoknya sepeda yang warnanya pink!!" semangat Zoya sambil memeluk lengan sang kakek


"hm! Rafendra juga mau sepeda! Rafen maunya sepeda warna coklat!! kakek akan membelikan nya untuk kami kan.. " kata Rafendra tak kalah semangatnya


"hahaha... tentu saja.. kalau kakek tidak mau membelikan nya kenapa kakek harus menanyakan nya pada kalian.. haha.. " tawa kakek mendengar pertanyaan cucu laki-laki nya.


"ini masih sore, ayo belikan sekarang kek!! ayo kek.. ayo!!" kata Rafendra sambil menarik tangan sang kakek


""haih.. kamu ini, kalau sudah berkeinginan pasti mau di turuti saat itu juga.. dasar anak nakal!" kata kakek yang kemudian berdiri mengikuti kemauan sang cucu


"yey!!! syil kamu mau ikut atau tidak?" tanya Rafendra pada Zoya yang masih duduk di sofa


"ayah jangan lama-lama ya.. ibu juga mau ikut, jangan pulang terlalu lambat, acaranya jam 7. Rafen kamu jangan rewel ya.. jangan nyusahin kakek!" kata Adelia, ibu Zoya dan Rafendra


"kamu tenang aja.. ayah gak akan lama kok" kata sang kakek yang kemudian keluar bersama Rafendra dan neneknya.


ketika semua para tamu berdatangan satu persatu. para orang-orang Gino juga masuk sebagai tamu dan hal itu tidak di sadari mereka. ketika Hasan, ayah Zoya sedang menerima tamu, Zoya dan ibunya keluar setelah berdandan begitu cantik.


"ayah.. Zoya sama ibu cantik kan!" kata Zoya yang berlari ke arah ayahnya


"oh ya ampun.. ayah kira kalian bukan manusia, ayah sampai mengira kalian malaikat. tentu saja putri ayah sangat cantik tapi istri ayah lebih cantik tentunya" kata Hasan bercanda pada putrinya itu


"ayah!!" kesal Zoya sambil menghentakkan kakinya


"haha.. tentu saja putri tercinta ayah lebih cantik dari siapapun! ayo sini ayah gendong" kata Hasan menghibur Zoya yang sedang manyun, Zoya segera berlari ke pangkuan sang ayah.

__ADS_1


ketika sedang asik mengobrol bersama para tamu, Hasan melepas Zoya dari pelukannya. Zoya berlari menghampiri sepupunya putri.


"put.. gaun ku sangat cantik kan.. ini di belikan nenek lho.. " kata Zoya sambil memutar badannya ke kiri dan ke kanan


"iya sangat cantik! tapi bajuku juga cantik kan.. ini di belikan om Hasan.. " kata putri yang juga memutar badannya


"wah.. pilihan ayah sangat cantik!! ayo kesana, kita cari teman-teman yang lain" ajak Zoya pada putri


dorr!!


suara tembakan yang begitu tiba-tiba membuat semua orang terkejut dan suasana menjadi hening. Gino muncul di tengah orang-orang yang tengah mengacungkan senjata kearah semua orang disana. Zoya yang tidak tau apapun hanya diam di tempat melihat ayah dan ibunya juga di todong pistol


"aku memberimu kesempatan terakhir! tinggalkan dia dan ikut dengan ku atau kau mati dengan orang-orang disini!" kata Gino dengan wajah datarnya yang terlihat begitu sombong


"apa yang kamu inginkan! aku sudah lelah dengan semua ancaman mu!! kamu sudah tau aku sudah memiliki keluarga.. apa kamu tidak bisa mengerti itu!" kata Adelia dengan lantang


"heh! memang apa peduliku! aku memberi kesempatan terakhir tapi kamu tidak menggunakan nya dengan baik!"


dorr!!


satu tembakan melayang kearah Hasan. suasana menjadi pecah. semua orang yang sebelumnya bengong kini mulai panik, semua berlari berusaha menyelamatkan diri tapi tembakan demi tembakan melayang secara brutal kearah mereka. Hasan mengambil pistolnya dan melawan. Adelia di sergap Gino dengan cepat membuat Hasan tak berani menembak, tapi karena Gino mulai mundur dengan membawa Adelia Hasan kemudian menembak beberapa kali arah Gino namun gagal. kemudian Hasan dan para bawahan Gino bertarung secara brutal disana.


"Syilvia ayo lari.. !!" kata putri menarik tangan Zoya untuk keluar dari tempat itu, tapi sebelum keluar Zoya melihat leher sang ayah yang sudah berdarah karena sebuah pisau yang menancap disana. air mata Zoya tak dapat tertahan kan, Zoya berteriak histeris melihat kondisi tragis sang ayah. putri segera menarik tangan Zoya untuk keluar dari sana, namun juga tidak lolos dari kejaran para anak buah Gino. dalam pelariannya Zoya terbayang wajah sang ayah yang begitu menyedihkan dan juga para tamu yang tewas di tempat karena tembakan brutal. Zoya juga memikirkan ibunya yang di culik entah kemana. putri dan Zoya berlari sekuat tenaga, hingga mereka sampai di sebuah komplek kumuh dan bersembunyi disana.


empat hari berlalu, Zoya dan putri masih bersembunyi di komplek kumuh dengan beberapa orang tua miskin yang tinggal disana. Zoya dan putri tidak tenang dan kembali kerumah Zoya untuk melihat keadaan disana. tapi ternyata bawahan Gino yang mengejarnya sebelumnya masih disana dan menyadari keberadaan mereka. mereka kembali berlari dan di kejar, tapi karena langkah mereka yang kecil, dan juga tenaga mereka yang terkuras membuat mereka tak dapat menghindari nasib kejam bagi keduanya. putri tertembak mati saat mereka sampai di samping jalan toll. Zoya histeris memeluk tubuh putri yang sudah berlumuran darah, gaun cantik mereka berubah menjadi gaun yang penuh dengan bercak darah bahkan warnanya pun tak lagi terlihat karena tertutupi noda darah.


ketika para bawahan Gino mengelilinginya sambil menodongkan pistol kearahnya, dan dengan kondisi putri yang sudah tak bernyawa di pelukannya Zoya kehilangan rasa takutnya dan dengan lantang menantang mereka


"apa yang kalian inginkan!! apa tidak cukup merenggut nyawa orang-orang dirumahku! apa kalian tidak puas membunuh ayahku dan menculik ibuku!! apa kalian tidak punya hati hingga membunuh putri!! siapa kalian!! jika kalian masih diam disana dan tidak membunuh ku aku bersumpah akan memenggal kepala kalian semua suatu hari!! apa kalian masih tidak puas dengan kematian semua orang!!" lantang Zoya yang membuat semua bawahan Gino tercengang dengan keberanian Zoya


"berhenti! lepaskan dia!!"


🌹🌹🌹🌹


Hai guys... πŸ‘‹πŸ‘‹

__ADS_1


jangan lupa like dan komen ya supaya mimin rajin nulis dan up-nya~


semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR ☺☺🌹🌹


__ADS_2