
dua hari berlalu, dan pagi ini Zoya akan kembali ke pesantren. dengan berat hati Kakek melepaskan keberangkatan Zoya, kakek ini memang lebay padahal usianya sudah tidak bisa di sebut muda lagi tapi ya begitulah namanya juga baru bersama cucunya yang sudah hilang begitu lama.
"kamu jangan nakal lagi.. kakek denger dari Rafen, kamu pernah kabur ya?" kata kakek yang sedang fokus menyetir
"iya.. " jawab Zoya jujur
"mulai sekarang kakek tidak mau dengar lagi tentang kenakalan mu, kalau sampai kakek mendengarnya kakek akan menghukum mu" kata kakek dengan tegas
"iya iya... Zoya gak akan nakal lagi.. Zoya akan jadi anak yang baik, cucu yang baik dan adik yang baik untuk kalian semua" kata Zoya dengan tersenyum manis yang di paksakan.
.
.
Zoya berjalan menyusuri lorong menuju Gurfah nya, di sepanjang jalan semua teman santrinya memandangi nya dengan berbagai macam ekspresi, ada yang terlihat senang dengan kedatangannya ada yang terlihat biasa saja, ada yang terlihat marah ada juga yang memandangi dengan wajah tidak suka. hei, apa dia pernah mencelakai mereka? kenapa ada yang sepertinya tidak suka dengan kedatangan nya?. Zoya terus berjalan hingga melewati Gurfah Fatimah, tanpa aba-aba Sania melompat memeluk Zoya dari belakang dengan teriakan yang melengking, Zoya terkejut refleks membanting tubuh Sania kedepan.
"aww.. sshhh.. aduuhh" pekik Sania yang sudah mendarat di lantai, upss Zoya tak sengaja, tapi beruntung Sania tidak patah tulang.
Zoya segera memapah Sania berdiri dan terus meminta maaf karena refleks nya yang berlebihan, teman-teman nya yang lain juga terkejut, ada juga yang sampai teriak melihat Sania di banting dengan entengnya, banyak dari mereka menatap takut Zoya ada juga yang menatap tidak suka karena dipikiran mereka Zoya sangat semena-mena.
"maaf.. maaf..!! maaf San.. refleks" kata Zoya, tak peduli dengan yang lainnya dia hanya peduli dengan Sania yang meringis kesakitan
"aduh.. lain kali kalau kaget pingsan aja, aku gak keberatan kalau kamu pingsan.. jangan main matahin tulah orang kayak gini.. !" gerutu Sania
"jadi aku yang salah?" tanya Dingin Zoya
"aku juga sih, tapi kamu salahnya lebih parah! jadi kamu yang salah!!" kata Sania lagi mengelus pinggangnya yang hampir retak
"Astagfirullah.. ada apa ini! kenapa kalian berkerumun disini? ada yang sakit??!" tanya salah satu ustazah yang menghampiri mereka semua
__ADS_1
"anu ustazah.. tadi Sania di banting sama si Hani palsu,, jadi kita ikut kaget ustazah" kata seseorang dari mereka
"tapi itu juga bukan salahnya hani doang ustazah tadi Habib kaget karena Sania jadi gak sengaja banting Sania" kata yang lainnya membela
"tetep aja.. kaget juga gak harus selebay itu.. itu mah dia sengaja!"
"apasih! kan tadi kita semua liat, Sania juga yang salah"
"sudah sudah!!! kalian ini malah ribut sendiri! Sania Hani..! ayo ikut keruangan Ustazah!" kata Ustazah Zaina menengahi perdebatan di antara mereka semua.
Zoya terpaksa ikut dengan Ustazah, dia bahkan belum masuk ke kamarnya dan istirahat, tapi dia sudah mendapat masalah yang membuatnya harus menerima hukuman. astaga belum setengah hari dia sudah nakal saja, tadi padahal sudah janji sama kakek.
"Zo.. maaf ya?? aku yang ngagetin kamu tadi sekarang harus di hukum gini.. " kata Sania masih dengan langkah pincang nya di bantu Zoya agar tidak jatuh
"mereka juga benar, aku yang terlalu berlebihan.. seharusnya aku tidak sekasar itu" kata Zoya tanpa ekspresi
mereka duduk berhadapan dengan ustazah Zaina yang menatap mereka tajam secara bergantian, Zoya hanya diam tanpa ekspresi sedangkan Sania menunduk karena takut dengan tatapan tajam Ustazah Zaina.
