
sudah sampai di mana hari ini adalah hari terakhir masa santai santri baru. besok sudah waktunya aktif dari belajar agama maupun umum, zoya sudah menerima semua kitab beserta Al-qur'an nya. alya juga membantunya menulis jadwal mata pelajaran sehari-hari meski tanpa kemauan zoya.
"han.. besok sekolah pagi husus agama, aku siepin buku sama kitabnya ya... besok mata pelajaran nya bahasa Arab, fikih, aqidatul awwam sama matan jurumiyah" kata alya memilih kitab dan buku-buku zoya
zoya merasa pusing dengan pelajaran yang alya sebutkan, tak ada satupun yang zoya mengerti kecuali bahasa Arab. zoya menguasainya karena di markas, gino selain melatihnya menjadi yang terkuat juga memaksanya menguasai semua materi dan menguasai beberapa bahasa. kali ini zoya kehilangan kepercayaan dirinya sebagai gadis genius melihat alya yang menyebutkan nama-nama kitab di tangannya dengan enteng.
mata zoya tertuju pada sebuah buku yang tertulis "KUNCI IBADAH". karena penasaran zoya mengambil dan membukanya, zoya melihat daftar isi. zoya merasa mendapatkan sebuah keberuntungan yang luar biasa karena di sana zoya mendapat beberapa ilmu yang ingin di pelajari nya, seperti niat shalat berjama'ah, do'a qunut dan masih banyak lagi.
"han.. karena ini hari terakhir kita santai-santai, mening kita kepasar yuk! atau kemana gitu.. bosen juga cuma di kamar.. ah.. gimana kalau kita ke perpustakaan!! yuk yuk!!.. " ajak alya sambil menarik tangan zoya keluar kamar. zoya tak ingin melepas buku di tangannya jadi sengaja membawanya.
sampai di perpustakaan, di sana cukup ramai karena banyak juga santri yang sedang membaca buku. zoya menatap ke samping ke arah barat, zoya melihat banyak juga santri putra di sana karena gedungnya di gabung dan hanya di halangan pagar selutut jadi tak jarang banyak yang saling menatap dan bahkan menyapa meski ada senior petugas keamanan yang berjaga. mereka memiliki seribu satu cara untuk hanya sekedar bertatap muka dan menyapa, memang nakal tapi begitulah beberapa santri karena bagi mereka "SEKOLAH TANPA KASUS TAK ADA CERITA SAAT LULUS". zoya juga melihat wajah tak asing saat bertugas di sana, entahlah zoya pernah melihatnya di mana, alya yang melihat zoya bengong di luar pintu kembali dan menarik tangan zoya hingga zoya terbuyar dari lamunannya.
"han mau duduk di mana?" tanya alya sambil melihat sekeliling. zoya yang tak terlalu suka ada di tengah-tengah kerumunan memilih duduk di pojok yang terkesan sepi. alya hanya ikut dimana zoya akan duduk karena baginya duduk dimana saja itu tidak masalah asal bersama zoya yang sudah di anggap nya sahabat itu.
setelah mengambil sebuah novel yang berjudul "99 cahaya di langit eropa" alya kemudian duduk dan mulai membacanya. zoya tak mengambil buku apapun karena dia fokus pada "Kunci Ibadah" yang dia bawa sebelumnya mengahafal semua niat dan beberapa do'a.
brakk.. !
sania tiba-tiba duduk dengan nurul sambil melempar kasar buku di depan zoya. zoya hanya memandangnya Sekilas lalu kembali fokus pada buku di tangannya, sania yang merasa di abaikan mulai kesal dan merebut buku di tangan zoya. zoya diam memperhatikan sania yang begitu semena mena di depannya
"kamu yang waktu itu kan? yang nyapa tapi malah gak ada sopan santunnya? ah.. kayaknya kamu emang bener-bener gak punya attitude ya... pantesan banget liat muka mu sekali aja udah bikin kesel mata orang!" kata alya yang tidak suka dengan kedatangan sania.