"saya belum bertanya!!" bentak ustazah Zaina, siapa yang tidak tau jika ustazah satu ini memang galak, walau masih muda dan wajahnya sangat Babyface, tapi kegarangan nya sudah terkenal ke seluruh penjuru asrama putri.
"coba ceritakan detailnya" kata ustazah Zaina dengan nada pelan setelah mengambil nafas
"Sania datang secara tiba-tiba dan melompat ke punggung ku sambil menjerit memanggil namaku, aku yang dari tadi di tatap sinis santri lain merasa terkejut karena serangan tiba-tiba dari belakang, aku refleks membantingnya" kata Zoya menceritakan kejadian tadi, sangat aneh bagi Zoya karena ini adalah kali pertama dia menjelaskan sesuatu pada orang lain.
"bagaimana menurutmu" tanya ustazah Zaina berpaling pada Sania
"seperti yang Zoya bilang, setelah saya melompat memeluk nya dari belakang saya langsung di banting ustazah.. " jawab Sania sambil menunduk
"pagi-pagi kalian sudah membuat keributan! kamu juga, baru kembali sudah jadi jagoan.. ! sekarang kalian berdua bersihkan halaman depan asrama, buang semua sampah yang ada, kalian juga harus membersihkan perpustakaan karena nanti sore ada pemasukan buku baru, kalian faham?!!" ucap ustazah Zaina tegas
__ADS_1
"baik ustazah.. " serempak Sania dan Zoya.
kini mereka berada di depan Gurfah A'isyah, Alya dan Hani yang sudah memakai seragam menyambut Zoya dengan gembira, cerita kegaduhan mereka pagi ini sudah terdengar hingga telinga mereka. bukannya bertanya apakah mereka baik-baik saja mereka malah lebih semangat menanyakan berapa banyak mereka mendapat hukuman, Zoya sangat kesal tapi kekesalan nya sudah terbayar oleh Sania yang menjitak kening mereka berdua.
mereka memulai hukuman dari membersihkan halaman, Zoya menyapu dan Sania memungut sampah. sesekali mereka bergantian, Sania yang menyapu Zoya yang memungut sampah.
sudah pukul 9.50, dan mereka baru selesai menyapu halaman yang sangat luas itu. kini mereka akan membuang sampah, karena banyaknya sampah yang menumpuk jadi mereka menggunakan gerobak sampah untuk membuangnya ke tempat sampah besar yang berada di samping gedung perpustakaan. mereka mendorong sekuat tenaga, karena gerobak yang penuh sampah itu cukup sulit didorong.
para santri wati lain malah tertawa melihat mereka, mereka yang tidak mengenali Zoya hanya berfikir mungkin mereka telat bagun subuh tadi, sedangkan yang tau itu Zoya, mereka malah bingung karena Zoya seharusnya baru kembali tapi mengapa mendapat sebuah hukuman??.
sudah selesai dengan perkara sampah, mereka masih harus membersihkan perpustakaan yang cukup besar itu. Sania bertugas membersihkan lantai dengan menyapu, mengepel dan membuang sampah, Zoya bertugas menyeka debu yang menempel di buku dan rak, merapikan Buku-buku yang berserakan dan bahkan harus menempatkan buku sesuai dengan raknya, Zoya juga merapikan meja-meja.
"Zo.. sumpah capek bangeet, mana belum sarapan lagi!!" gerutu Sania sambil melempar sapu di tangannya. dia duduk dan memangku dagunya dengan kedua tangan, menghela nafas kesal memikirkan perutnya yang sudah mulai ber hadroh di dalam sana.
"ayo selesai kan dulu, baru kita pergi sarapan" ajak Zoya yang masih membersihkan meja meja.
"lapeerr.. Zoya aku hampir pingsan!!" kata Sania sambil berakting pingsan di depan Zoya.
pltaakk..
Zoya menjitak kepala sania karena sania yang sejak tadi tidak berhenti mengeluh lapar dan lelah.
"sudah jam 11.23, ayo selesaikan disini, aku traktir makan bakso di kantin" ajak Zoya agar Sania bersemangat
sebenarnya Zoya jauh lebih muak dari pada Sania, jadi dia berusaha membuat Sania kembali semangat dan menyelesaikan hukuman, Zoya benar-benar tidak tahan lagi berada di tempat itu.
🌹🌹🌹🌹
Hai guys... 👋👋
__ADS_1
jangan lupa komen ya walaupun cuma sekedar tanda titik doang, jangan lupa like juga😁😁🤗
SALAM HANGAT DARI AUTHOR ❤❤👋