"kenapa? mau ngajarin aku attitude yang baik?? emang kamu udah jadi guru? sok ngajarin orang!" kata sania dengan gaya sombongnya
__ADS_1
"belum tapi sekarang aku bakalan jadi guru kamu biar kamu tau apa itu sopan santun! kayanya kamu emang gak pernah di ajarin sejak awal" kata alya yang mengikuti gaya sania bicara
"apa?" tanya zoya pada sania
"gak apa-apa.. cuma mau nyapa saudara aku aja" kata sania dengan senyum sok manisnya
"udah?" tanya zoya lagi tak peduli sambil merampas kembali bukunya
"kok kamu gitu sih! hani.. kita kan saudara kamu kok judes banget sih sama aku.. padahal aku cuma nyapa kamu baik-baik doang" kata sania dengan nada lembut di sedih-sedih kan
"aduh.. padahal aku juga nanya kamu mau ngapain disini.. kamu malah salah paham.. padahal kamu yang duluan kasar rebut buku di tanganku dengan paksa.. " kata zoya dengan nada sama seperti sania sebelumnya. sania diam melihat zoya yang bertingkah begitu menggelikan di matanya
"dengan cara merebut buku orang di tangannya adalah menyapa dengan baik-baik? kalau begitu lain kali aku menyapamu sambil menamparmu juga termasuk baik kan?" kata zoya dengan tatapan dinginnya.
"siapa juga yang mau disapa pecel lele kayak kamu!! bagus kamu pergi jauh-jauh.. kalau bisa gak usah balik lagi!" gerutu alya yang melihat sania pergi dari sana.
"udah gak usah peduli. gak penting!" kata zoya yang membuat alya kembali membaca novel di tangannya
menjelang zuhur. semua santri yang berkutat di sana mulai keluar berhamburan untuk segera pergi berwudhu karena jika telat satu menit saja naik musholla sudah mendapat hukuman menyapu dan mengepel musholla sendiri.
semua sudah siap si shaf masing-masing, termasuk juga zoya dengan Al-qur'an di tangannya. zoya tidak bisa membaca AL-QUR'AN karena dia belum pernah belajar sebelumnya dan memang tak ada yang mengajarinya. alya mengaji dengan suara pelan tapi zoya masih bisa mendengarnya, zoya memperhatikan alya yang tengah mengaji itu. hatinya merasa sejuk dan damai, menyesal sekali rasanya zoya karena tak pernah sekalipun belajar mengaji padahal hatinya begitu tentram mendengar lantunan ayat-ayat suci itu.
alya yang sadar dengan zoya yang fokus mendengarnya sedang mengaji mengangkat kepala dan memperhatikan zoya.
__ADS_1
"kenapa? bacaan aku ada yang salah ya? kalau gitu kamu simak aku gimana?.. " kata alya membalik kan sedikit badannya kesamping untuk berhadapan dengan zoya
"aku tidak bisa mengaji" jawaban zoya mampu membuat alya terpelongo. apa? hani gak bisa ngaji? kok bisa? apa gak ada yang pernah ngajarin dia atau gimana? gak mungkin di rumahnya gak ada guru ngaji kan? semua pertanyaan itu muncul di benak alya.
"kamu.. gimana ceritanya gak bisa ngaji?" tanya alya pada zoya yang merasa heran
"erm.. itu.. sebelumnya aku tinggal di singapur.. aku gak pernah di ajarin... ngaji.." jawab zoya merasa gugup
"haih!! begini nih.. kalau orang tua kurang perhatian sama anaknya ya jadi begini! tapi untunglah mereka sadar dan mau masukin kamu ke pesantren" kata alya yang menggerutu
"mau tidak mengajari ku?" tanya zoya yang membuat alya merasa sedih. bukan apa.. tapi dirinya merasa kasian dengan zoya yang belum bisa mengaji
"tentu! tapi aku ngajarin kamu bukan pake ini! nanti di kamar aku ajarin kamu pake iqro' dulu.. biar kamu tau huruf dan cara bacanya" kata alya sambil tersenyum hangat
"Terima kasih" kata zoya dengan membalas senyum hangat alya.
๐น๐น๐น๐น
Hai guys...๐๐
jangan lupa like dan komentar ya supaya author lebih rajin nulis dan up-nya~
semoga suka dan SALAM HANGAT DARI AUTHOR ๐น๐นโบโบ
__ADS_1